Saturday, January 10, 2015

Malaysia Trip ~ Day 1 ~ Hello Malaysia, Hello KLIA2


Singapore dan Malaysia bisa dibilang adalah 2 negara tujuan berlibur favorit orang Indonesia.. Setelah Mei 2014 berkesempatan berlibur ke Singapore dan menginjakkan kaki di ujung negara Malaysia, Johor Bahru, Desember ini saya berkesempatan kembali lagi ke negara Malaysia.. Berbekal tiket promo Air Asia yang saya beli 13 bulan sebelumnya, saya akhirnya kesampaian juga mengunjungi 2 tempat yang selama ini menjadi bucket list saya, Kuala Lumpur & Melaka / Malacca (saya lebih suka menyebutnya Melaka).. Kali ini saya pergi, masih dengan formasi yang sama, yaitu saya, adik saya, dan orang tua saya.. 

Kami berempat mengawali perjalanan kami di hari Selasa tanggal 16 Desember 2014.. Flight yang kami pilih adalah first flight nya Air Asia dengan jadwal take off pukul 05.55.. Ini mengharuskan kami bangun jam 2 pagi.. Ketika kami tiba di airport, ternyata antrian di counter Air Asia sudah panjang banget, lucky us, kita ga bawa checked bagasi, jadi bisa langsung proceed ke airport tax counter.. Imigrasi nya lancar, dan sempat heran dengan departure hall nya Ngurah Rai Airport yang ga ada progress nya dari Mei kemarin.. Duty Free masih gitu-gitu aja.. Tapi saya cukup impress dengan toilet nya yang bersih.. hehehe..




Pesawat Air Asia yang kami tumpangi, delay 15 menit dari jadwal dan bersyukur banget pagi hari itu cuaca di Bali cerah alias tidak hujan.. Sempat waswas karena beberapa hari terakhir, cuaca di Bali lagi jelek, hujan dan windy.. Berhubung morning flight, dan kita berempat bukan orang yang bisa skip breakfast, maka kita pesan flight meals yang sudah saya booking secara online.. Pesanan kita adalah Roast Chicken With Dijon Creamy Mushroom Sauce (40k), Nasi Padang Uda Ratman (40k), Nasi Kuning Manado (40k), dan Chicken Panini (30k).. Kalau naik Air Asia, suggestion saya adalah pesan makanan terlebih dahulu, bisa kita lakukan ketika web check in atau beberapa hari sebelum keberangkatan.. Selain harga nya yang lebih murah, pilihan menu nya juga lebih banyak, dan terhindar dari kemungkinan tidak kebagian karena stock nya sudah habis.. Dari 4 menu di atas, favorit kita adalah Nasi Padang Uda Ratman & Chicken Panini nya..


 Roast Chicken With Dijon Creamy Mushroom Sauce


 Chicken Panini


Walaupun delay 15 menit, ternyata kita sampai di KLIA2, 15 menit lebih awal dari selanjutnya.. Anyway, tanpa bermaksud apa-apa, saya adalah orang yang "hobby" naik Air Asia dan selama ini selalu satisfy dengan semuanya.. Flight kita pagi hari itu juga lancar jaya.. Proses take off dan landing tidak terasa, di atas pun tidak ada goncangan sama sekali.. Beda halnya ketika naik pesawat merk sebelah.. Landing aja bisa kayak lagi off road.. hahaha..

Begitu keluar dari aerobridge, wah saya langsung amazed melihat KLIA2 yang bersih, baru, dan HUGE.. Saking besarnya, jalan dari aerobridge sampai ke imigrasi lumayan bikin saya kehabisan nafas, apalagi kita jalan nya sambil buru-buru karena mau ngejar bus ke Melaka.. Sampai imigrasi, untungnya queue line tidak panjang, dan akhirnya another stamp of Malaysia Immigration appeared on my passport.. Yayyy.. 








Keluar dari Arrival Hall, ternyata langsung tembus ke Gateaway @ KLIA2.. Gateaway @ KLIA2 ini adalah sebuah mall yang memang connect dengan KLIA2 dan dengan transportation hub.. Kalau mau ke KL Sentral bisa naik bus atau the newest KLIA Ekspress.. Berhubung tujuan kita adalah Melaka, maka saya langsung menuju counter Transnasional untuk membeli tiket bus.. Transnasional Bus ini memang menyediakan rute dari KLIA2 ke Melaka.. Dan terntunya ini lebih praktis dibandingkan harus ke KL Sentral dan naik bus ke Melaka dari KL Sentral.. Harganya memang sedikit lebih mahal, tapi pastinya lebih hemat waktu dan lebih efisien.. Harga tiket bus Transnasional adalah RM 24.10.. Bus nya walaupun bukan kelas executive, tapi tetap nyaman dan bersih.. Dan dalam waktu 1 jam 45 menit sampailah kita ke suatu tempat dimana semuanya betuliskan MELAKA..


 ice cream sebagai pengganjal perut sebelum naik bus


ruang tunggu bus @ gateaway @ KLIA2


 counter bus


 transnasional bus ticket






to be continued...


Monday, January 5, 2015

Izumi Hotel Bukit Bintang


Sama seperti Fomecs Boutique Hotel, Izumi Hotel Bukit Bintang ini juga bisa di bilang, pilihan terakhir saya, setelah galau berpindah-pindah dari Soleil Hotel (formerly known as Radius Int Hotel) dan Picollo Hotel.. Thanks to Booking.com yang memungkinkan ini semua terjadi.. Dimana lagi coba kita bisa sesuka hati booking, cancel, booking lagi hotel dengan segampang ini, dan tentunya tanpa biaya sepeser pun..hihihi..

Untuk orang yang picky masalah hotel macam saya ini, kriteria utama saya adalah lokasi nya strategis, bersih, dan rate nya terjangkau.. Berhubung tujuan nya Kuala Lumpur, jadi kriteria nya adalah harus di kawasan Bukit Bintang dan harus dekat dengan Jalan Alor.. Thank goodness, I found this Izumi Hotel Bukit Bintang..

Izumi Hotel Bukit Bintang ini bener2 strategically located.. Terletak di Jalan Berangan, yang tidak bising atau noisy seperti Jalan Changkat, tetapi bener2 deket kemana-mana.. Jalan Alor, ah yang ini cuma perlu 20 langkah ke arah belakang hotel.. Ke Pavilion, Fahrenhet, Lot 10, Sungei Wang Plaza, Bukit Bintang Monorail Station, etc cuma perlu jalan kaki less than 10 minutes.. Mau ke Berjaya Times Square, 15 menit aja nyampe.. Mau ke Petronas Twin Tower, ke Suria KLCC, ke Central Market, ke Petaling Street, cukup jalan 20 langkah ke depan Jalan Sultan Ismail.. Di sana ada bus stop nya GoKL dan bus2 lain.. Anyway, GoKL ini adalah free bus yang disediakan khusus oleh pemerintah Malaysia.. Saat ini ada 4 rute GoKL bus yang bisa kita pilih.. My favorite tentunya Purple Line kalau mau ke Central Market atau Petaling Street dan Green Line kalau mau ke Petronas & Suria.. Bus nya bersih, dingin, dan interval nya bervariasi mulai 5-15 menit..





Untuk rate sekitar RM 250 per malam, untuk kamar Family Room, semuanya thumbs up.. Kamar nya memang tidak terlalu spacious, tapi masih better dibandingkan hotel-hotel di Singapore.. Family Room nya sendiri terdiri dari dua queen beds, karena memang di desain untuk muat 4 orang.. LED TV disediakan 2.. Hairdryer, mineral water, towel, toiletries, semuanya tersedia.. Di dekat lift juga disediakan dispenser untuk hot and cold water..









Nah sekarang bagian negatif nya nih.. Pertama, saya tidak suka dengan 1 tiang / post yang terletak di tengah kamar, yang membatasi antara bed pertama dan bed kedua.. Ini mengakibatkan kamar yang sudah sempit, menjadi lebih sempit lagi dan menyusahkan kita ketika berjalan.. Kedua, bathroom nya amit-amit deh kecil nya.. Buka pintu bathroom, langsung disambut dengan shower di atas kepala kita, wastafel di depan kita, dan toilet di kanan kita.. Seriously, untuk gerak aja susah.. Celakanya, saya baru menemukan knob shower yang berfungsi dua arah.. Jadi kalau ditekan ke dalam, shower yang besar yang mengalir air nya.. Dan sebaliknya, kalau ditekan ke luar, shower yang kecil yang mengalir air nya.. Keren sih, tapi jadi ga keren setelah malam pertama, karena mama saya yang menjadi korban si shower.. Saking sempitnya, pas mau buka pintu, eh ga sengaja kesenggol si knob.. Mama saya sih cuma bisa shock ketika harus dipaksa mandi.. Waktu itu kita cuma ngetawain mama saya.. Eh, besoknya, giliran saya dan adik saya yang jadi korban. wkwkwk..Untungnya kita fast learner semua, mulai hari ketiga dan keempat, sudah tidak ada korban lagi.. wkwkwk.. Selain size nya yang mini, exhaust fan di bathroom juga sepertinya tidak bekerja dengan baik,, Pertama kali ketika check in, bathroom nya sering kali mengeluarkan bau yang cukup smelly.. Setelah itu sih sudah mulai berkurang walaupun masih wangian kamar mandi di rumah.. wkwkwk.. 








Anyway, di balik sisi positif dan negatif nya hotel ini, saya masih menganggap hotel ini sebagai hotel yang bagus.. Staff nya ramah2 dan selalu siap membantu.. Breakfast pun not too bad, mengingat rate per malam nya yang murah.. Personally, I love this hotel and will stay here again on my next visit to Kuala Lumpur..


Izumi Hotel Bukit Bintang
85 Jalan Berangan
Bukit Bintang 
50200
Kuala Lumpur - Malaysia




What I wrote on TripAdvisor : 

My next destination after Melaka / Malacca is Kuala Lumpur.. My father gave me a special request to book a hotel that close to Jalan Alor.. And he suggested Soleil Hotel (formerly Radius Int Hotel).. After reading some reviews from TripAdvisor, I had my doubts.. So I decided to look for another hotel.. Lucky me, I found this hotel, Izumi Hotel Bukit Bintang.. And guess what, Jalan Alor is only located behind the hotel.. After reading some positive reviews, I decided to book this hotel.. I'm quite surprised when i found out their rate.. For 1 Family Room, the rate was less than RM 250 for one night, and breakfast for 4 persons is included..

When I arrived in Kuala Lumpur and took a taxi to take us to the hotel, the taxi driver said he never heard about Izumi Hotel Bukit Bintang.. Probably because they're still new as they opened at the beginning of 2014.. The easiest way is mentioning Fortuna Hotel, as the hotel is located beside Fortuna Hotel at Jalan Berangan..

The room itself is no too spacious.. The Family Room consists of 2 queen beds, 2 tvs, and 1 bathroom.. I have nothing to complain for the room, except for the bathroom.. It's too small.. Toilet and shower are not separated, so it all will get wet.. They put the shower near the washbowl and the door, and if we're not careful, we might touch the shower button / knob.. One the most annoying thing, is the exhaust fan.. It didn't work properly so sometimes it's smelly..

The breakfast is not too bad.. The staffs are very helpful and the location is perfect.. As I mentioned before, Jalan Alor is located behind the hotel, and there are a narrow alley which can lead us both to Jalan Alor and Bukit Bintang Plaza and it's all by 30 seconds walking.. Famous shopping malls in Bukit Bintang also can be reached by walking.. It took only 10 minutes to Pavilion, 5 minutes to Fahrenheit & Lot 10, and 15 minutes to Berjaya Times Square.. Planning to go to Petronas Twin Towers, Suria Mall, KLCC, Central Market, or Petaling Street (Chinatown)?? All can be reached by taking the free GO KL Bus.. The bus stop is only 1 minutes walking from the hotel.. 

Besides it's positive and negative points, I still love this hotel and will book this hotel again on my next visit to Kuala Lumpur.. 



Sunday, January 4, 2015

Fomecs Boutique Hotel Melaka / Malacca


Ketika memutuskan untuk singgah di Melaka / Malacca, saya mulai rajin browsing hotel, baik di Agoda, di Booking.com, dan di TripAdvisor.. Kriteria utama saya adalah lokasinya yang harus dekat dengan Jonker Street / Jonker Walk / Jalan Hang Jebat... Kenapa?? Karena semua point of interest nya Melaka ada di daerah ini.. Red Square aka Bangunan Merah letaknya di ujung Jonker Street.. Melaka River juga ada di dekat sana.. Dan di sepanjang Jonker Street juga bertebaran tempat makan, tempat belanja, dan kalau weekend, ada night market nya juga..

Setelah proses pilih memilih, pilihan saya jatuh ke V*nz Hotel, yang letaknya beda 1 jalan dengan Jonker Street, tapi cuma perlu beberapa langkah sudah bisa sampai di Jonker Street dan di Red Square.. Cuma ya gitu, jangan berharap di daerah Jonker Walk ada hotel berbintang ya, semuanya masih semacam guest house, kalau beruntung namanya boutique hotel.. heheh.. Dapat di maklumi sih, secara jalan nya di sana kecil-kecil dan bangunan nya pun bangunan tua.. Kalau budget liburan lumayan banyak, bisa coba menginap di Casa Del Rio yang rate nya ngalahin hotel-hotel di Bali.. Atau kalau mau jalan agak jauhan, bisa juga menginap di hotel-hotel berbintang yang lokasinya dekat dengan Mahkota atau Dataran Pahlawan..

Detik-detik terakhir sebelum keberangkatan, saya iseng browsing lagi di Booking.com, eh tiba-tiba ada hotel baru namanya Fomecs Boutique Hotel.. Hotelnya baru saja di buka di akhir tahun 2014.. Coba check rate nya, ternyata cuma beda 100ribuan sama si V*nz.. Cuma minus nya, kalau mau ke Red Square, memang jauhan dari Fomecs, karena hitung-hitung kita harus menyusuri Jonker Street.. Setelah diskusi juga sama papa, mama, dan adik saya, akhirnya kita mutusin untuk book yang Fomecs Boutique Hotel..

Sampai di Melaka, kita naik taxi dari Melaka Sentral.. Taxi driver nya pada belum tahu kalau ada hotel di Jonker Street yang namanya Fomecs.. Berhubung sudah belajar dari Google Maps akhirnya ketemu juga ini hotel.. Menyesalkah kita beralih ke Fomecs?? Oh tentu tidak, bersyukur adalah kata yang lebih tepat.. hehehe..

Fomecs Boutique Hotel ini ada di ujung Jonker Street, bukan di ujung yang mengarah ke Red Square.. Jadi kalau kita mau ke Red Square ya harus menyusuri sepanjang Jonker Street.. Tapi ga panjang kok, dan ga bakalan capek, karena di sepanjang jalan itu banyak yang jualan aneka makanan, souvenir, dan sebagainya..





Bangunan nya Fomecs sendiri kelihatan yang paling megah dan besar di bandingin bangunan-bangunan di sepanjang Jonker Street.. Reception area / front office nya sendiri ada di lantai 2, sedangkan di lantai 1 dijadikan toko yang menjual makanan, minuman, dan souvenir.. 










Berhubung kita berempat, saya booking 2 kamar yang tipe Deluxe Queen Rooms.. Kamarnya bagus, dan yang jelas bersih.. Bed nya nyaman, AC dingin, bathroom nya pun luas dan bersih.. Fasilitas yang disediakan juga lengkap, mulai dari hairdryer, coffee / tea, towels, amenities, semuanya tersedia di kamar.. Bahkan di luar kamar pun di sediakan dispenser untuk air panas maupun air dingin yang bisa kita ambil sesuka hati..




.





Overall, I called it as the best hotel at Jonker Street.. Rate semalam nya around RM 165, masih reasonable apalagi bila dibandingkan dengan fasilitas dan service yang kita dapat.. Bahkan ketika kita check out, kita diberi gift oleh receptionist nya.. Totally recommended.. 




Fomecs Boutique Hotel
129 Jalan Hang Jebat
75200
Melaka / Malacca - Malaysia



Anyway, kemarin mau coba nulis review di TripAdvisor, entah kenapa ternyata Fomecs Boutique Hotel ini belum terdaftar di TripAdvisor, so i just put it here.. 

I found this hotel by accident, just a few days before my departure to Melaka.. When I finally arrived at Melaka, this become one of the best decisions I ever made.. Fomecs Hotel is beyond my expectations. The location is superb.. Located at Jonker Walk / Jonker Street, all major tourists attractions are in walking distance.. It only took about 5 minutes walk to Red Square, Melaka River Cruise, Ruins of St Paul Church, and A Famosa.. For shopping lovers, Mahkota Parade & Dataran Pahlawan Mega Mall also can be reached by 10 minutes walking.. Since it is located at Jonker Street, there's plenty of shopping and eating places near the hotel.. 

I booked two Deluxe Queen Rooms.. The room itself is super cozy and clean.. The bed was big even for the queen size bed, as they provide the king size bed too .. Everything that we need was provided in our room, such as hairdryer, coffee / tea, mineral water, towels, etc.. Even there's no refrigerator inside the room, but they provided hot & cold dispenser in the hallway, so we can take it anytime we want..  The only thing we don't like from our room is they should put more desks / tables because we do need some space to put our belongings and do not end up like us, we put everything on the floor..

Overall, Fomecs Boutique Hotel is the best option for your stay in Melaka.. It's in Jonker Street, great value for money, excellent service, its PERFECT...


Natinbali's Life : Quick Update


First of all, I just wanted to wish everyone a very Merry Christmas & a Happy New Year.. I know, it's kinda late, but hey, it's better late than never, right??

2014 has been a great year.. 2014 memberikan saya banyak hal, suka maupun duka.. Seperti di penghujung tahun 2014 ini.. December adalah bulan favorit saya, karena Christmas dan birthday saya.. Tapi December kali ini beda.. Tuhan memberikan saya dan keluarga saya cobaan yang cukup berat.. Mama saya di diagnosis menderita kanker serviks (leher rahim) stadium IB.. Setelah proses yang panjang mulai bulan Oktober, akhirnya dokter memutuskan jadwal operasi pengangkatan rahim adalah di hari Natal, tanggal 25 December 2014.. 

Di bulan December pula, saya punya "tabungan" tiket Air Asia yang saya beli 14 bulan yang lalu dengan tujuan ke Kuala Lumpur.. Semuanya seperti telah di atur Tuhan.. Kami berangkat dari tanggal 16 December dan kembali ke Bali pada tanggal 22 December.. Jadi mama saya masih punya 1 hari untuk beristirahat sebelum ke rumah sakit untuk persiapan operasi..

Cuaca di bulan December memang lagi tidak bersahabat.. Sebelum kami berangkat, di Bali setiap hari hujan deras, tapi anehnya ketika kami berangkat, cuaca lagi terang-terangnya.. Begitu pula ketika di Malaysia, walaupun sempat hujan, tapi tidak ada kendala yang berarti.. Dan ketika kami tiba di airport, tiba-tiba Kuala Lumpur diguyur hujan yang sangat deras.. Anehnya, ketika kami take off, selama di atas pesawat, sampai landed pun, semuanya lancar jaya.. Tidak ada turbulensi sama sekali..

Couldn't be more thankful to God for all of His blessings.. Liburan dilancarkan, operasi mama saya pun dilancarkan.. Jadi di postingan selanjutnya saya akan berbagi pengalaman liburan saya dan pengalaman menemani mama saya operasi.. 

Wishing you all a great year ahead, thank you for reading my blog, and God bless.. ^_^

With love ~ Nat


Sunday, December 14, 2014

Pitaya Frozen Yoghurt


Kalau Singapore punya Sogurt, Bali juga ga mau kalah dong.. Bali juga punya tempat yang jual frozen yoghurt dengan konsep self service.. Pitaya Frozen Yoghurt (FroYo) ini belum lama buka di Sanur, dan langsung jadi hits.. Pertama kali saya kesana, masih sepi banget.. Eh kunjungan kedua, langsung ramai banget.. 




Berhubung namanya self service, ya semuanya kita lakukan sendiri.. First thing first, yang harus kita lakukan adalah ambil dan pilih cup sesuai banyaknya yoghurt yang mau kita ambil.. Kalau ngambil sedikit, ya ambil cup kecil, karena nantinya cup ini akan ditimbang juga.. Oh ya, harga FroYo di sini akan di hitung sesuai dengan beratnya, 25k untuk 100gram.. 

Kelar masalah cup, langsung deh pilih rasa FroYo yang kita mau.. Ada 6 pilihan rasa, yaitu Coconut, Mango, Chocolate, Tart (original), Pomegranate, dan Peach.. Seru juga ngambil FroYo langsung dari mesinnya, walaupun hasilnya ga pernah bagus.. wkwkwk.. Favorit saya adalah yang Chocolate dan Peach.. 

Bagi yang suka makan FroYo pakai topping, Pitaya juga menyediakan berbagai macam topping, dari topping yang umum sampai yang unik seperti muesli, sliced almond, pearls, etc.. Setelah itu, baru deh froyo kita di timbang.. Untuk 1 cup kecil biasanya sih harganya around 30k dan itu termasuk discount 30%..










 picture taken from their official Facebook page


 i don't really like too much topping on my FroYo
konsekuensinya, tampilan nya kurang cantik ya


 picture taken from their official Facebook page


For me, FroYo nya ga kalah enak kok dengan FroYo2 yang bertebaran di mall-mall itu.. Cuma too bad, froyo nya gampang melted.. Masa baru keluar dari toko, itu FroYo sudah lumer.. Another things, parkiran mobil nya limited banget.. Kalau ada pun, harus jalan jauh banget..


Rating     ~>     8 of 10
Recommended     ~>     Peach & Chocolate Froyo


Pitaya Frozen Yoghurt
Jl. Danau Tamblingan 122
Sanur - Bali