Showing posts with label Uncategorized. Show all posts
Showing posts with label Uncategorized. Show all posts

Tuesday, February 14, 2023

To Whom My Heart Belongs

 

The first time I saw you, I never imagined that I would fall for you

I guess it's true that you didn't choose the people you fall for, it just happened

It is your eyes that I could not forget

As I looked into them, I saw happiness & home

 

Your presence made my heart beats faster

Your voice send warmth in my heart

Your gaze made me feel butterfly in my stomach

Feelings I haven't felt in such a long time

Somehow I build walls around my heart

Many tried to break those walls, but none had succeeded

Then you came into my life and made me questioning my life choices

My life is literally changing after meeting you

You inspired me in so many positive ways

Your hard work and passion encourage me to become a better person 

 

Now when I see you, I felt both happiness and sadness

Happiness because by seeing you it is enough to brightening up my day

Sadness because I know I shouldn't and couldn't reach out to you

Do you know how many "if only" and "what if" running in my head everyday?

Do you know how much tears I shed because I know I shouldn't feel this way towards you?

Do you know how guilty I am every time I think of you?

Do you know how many times I tried to move on by ignoring, or even hating you?

 I tried and tried, but in the end I kept failing

The more I did that, the more my heart aches and bleeds

 

I'm not asking for anything or even hoping that my feelings were reciprocated

Just like I've done up until now

I will treasure you on my own

Looking at you from behind is enough for me

So when you turn around, you will see me

Cheering for you and praying for your happiness

 

 

Happy Valentine's Day

14 Feb 2023

(writing from one of my favorite city in the entire world)


Wednesday, December 28, 2022

Pengalaman Kerja di Perusahaan Freight Forwarding

Ada yang familiar dengan istilah "freight forwarding"?? To be honest, selama ini kalau saya ditanya kerja di perusahaan apa, saya lebih prefer menjawab bekerja di perusahaan logistik.. Ga salah sih, tapi sebenarnya istilah yang lebih tepat adalah freight forwarding.. Tapi sayangnya banyak yang kurang paham dengan istilah ini.. Jadi daripada harus menjelaskan panjang lebar, lebih baik saya pakai istilah logistik, cargo, atau ekspedisi.. hehehe..

Tidak terasa sudah lebih dari 7 tahun saya bekerja di bidang freight forwarding ini.. Dulu sama sekali ga kebayang bakal kerja di industri ini.. Apalagi kalau melihat background pendidikan dan pengalaman kerja saya sebelumnya yang sangat jauh dari bidang ini.. Terakhir sebelum masuk ke perusahaan ini, saya justru bekerja di perusahaan FMCG (fast moving consumer goods).. Jadi benar-benar berbeda 180 derajat dari segi industri, main business, budaya dan cara kerja, dll.. 

Sekilas tentang freight forwarding buat yang masih awam dengan istilah ini.. Freight forwarding dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Perusahaan Pengurusan Jasa Transportasi.. Berdasarkan peraturan Menteri Perhubungan, PPJT diartikan sebagai "kegiatan yang ditujukan untuk semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui angkutan darat, kereta api, laut, dan udara'.. Jadi kami adalah perusahaan yang mengatur pengiriman dan penerimaan barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan berbagai mode transportasi, baik untuk domestik, maupun internasional..

Secara khusus untuk perusahaan tempat saya bekerja, kami lebih banyak meng-handle shipment atau pengiriman ekspor dan impor.. Untuk mode transportasinya didominasi oleh via udara dan laut.. Ketika mengajar atau training karyawan baru, saya suka mengkategorikan scope pekerjaan perusahaan freight forwarding itu ke 3 sub-bagian.. Yang pertama adalah Freight Forwarder, kedua PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan), dan EMKL/EMKU (Ekspedisi Muatan Kapal Laut/Udara).. Perusahaan freight forwarder secara global dapat diartikan sebagai perusahaan yang menyambungkan antara pemilik atau penerima barang dengan pihak pengangkut (airlines atau shipping lines).. Misalkan seorang eksportir, dia tidak akan bisa langsung booking ke airlines untuk pengiriman barang miliknya.. Booking harus dilakukan oleh perusahaan freight forwarder yang sudah terdaftar sebagai agent dari airlines tersebut..

Berbeda dengan PPJK.. PPJK adalah perusahaan yang sudah memiliki ijin khusus untuk mengurus dokumen-dokumen kepabeanan yang berkaitan dengan Bea Cukai (Customs).. Secara resmi, definisi PPJK adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa Eksportir atau Importir.. 

Terakhir adalah EMKL/EMKU, dimana ini adalah perusahaan di bidang logistik yang memiliki ijin legalitas dari pemerintah untuk melakukan layanan pengiriman barang melalui kapal laut atau kapal udara.. 

Jadi kalau mau dikaitkan, sebenarnya tiga hal ini adalah suatu kesatuan rangkaian kegiatan yang kembali lagi ke definisi apa itu perusahaan freight forwarding.. Tidak semua perusahaan freight forwarding bisa atau memiliki legalitas untuk menjalankan ketiga peran ini.. Perusahaan tempat saya bekerja, kebetulan sudah lengkap legalitasnya dan bisa menawarkan tiga jasa ini.. Tapi justru hal ini yang membuat pekerjaan saya challenging..

Selama 7 tahun berkarya, pasti banyak suka dukanya, ups and downs-nya, tantangan, dan permasalahannya.. Dulu awal-awal yang masuk ke industri ini, saya benar-benar blank dan ga ngerti apa-apa.. Paling yang saya paham hanya kode-kode airlines dan kode-kode airport.. Itupun karena sering traveling saja.. Makanya materi pertama kalau saya lagi training staff baru, pasti soal IATA code ini.. Karena walaupun simple, tapi crucial.. Ada yang familiar dengan airlines code seperti GA, SQ, CX, TG, LH, EK, dll?? Atau kode-kode airport seperti KUL, SIN, BKK, DXB, HAM, AMS, dll?? Kenapa crucial, karena kode ini yang akan dicantumkan sebagai airport asal dan airport tujuan di dokumen AWB.. Salah memasukkan kode, maka cargo akan dibawa ke airport tujuan yang salah.. Pernah sekali kejadian, AOD (airport of destination) seharusnya CGK (Soekarno Hatta / Cengkareng).. Tapi oleh agent di luar negeri, diinput CKG (Chongqing / China).. Cargo akhirnya terbang ke China bukan ke Jakarta.. Dan itu prosesnya ribet dan lama banget untuk mengeluarkan barang dari China dan akhirnya dikirim ke Jakarta.. 

Salah satu "suka"-nya kerja di dunia freight forwarding itu adalah industri dan ruang lingkup pekerjaannya yang dinamis dan challenging.. Jadi ga ada yang namanya bosan atau kerjanya itu-itu saja.. Setiap barang atau komoditas memiliki aturan yang berbeda-beda dan kita juga dituntut untuk mengikuti peraturan yang selalu di-update, baik peraturan dari Carrier maupun dari Bea Cukai.. Misalkan kalau mau kirim binatang hidup atau abu jenazah, dokumen yang diperlukan apa saja dan treatmentnya ketika di origin dan di destinasi seperti apa.. Bekerja di dunia freight forwarding juga seru karena bisa menjalin relasi dengan banyak pihak.. Tidak hanya customer kita yang didominasi oleh importir dan eksportir, tetapi juga dari pihak Airlines, Shipping Lines (pelyaran), Bea Cukai, Agent atau Forwarder dari banyak negara.. Dulu sebelum pandemi, rutin diadakan conference-conferenceantar sesama perusahaan forwarder.. Conference ini seru karena bisa ketemu banyak orang di industri yang sama dari berbagai negara.. Hal positif lainnya adalah bisa "jalan-jalan".. Karena saya in-charge di cabang Surabaya, jadi kalau saya market atau visit customer, tidak hanya di dalam kota Surabaya.. Tapi bisa sampai ke Pasuruan, Malang, Gresik, Mojokerto, dll.. Selain itu karena Head Office perusahaan tempat saya bekerja ada di Bali, jadi otomatis kalau ada meeting, pasti diadakan di Bali..

Kalau "suka"-nya sudah, sekarang giliran "duka"-nya.. To be honest, dukanya kerja di dunia freight forwarding itu tidak sedikit.. Yang pertama, harus siap dicomplain.. Dulu awal-awal in-charge sebagai Branh Manager, saya stress karena menerima complain-an dari sana sini.. Tapi saya ingat kata-kata seorang staff saya yang sudah senior.. Kata beliau, kalau kerja di dunia freight forwarding, complain-an dari customer jangan diambil hati.. Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.. hehehe.. Complain-an akan selalu ada karena kita sebagai freight forwarder merupakan "perantara" antara eksportir / importir dan carrier (airlines & shipping lines).. Kalau flight delayed atau cargo offload (tidak terangkut), yang dicomplain customer adalah freight forwarder-nya.. Padahal yang delay airlines atau shipping lines-nya dan ini semua di luar kendali kami.. Apalagi kalau kaitannya sudah dengan cuaca yang bukan sesuatu yang bisa kami control atau prediksi.. Contoh misalkan kapal Inessa seharusnya berangkat dari port Surabaya (Tanjung Perak) tanggal 25 Des, tapi ternyata karena congestion (antri sandar & bongkar) di port sebelumnya, maka baru berangkat dari Surabaya tanggal 28 Des.. Otomatis tanggal tiba di port tujuan akan mundur juga.. Ketika cargonya urgent atau ada deadline, pasti kami sebagai freight forwarder yang kena caci maki customer.. Pernah juga flightnya cancel karena bad weather di China.. Tapi customer ga mau tahu, dan minta cargo harus berangkat juga hari itu.. Sedangkan cargo sudah melewati customs.. Berbeda dnegan penumpang yang bisa pindah pesawat hanya dengan membeli tiket baru.. Tidak semua customer seperti ini sih, tapi banyak juga yang seperti ini dan dari sekian ribuan shipment, tidak mungkin lancar-lancar saja kan.. Sesekali pasti saja ada yang bermasalah.. Jadi mau kerja di dunia freight forwarder, harus siap mental dulu.. hahaha..

"Duka" lainnya adalah harus stand-by 24 jam.. Jadi jangan heran kalau saya bawa laptop kemana-mana.. Bahkan ketika liburan 2 minggu ke Thailand pun, laptop saya tenteng kemana-mana.. Kerjanya bisa dimana saja, di airport, di hotel, di bus, dll.. hahaha.. Kalau shipment by sea ritme kerjanya masih tidak secepat by air.. Karena traveling timenya yang berhari-hari bahkan berbulan-bulan.. Kalau by air kan cepat ya, hanya hitungan jam atau hari.. Jadi kita juga kejar-kejaran waktu dan harus memonitor terus apakah shipment sudah berangkat atau tiba sesuai dengan fight schedulenya.. Lalai atau tidak bisa mengejar deadline atau memenuhi peraturan Bea Cukai, tentu kita dihadapkan pada potensi denda yang nilainya bisa puluhan bahkan ratusan juta.. Ketelitian sangat diperlukan di industri ini, apalagi yang kaitannya dengan dokumen kepabeanan.. Salah satu huruf saja, bisa mengakibatkan denda pajak yang nilainya bisa fantastis karena mengikuti nilai barang.. 

Kemudian karena kita kerja samanya dengan sesama forwarder dari berbagai negara, kadang kendalanya ada di zona waktu.. Kalau komunikasi dengan agent di Europe sih masih oke ya.. Masih bisa sore atau malam harinya.. Nah kalau sama agent di US, siap-siap saja begadang.. Apalagi kalau ada shipment yang urgent, saya bisa pasang alarm sampai berlapis-lapis, misal jam 23.00, 00.00, 01.00, 02.00, dst.. hahaha.. Karena untuk mempersingkat waktu dan mengejar deadline, jadi satu-satunya cara agar efektif dalam komunikasi, ya kita kerjanya mengikuti jam kerja di US..  Sebagai seorang Branch Manager, saya juga dituntut untuk memonitor dan bertanggung jawab mulai dari sales, operasional, dan finance + accounting.. Sayangnya karena customer kebanyakan contactnya dengan saya, jadi terkadang saya keteteran juga menghadapi berbagai macam request, pertanyaaan, dan complain-an customer.. Dari urusan posisi trucking sekarang ada dimana, kapalnya sudah berangkat belum, invoicenya sudah dikirim belum, sampai permintaan rate, semuanya ke saya.. Ada hari-hari dimana Whatsapp saya ada puluhan message belum terbaca atau saya sedang online di telepon kantor dan handphone saya juga bunyi ada telepon masuk.. Jadi terkadang overwhelming juga.. hahaha..

Semoga apa yang saya sharingkan bisa sedikit menambah pengetahuan dan memberikan sedikit gambaran tentang industri freight forwarding ini.. Siapa tahu setelah membaca tulisan ini jadi banyak yang tertarik untuk terjun dan berkarier di industri ini.. hahaha..

Monday, October 17, 2022

Nat's Curhatan ~ Kapan Nikah???

Tulisan ini terinpirasi dari obrolan singkat saya dengan seorang teman beberapa waktu yang lalu.. Jadi teman saya ini, sebut saja si A, tiba-tiba curhat kenapa sampai sekarang belum menemukan pasangan hidup.. Padahal sudah lama menanti-nanti.. Saat itu saya bilang ke teman saya,"berarti memang belum waktunya, karena jodoh di tangan Tuhan, datangnya di saat yang tepat dan kadang tidak terduga"..

Dalam perjalanan pulang setelah obrolan singkat tersebut, saya pun berpikir, apakah hanya saya yang tidak kepikiran untuk mencari pasangan atau menikah ya.. Nyatanya teman saya yang usianya di bawah saya ternyata lagi galau memikirkan jodohnya yang tak kunjung datang.. To be honest, jangankan menikah ya, untuk pacaran saja tidak pernah terlintas di pikiran saya.. Biasanya pikiran untuk ingin punya pacar hanya muncul ketika Valentines Day.. Alasannya karena saya ingin dapat kiriman bunga & coklat ke kantor.. Biar dilihat oleh team saya, Ibu-nya ini punya pacar.. Karena sering kali saya disindir "Bu, pacarnya jangan disembunyikan, sesekali disuruh main ke kantor dan dikenalkan".. hahaha.. Sebenarnya kalau dipikir lagi, mungkin bukan tidak ingin punya pasangan ya.. Tapi hal tersebut bukanlah prioritas saya untuk saat ini.. Dan saya merasa fine-fine saja sendirian.. Mungkin benar kata sahabat saya, terlalu lama sendiri, jadi sudah merasa terlalu nyaman sendiri..

Seiring dengan bertambahnya usia saya, semakin sering pertanyaan yang satu ini, "kapan nikah???", mampir ke telinga saya.. Semenjak memasuki usia 30 tahun, semakin banyak orang yang bertanya kapan nikah dan sering kali saya bingung harus menjawab apa.. Jawaban yang paling sering saya gunakan adalah "yang diajak nikah belum ada" atau kalau lagi sensitif, saya jawab dengan "kapan-kapan".. hahaha.. Lucunya, pertanyaan ini bukan datang dari orang tua saya, tapi justru dari saudara/keluarga, teman, rekan kerja, atau bahkan orang yang baru pertama kali berjumpa dengan saya.. Mungkin benar kalau ada jokes yang mengatakan Indonesia memang negara "KEPO-lauan".. hahaha.. Orang tua saya justru dari dulu sama sekali tidak memaksa anaknya (saya dan adik saya) untuk cari pasangan.. Palingan hanya sebatas curhat, misalkan kalau mama saya habis reuni-an sama teman SMA-nya dan ditanya sudah punya cucu berapa..

Yang buat sedih adalah ketika pertanyaan "kapan nikah???" ini kemudian diikuti dengan sindiran dan comment seperti :

"jangan terlalu memilih"

"standard-nya jangan ketinggian"

"jangan keasyikan cari duit"

"nanti semakin tua, ga ada yang mau"

"kalau ga menikah, bukan wanita sempurna"

"siapa yang mau ngurus nanti kalau sudah tua"

and so on

 

Kalau dibilang memilih, menurut saya namanya cari pasangan ya memang harus memilih.. Apalagi untuk ke jenjang pernikahan, which is sekali untuk seumur hidup.. To be honest, saya tidak ada kriteria khusus, malah sejujurnya saya suka yang biasa-biasa saja.. Ga perlu yang putih dan ganteng karena nanti skin care-nya lebih banyak dari saya dan ga bisa diajak jalan-jalan ke pantai.. Ga perlu yang six-pack, karena nanti ga bisa diajak makan nasi padang malam-malam.. hahaha.. #justjoking 

Kalau boleh memilih, physically saya prefer yang lebih tinggi dan lebih tua (age gap > 5 tahun) dari saya.. Dari personality-nya, seiman, takut akan Tuhan, sayang orang tua, dan bisa bikin nyaman sudah cukup untuk saya.. Pengennya sih seseorang yang childish enough untuk nemenin saya main basket di Timezone, but mature & wise enough to have a meaningful conversation with.. Seseorang yang adventurous enough untuk diajak hiking atau backpacker-an, but religious enough untuk pergi misa harian dan doa bareng.. Seseorang yang mau diajak makan di warung tenda pinggir jalan, tetapi bisa juga menikmati ketika makan di fine-dining restaurant.. Seseorang yang bisa diajak masak bareng, kemudian cuddling di sofa sambil nonton Netflix.. Kok jadi banyak kriterianya ya.. hahaha.. Ini kan kalau boleh memilih.. Seringkali yang didapat malah jauh dari kriteria.. Sometimes we fall in love with the most unexpected person at the most unexpected time..

Masalah cari duit, saya rasa sah-sah saja.. Malah saya tidak mau jadi wanita yang bergantung pada pasangan saya.. Tetapi tentu prioritas akan berubah ketika sudah memutuskan untuk menikah dan berkeluarga.. Masalah semakin tua, tidak ada yang mau lagi, saya pikir jodoh tidak mengenal usia.. Banyak orang yang menikah di usia yang sudah tidak muda lagi dan bisa bahagia..

Selain sindiran dan comment, biasanya akan berujung pada niat baik untuk mencarikan jodoh buat kita.. Kadang ini yang sulit.. Ditolak nanti dikira sombong, diiyakan tapi membuat kita tidak nyaman.. Bahkan ada customer saya, yang sampai mengenalkan saudara dan teman-temannya yang masih single ke saya.. hahaha.. Ironis memang.. Niatnya baik tetapi mereka tidak sadar, terkadang ada beberapa orang yang memang menikmati kesendirian mereka dan belum berpikir untuk settle down.. Walaupun banyak yang dapat pasangan karena dijodohkan, saya prefer cara yang konvensional.. Makanya kalau ada yang dikenalkan atau ngajak kenalan atau PDKT, biasanya tidak saya ladeni.. Saya bukan orang yang gampang jatuh cinta dan kalau dari awal memang tidak ada chemistry atau sparks-nya, mau dikejar bagaimana pun, saya tidak akan luluh.. On the contrary, once in a while saya bisa tertarik kepada seseorang yang baru pertama kali saya temui.. Di awal mungkin lebih ke attraction, being intrigued and drawn to that person.. Feels like you've known him forever.. Sayangnya, ketika saya suka atau tertarik dengan seseorang, saya bukan orang yang bisa mengekspresikan perasaan saya.. Jadi ketika saya bisa dekat atau bercandaan dengan seorang pria, it means I don't have any special feelings for him.. Tapi justru dengan pria yang saya suka, saya akan bersikap cuek, dingin, dan menghindar.. Don't ask why, it's just my personality.. hahaha..

Back to our topic.. Single doesn't mean being lonely or alone.. Apalagi dalam case saya, saya ga pernah kesepian karena saya punya orang tua dan adik, dimana kami berempat dekat banget.. Kemudian ada sahabat dan rekan kerja juga.. Justru as an introvert, saya enjoy being alone.. Ada saatnya ketika saya ingin sendirian atau istilah sekarang "me time".. Biasanya saya jalan-jalan ke mall sendirian atau nonton bioskop sendirian atau naik mobil tanpa tujuan sambil mendengarkan musik.. 

Satu hal yang membuat saya tidak menjadikan mencari pasangan sebagai prioritas hidup saya adalah karena ada prioritas lain yang lebih urgent di dalam hidup saya.. Misalkan orang tua dan pekerjaan saya.. Semakin bertambahnya usia orang tua, maka semakin banyak perhatian yang perlu kita berikan untuk mereka.. Saya bersyukur karena saya belum berkeluarga, jadi saya masih ada waktu untuk merawat dan memperhatikan kedua orang tua saya.. Bukan berarti ketika sudah berkeluarga tidak bisa merawat orang tua ya.. Tetapi prioritas kita akan berbeda dan salah satunya suatu saat harus kita korbankan.. Honestly, untuk saat ini bahkan saya merasa 24 jam itu kurang.. Jadi boro-boro mau meluangkan waktu untuk cari pasangan, saya sudah kehabisan waktu untuk juggling 24 jam saya untuk keluarga, pekerjaan, dan kegiatan lainnya.. 

Kembali lagi ke soal pernikahan, karena bukan prioritas saya saat ini, maka bukan berarti saya tidak mau menikah.. Mau, tapi tidak saat ini.. Mungkin beberapa tahun lagi, di saat saya sudah siap dan memang sudah waktu-Nya.. Menikah menurut saya bukanlah target yang harus kita capai dalam hidup ini.. Menikah juga bukan perlombaan.. Menikah juga bukan jaminan akan kebahagiaan.. Banyak orang yang saya kenal, yang menikah hanya karena usianya sudah melebihi standard usia menikah pada umumnya.. Ada yang menikah dalam waktu yang singkat, kemudian bercerai.. Ada yang baru beberapa tahun menikah, tetapi suaminya meninggal.. Ada yang menikah, tetapi menyesal karena merasa tidak bahagia ..

Jadi jangan pernah memutuskan untuk menikah hanya karena dikejar usia.. Jangan ingin menikah hanya karena didesak orang tua atau karena omongan orang lain.. Jangan menikah hanya karena cinta sesaat.. Dan jangan menikah hanya karena merasa kesepian.. Menikahlah ketika kita sudah benar-benar siap, dengan niat dan tujuan yang baik pula.. 

Buat yang lagi galau menunggu jodoh atau mungkin bertanya-tanya kenapa belum mendapatkan pasangan hidup, tidak usah galau or desperate.. Tetap berusaha dan bertekun di dalam doa.. Lebih baik menunggu, tetapi menunggu untuk orang yang tepat.. Yang belum berkeinginan untuk mencari pasangan hidup, tidak perlu mendengarkan omongan orang lain.. You can not please everyone and that's ok.. It's your life not theirs.. Menikah atau tidak menikah, sama-sama bisa bahagia kok.. Pilihlah prioritas yang benar dalam hidup ini dan serahkan segala sesuatunya ke tangan Tuhan, biarlah Dia yang bekerja dalam hidup kita.. 


Just writing my random thoughts and sending my love to all of you from this beautiful place..
 

Saturday, March 14, 2020

Pengalaman Interview Saat Apply Visa China


Prelude ~ Tulisan ini ditulis sebelum COVID-19 Outbreak.. Pada akhirnya saya batal berangkat ke China dan memilih destinasi lain.. Pengalaman ini tetap saya publish karena mungkin akan berguna di kemudian hari.. ^_^



Bulan Desember kemarin, saya kembali mengunjungi Chinese Visa Application Service Center (CVASC) Bali yang berlokasi di Grand Palace Hotel Sanur.. Pengalaman saya apply Chinese Visa di CVASC Bali tahun lalu sudah pernah saya ceritakan sebelumnya di sini ya.. Kali ini saya tentu datang dengan persiapan yang lebih matang dan optimisme yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.. hehehe..



Syarat pembuatan Chinese visa masih sama seperti tahun lalu, yaitu :

  1. Form Aplikasi Visa

Form Aplikasi Visa ini bisa di-download di sini dan diisi di computer, kemudian di-print.. Untuk yang apply di CVASC kota lain (selain Bali), bisa mengisi form ini secara online.. Bahkan bisa ambil nomer antrian secara online juga lho..
      2. Pas Foto
Dua buah Pas Foto dengan syarat dan ukuran yang bisa dilihat di sini.. Saya sarankan mencari tempat foto yang sudah terbiasa melayani pembuatan pas foto untuk apply visa..
     3. Passport Asli (with at least six months of remaining validity) dan Fotocopy Passport (yang di-fotocopy hanya halaman identitas)
   4.Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga (kemarin fotocopy KTP-nya dikembalikan sama petugasnya)
 
      5. Fotocopy Tiket Pesawat dan Reservasi Hotel





Untuk biaya apply Chinese Visa jenis single-entry, biayanya sebesar 540k.. Lama proses pengajuan visanya adalah 8 hari kerja karena visa harus diproses di Konsulat-Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (untuk singkatnya saya sebut Konsulat China) di Surabaya..



Pagi itu saya datang bersama adik saya, dimana kami membawa 4 berkas pengajuan visa China, termasuk milik papa dan mama saya.. Setelah beberapa menit menunggu proses pemeriksaan dokumen, kaki saya langsung lemas begitu saya dipanggil ke counter, dan diinformasikan bahwa hanya 2 berkas pengajuan yang bisa diproses.. Jadi kendalanya adalah karena tidak ada stamp atau cap masuk di Imigrasi Indonesia ketika saya pulang dari Malaysia tahun lalu.. Waktu itu memang kami diarahkan untuk melewati auto-gate.. Padahal sebelumnya kami sudah mengantri di antrian Imigrasi seperti biasa.. Saya tidak menyangka ternyata lewat auto-gate jadi masalah ketika mau apply Chinese visa.. Untungnya saya dan adik saya hanya disuruh membuat surat pernyataan yang harus ditulis tangan dan direkam CCTV.. Suratnya sih ada contohnya ya, intinya menyatakan bahwa saya memang sudah kembali ke Indonesia per tanggal segini dan melalui auto-gate di bandara Ngurah Rai.. Alhasil papa dan mama saya juga harus datang ke CVASC karena surat tersebut tidak bisa diwakilkan secara harus direkam CCTV segala.. Jadinya pengajuan saya dan adik saya diproses terlebih dahulu.. Selang beberapa jam baru papa mama saya yang datang ke CVASC..



Saya mengajukan berkas pada tanggal 18 Desember 2019 dan Collection Date-nya adalah tanggal 31 Desember 2019.. Tanggal 23 Desember 2019 pukul 16.00, ada telepon masuk ke ponsel saya.. Nomer tidak dikenal, which is biasanya paling malas saya angkat karena keseringan tele-marketer bank atau asuransi.. hehehe.. Tapi berhubung ini nomer lokal (diawali dengan 0361), akhirnya saya angkat juga.. Ternyata dari CVASC Bali dan menginformasikan bahwa saya dan adik saya harus menghadiri interview di Konsulat China di Surabaya.. Seketika saya langsung lemas.. Interview?? Ke Surabaya?? Saya refleks bertanya ke staff CVASC Bali, alasan saya dipanggil interview.. Beliau ternyata tidak bisa menjelaskan secara keputusan sepenuhnya ada di Konsulat China di Surabaya.. Ibaratnya CVASC Bali ini hanya menyampaikan pesan dan instruksi dari Surabaya.. Saya akhirnya telepon ke Konsulat China di Surabaya, hasilnya nihil, intinya harus datang interview, titik.. Tidak ada opsi lain.. Sedihlah saya, sampai nangis segala lho.. Antara takut visa-nya tidak di-approve dan membayangkan biaya extra yang harus saya keluarkan untuk berangkat ke Surabaya.. Jadi saya diberi opsi jadwal interview di tanggal 27 Desember 2019 atau di tanggal 30 Desember 2019 dan harus menentukan pilihan sore itu juga.. Dokumen yang perlu dibawa hanya copy passport lama (jika ada) dan pas foto yang digunakan untuk apply visa China sebelumnya.. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil schedule interview di tanggal 30 Desember 2019 pukul 09.00 WIB..



Mengenai dokumen yang harus dibawa, untungnya saya meminta passport lama saya ketika memperpanjang passport saya.. Selain untuk kenang-kenangan, ternyata berguna juga ya si passport lama.. Untuk pas foto, saya harus ngubek-ngubek arsip dokumen di rumah, karena yang diminta pas foto yang digunakan untuk apply visa China sebelumnya.. Untungnya bisa dicetak ulang karena kebetulan CD-nya saya simpan..



Saya juga sempat browsing-browsing mengenai proses interview di Konsulat China, tetapi hasilnya nihil.. Masuk akal sih, karena visa China itu adalah salah satu visa yang paling mudah didapat karena persentase approve-nya itu tinggi banget.. Kecuali dokumen pendukungnya bermasalah ya.. Tapi jarang banget sih apply visa China sampai harus interview segala.. Dulu teman saya pernah diminta melampirkan dokumen tambahan seperti surat keterangan kerja, rekening koran, dan surat pernyataan, tapi tidak perlu datang interview.. That’s why saya stress banget menunggu tanggal 30.. Apalagi membayangkan tiket dan hotel yang sudah saya pesan di China..


Pagi itu tanggal 30 Desember 2019, saya sudah berangkat dari hotel tempat saya menginap sekitar pukul 07.45.. Saya sengaja memilih hotel di dekat Konsulat China di Surabaya.. Jalan kaki hanya sekitar 10 menit.. Ternyata kantornya itu berada di belakang kantor dinas Konsulat China-nya.. Bentuknya sih rumahan gitu, karena letaknya memang di perumahan di Pakir Argosari di Jalan Mayjend Sungkono.. Saya memang sengaja datang lebih awal, karena saya baca di salah satu forum di internet, ada yang telat 1 menit, dan interview-nya di-reschedule.. Kalau tinggal di Surabaya sih oke2 saja ya.. Lha masa saya harus bolak balik Denpasar-Surabaya.. hehehe..






Tepat pukul 08.45, saya dipersilahkan masuk oleh security yang berjaga.. Sebelumnya saya harus mengisi form kehadiran dan satu form berisikan identitas, seperti nama, nomer passport, jenis visa yang di-apply, dll.. Nah pas foto yang kita bawa itu bakalan ditempel di form ini.. Jadi sepertinya pas foto yang digunakan untuk apply visa kali ini pun boleh digunakan.. Kemudian saya dipersilahkan menunggu di ruang tunggu.. Untungnya security-nya sih baik ya.. Saya dan adik saya kan diantar oleh papa mama saya, dan papa mama saya dipersilahkan duduk di dalam juga.. Tapi ya gitu, mereka strict banget.. Papa saya mondar-mandir sedikit, sudah langsung didatangi dan dipersilahkan duduk.. wkwkwk..



Ternyata selain saya dan adik saya, ada 2 orang bapak-bapak yang juga diundang interview pagi itu.. Saya sempat berkenalan dengan salah satu bapak yang datang dari Malang.. Padahal bapak itu apply visa via travel agent lho.. Jadi apply via travel agent pun tidak menjamin proses pengajuan visa akan lebih mudah ya.. Si bapak katanya sudah sering bolak-balik China juga, tapi baru kali ini dipanggil interview.. Menurut security yang diajak ngobrol oleh papa saya, katanya ada peraturan baru semenjak 2 bulan yang lalu.. Jadi banyak yang dipanggil interview..



Sekitar pukul 09.15, adik saya dipanggil masuk ke dalam.. Oh ya, security-nya pas memanggil itu bukan sebut nama gitu.. Tapi bilang “baju merah” which is adik saya memang pakai baju merah pagi itu.. hahaha.. 10 menit kemudian, security-nya keluar lagi dan bilang “kakaknya silahkan masuk”.. wkwkwk.. Jadi proses interview-nya di depan loket gitu, bukan duduk di dalam ruangan.. Padahal saya sudah membayangkan saya bakal dimasukkan ke dalam satu ruangan kecil dan di-interogasi lama.. hahaha..  Interview-nya juga sebentar banget, kayaknya sekitar 10 menit per orang.. Pagi itu, yang meng-interview saya ada 2 orang dan mereka masih muda-muda gitu.. Jadi jauh dari kesan menakutkan sih.. hehehe..



Nah khusus untuk saya dan adik saya, pertanyaan pertama yang diajukan oleh mereka adalah perihal visa China jenis F saya di tahun 2018 kemarin.. Jadi visa China jenis F ini adalah visa khusus yang diterbitkan untuk pertukaran dan kunjungan.. Memang di bulan Oktober 2018, saya berangkat ke China sebagai salah satu participant dalam sebuah acara, sejenis kunjungan studi dan pertukaran pelajar, antara Universitas Udayana dan Universitas Sanming.. Jadi di awal-awal saya dan adik saya disuruh menjelaskan waktu itu kami ke mana saja, berapa orang yang ikut, dll..



Saya dan adik saya juga sempat diberi pertanyaan seperti ada keturunan Fujian kah (nama provinsi di China), ada keluarga di China kah,  bisa bahasa Mandarin kah, dll.. Kemudian pertanyaan beralih ke soal pekerjaan.. Pertanyaan standard sih, kerja dimana, bagian apa, sudah berapa lama, dll.. Tapi ada beberapa part yang menurut saya lucu juga kalau dipikir-pikir sekarang.. Berikut contoh percakapannya :
(S = saya, I = interviewer)

Part 1
I  :  Passport lama dibawa tidak?

S :  (menyodorkan passport lama)

I  :  Orang tua-nya?

      (Langsung panik karena saya tidak membawa passport kedua orang tua saya)

S :  Passport-nya atau orang-nya Pak?

I  :  Lho orang tuanya ada di sini juga?

S :  Iya Pak, lagi menunggu di depan

I  :  Oh sekalian liburan ya?

S :  Tidak Pak, ke Surabaya hanya untuk interview (dan saya tambahkan pandangan sinis hasil membayangkan jumlah uang yang harus saya keluarkan untuk beli tiket pesawat di saat high season begini, lol)

I  :  (langsung terdiam)                 



Part 2

I  :  Ini katanya sudah kerja 4 tahun, tapi kok 2018 bisa ikut acara kampus ke Sanming?

S :  Saya kuliah 3x Pak

I  :  Oh kuliah S2 ya?

S :  Tidak Pak, saya pertama kali kuliah S1 Manajemen, kemudian bla bla bla

I  :  oohhh, oke

S :  (tersenyum puas)


Part 3

I  :  ini pergi ke China berdua saja dengan adiknya?

S :  tidak Pak, dengan kedua orang tua juga, hanya saja saat pengajuan berkas terpisah

I  :  kenapa bisa terpisah?

S : karena papa mama saya datangnya menyusul belakangan karena harus membuat surat pernyataan. Ini saya bawa tanda terimanya dua-dua kok Pak, perlu saya keluarkan Pak?

I  :  oh, tidak tidak




Sekitar pukul 09.30 WIB, proses interview pun selesai.. Oh ya, interviewer-nya juga menginformasikan bahwa visa saya dan adik saya mungkin akan terlambat tiba di Bali karena harus dikirim dari Surabaya ke Bali.. Saya sih tidak masalah karena tanggal keberangkatan saya masih 1 bulan lagi.. Kalau Bapak yang dari Malang itu, beliau mau berangkat tanggal 3 Januari, jadi waktunya mepet banget.. Saran saya lebih baik apply visa-nya jauh-jauh hari alias jangan terlalu mepet dengan tanggal keberangkatan..



Keesokan harinya, tanggal 31 Desember 2019, saya sedang jalan-jalan di Pasar Atum, dan tiba-tiba ada telepon masuk dari CVASC Bali.. Jadi ternyata passport saya dan adik saya sudah bisa diambil.. Saya langsung “nodong” bapaknya, Pak, boleh minta bocorannya ga, visa saya di-approve atau tidak?”.. Bapaknya hanya tertawa dan menjawab “sudah”.. Ah hati saya rasanya langsung plong.. Tidak sia-sia juga jauh-jauh ke Surabaya, akhirnya di-approve juga visa China saya.. Anyway, saya juga harus meng-apresiasi CVASC Bali.. Dari awal mereka sudah helpful banget, apalagi melayani pertanyaan saya yang rada cerewet ini.. Bapaknya juga sempat mengingatkan saya untuk jangan sampai telat datang interview lho..



Tips dari saya buat teman-teman yang dipanggil interview.. Yang pertama adalah datang lebih awal.. Kita kan tidak pernah tahu apakah di jalan macet atau tidak, belum lagi harus menemukan lokasi interview.. Saya sendiri, satu hari sebelumnya sudah check lokasi interview, di kota orang soalnya, daripada nyasar kan ya.. Yang kedua adalah mempersiapkan dokumen yang diminta.. Kebetulan saya hanya diminta membawa copy passport lama dan pas foto.. Tapi saya juga membawa passport lama saya yang asli dan akhirnya saat interview juga diminta.. Untuk tiket, reservasi hotel dll, saya hanya membawa dalam bentuk softcopy dan saat interview memang tidak diminta.. Last but not least, adalah menjawab pertanyaan dengan yakin dan percaya diri.. Prinsip saya, saya tidak berbohong, tidak pernah bermasalah dengan hukum, semua berkas juga lengkap, jadi buat apa harus takut.. Jawab saja apa adanya, dengan yakin dan tegas sehingga tidak menimbulkan pertanyaan lainnya.. Kalau grogi yang ada malahan pikiran jadi blank dan tidak bisa menjawab pertanyaan.. Ujung-ujungnya malah dicurigai kan ya..



Jadi buat teman-teman yang lagi proses pengajuan visa China dan harus interview, semoga sharing saya ini bisa berguna ya.. Jiayou demi melihat The Great Wall di Beijing, shopping di Nanjing Road di Shanghai, atau makan dimsum di Guangzhou.. hahaha..