Showing posts with label Blog. Show all posts
Showing posts with label Blog. Show all posts

Wednesday, November 30, 2022

10 Things You Might Not Know About NatInBali

Another random topic to post yang akhirnya di-publish juga setelah sekian lama diam di folder drafts.. hahaha.. Here it is, 10 things you might not know about NatInBali : 
 

1. Lahir di Surabaya

Di KTP saya memang tertulis tempat kelahirannya di Surabaya.. Tapi sebenarnya saya lahir di Denpasar, Bali.. Dikarenakan urusan administrasi yang hanya kedua orang tua saya yang bisa menjelaskan, akhirnya yang tercatat di Akta Lahir saya adalah Surabaya.. Tiga puluh satu tahun kemudian, akhirnya saya beneran pindah dan tinggal di Surabaya..

 

2. Penakut

Saya orangnya penakut banget untuk urusan yang berbau mistis.. Jangankan nonton film horror, nonton film yang berbau misteri atau pembunuhan, malamnya saya pasti ga bisa tidur.. Kalau pun terpaksa diseret oleh sahabat saya nonton film horror di bioskop, saya bakalan pakai headset, pasang lagu dengan volume yang keras dan tutup mata.. hahaha.. Bahkan dulu sewaktu saya sekolah, kebetulan lagi populer komik Detective Conan dan Detective Kindaichi.. Setiap baca komik ini, pasti malamnya susah tidur, tapi herannya tetap saja saya baca.. hahaha.. Pernah juga suatu kali, saya dan adik saya bertekad mau nyobain wahana Haunted House di Jatim Park.. Sudah ditekadin banget dan waktu itu ngantrinya juga panjang banget, mungkin sekitar 30 menit.. Pas giliran masuk, ga sampai 10 langkah, kita sudah lari kabur cari pintu keluar.. hahaha..


3. Kecoa?? Siapa Takut

Kalau saya takut banget dengan hal-hal yang berbau mistis, kebalikannya saya justru tidak takut dengan serangga, ular, tikus, dll.. Nah adik saya kan takut banget dengan yang namanya kecoa.. Pernah suatu hari, dengan sengaja saya ambil kecoa yang masih hidup dan saya bawa ke adik saya yang otomatis langsung menjerit dan lari ketakutan.. hahaha.. 


4. I Can Eat Almost Everything

Kalau banyak yang mengira saya pemakan segala, well tunggu dulu.. Untuk urusan makanan, secara umum saya memang suka semuanya dan tidak pilih-pilih makanan.. Dari sekian banyak makanan di dunia, saya kurang suka dengan Indian Food dan Middle East Food.. Kemudian saya juga hanya makan daging ayam, daging sapi, daging babi, dan seafood.. Jadi saya tidak bisa makan bebek, daging kambing, burung dara, kalkun (turkey), dll.. Makanya banyak yang kaget pas saya bilang saya ga bisa makan bebek, padahal di Surabaya terkenal akan bebeknya yang enak-enak.. Pernah saking penasarannya, saya beli lah Nasi Bebek 1 porsi.. Eh suapan pertama saja, sudah ga bisa tertelan.. Kalau daging kambing, saya hanya bisa makan sewaktu di Solo.. Jadi ada satu rumah makan sate langganan papa saya, nah ini saya masih bisa makan walaupun hanya satu potong kecil.. hehehe..


5. Always Iced

Untuk minuman, saya juga tidak bisa minum minuman hangat / panas.. Jadi walau sedang batuk pun, saya pasti pesannya less ice ataupun kalau sudah diomelin papa mama saya, baru deh tobat pesan yang tanpa es.. 


6. Bisa Bahasa Thailand

Akibat dari seringnya saya menonton Lakorn atau drama Thailand, secara otomatis saya jadi bisa berbahasa Thailand.. Awalnya hanya mengerti beberapa kosa kata, kemudian lama kelamaan jadi bisa.. Selain nonton Lakorn, saya juga suka belajar dari Youtube.. Setiap kali ke Thailand, kemampuan Bahasa Thai saya juga semakin terasah.. Walaupun sampai sekarang saya belum bisa membaca tulisan Thai yang sulitnya sudah melampaui Hanzi (汉字).. Tapi paling tidak Bahasa Thai ini berguna banget kalau lagi shopping di Thailand karena bisa dapat harga local.. Apalagi dari tampilan, juga sangat mendukung jadi seringkali saya dikira orang Thailand..


7. My Heaviest was at 128 kgs

Bagi yang sudah pernah membaca post ini, pasti sudah tahu kalau saya berhasil menurunkan berat badan saya sekitar 45 kg dalam waktu kurang lebih 2 tahun.. Berat badan saya terberat itu mencapai angka 128 kg dan itu di masa-masa saya kuliah dan awal-awal bekerja.. Sebenarnya berat badan saya sekarang pun masih jauh dari ideal.. Apalagi dalam waktu hampir 2 tahun di Surabaya, berat badan saya sudah naik 10 kg.. hahaha..

 

8. Tidak Bisa Tidur Dalam Perjalanan

Saya adalah orang yang tidak bisa tidur dalam perjalanan, mau itu naik mobil, naik bus, naik pesawat, naik kereta, dll.. Untuk menyiasatinya, apalagi untuk perjalanan dengan durasi yang lama, saya selalu minum obat tidur.. Itu pun kalau ada turbulence atau pas serving makanan di pesawat, saya pasti kebangun dan ga bisa tidur lagi.. 


9. Pernah Kerja di Restaurant

Selepas lulus kuliah, saya bekerja selama 6 bulan di salah satu restaurant yang cukup terkenal di Bali.. Cabangnya ada 4 dan tersebar di daerah Kuta, Sanur, Seminyak, dan Denpasar.. Ownernya teman papa saya, dan dari semenjak saya belum lulus kuliah, sudah diwanti-wanti kalau lulus nanti, harus kerja di restaurantnya.. Selama 6 bulan itu saya belajar banyak.. Mulai dari masuk freezer yang ukurannya sudah seperti kamar tidur saking besarnya.. Kemudian bagaimana cara mengoperasikan coffee machine dan cara membuat Latte, Cappucino, Americano, Espresso, etc.. Kemudian bagaimana membedakan belasan macam lettuce / selada, seperti Iceberg, Butterhead, Frisee, Romaine, Arugula, dll.. Termasuk bagaimana menghadapi berbagai karakteristik pelanggan, dari om-om genit sampai tante-tante yang cerewet.. hahaha.. 

 

10. Mantan Penggila Sepak Bola

Yup, saya adalah penggila sepak bola yang sudah tobat.. hahaha.. Kalau diingat-ingat, kok bisa ya dulu sewaktu SMA dan kuliah bela-belain begadang untuk nonton team kesayangan main.. Dulu saya penggemar berat Chelsea.. Bahkan dulu di kamar saya banyak tertempel posternya The Blues dan Frank Lampard.. Kalau team nasional, saya suka Brazil dan Jerman.. Dulu bahkan saya sering bertengkar dengan mantan pacar saya karena bola.. Alasannya adalah karena saya penggemar Chelsea dan dia penggemar Liverpool.. Bahkan dulu saya juga berjanji ke diri saya sendiri, saya tidak mau punya pacar yang penggemar MU dan Barcelona.. Jadi kalau ada cowok yang pdkt, harus tanya dulu team favoritnya dia apa.. hahaha.. Kalau sekarang, sesekali saja nontonnya, terutama sewaktu Piala Dunia atau final match..

Wednesday, September 21, 2022

Happy 10th Blog Anniversary

Siapa yang menyangka blog Natinbali ini usianya ternyata sudah melewati angka 10 tahun.. Saya bahkan lupa, seharusnya anniversary ke-10 itu jatuh di tanggal 15 Januari 2022 kemarin.. Sadarnya ketika iseng lihat-lihat daftar postingan dan baru sadar 10 tahun telah berlalu semenjak tulisan pertama saya ter-posting di blog ini.. 

Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat dan blog ini secara tidak langsung telah menjadi bagian dari hidup saya.. Tempat saya membagikan pengalaman dan pemikiran saya lewat tulisan-tulisan yang terkadang topic-nya random banget.. hahaha.. Harapan saya adalah apa yang saya bagikan bisa menjadi referensi dan inspirasi buat teman-teman yang membaca blog ini.. 

Banyak suka dan duka yang saya alami selama 10 tahun menulis lebih dari 690 posts.. Mood untuk menulis itu tidak serta merta selalu ada, terkadang banyak postingan yang lama diam di folder draft karena saya kehilangan mood untuk menulis.. Yang paling sulit tentu soal konsistensi.. Konsisten misalnya untuk update setiap 1-2 minggu sekali.. Konsisten untuk tidak menerima endorsement.. Karena menurut saya ketika menerima endorsement, ada beban dan obligation yang juga kita terima sehingga kita tidak bisa lagi memberikan 100% honest review.. 

Blog Natinbali ini dari awal memang saya tulis dengan konsep anonymously.. Jadi kalian tidak akan menemukan 1 foto pun di blog ini yang menampilkan wajah saya.. Kalau pun ada yang terjepret kamera, pasti sudah saya blur atau tutup dengan sticker/emoticon.. hehehe.. Alasannya tentu soal privacy.. Hanya beberapa orang keluarga dan teman dekat saya yang tahu tentang blog ini.. Tapi dari blog ini, saya justru mendapatkan banyak kenalan baru, baik sesama blogger maupun pembaca blog ini.. Walaupun sudah anonymous, ada lho beberapa yang berhasil menemukan saya di Instagram, LinkedIn, medsos lainnya and that's fine.. Justru saya salut kalian bisa menemukan saya.. hehehe.. Downside-nya dari blogging anonymously adalah saya kerap dipanggil "Mas" dan "Pak" di kolom comment.. Padahal di bagian profile sudah jelas-jelas tertulis saya ini wanita.. hahaha.. Panggil Nat saja sudah oke.. Ada yang panggil "Kak Natin" juga, padahal blog ini seharusnya bernama "Nat-In-Bali" atau Nat di Bali.. Jadi nama saya bukan Natin ya, tetapi Nat.. Saya pernah juga beberapa kali menerima email dan comment, yang isinya mereka penasaran dengan sosok di balik blog ini.. hahaha..  Padahal saya merasa I'm not interesting enough to be curious about.. hahaha..

Buat yang baru pertama kali mampir di blog ini, nama saya Nat.. Saya berasal dari Bali dan sekarang tinggal di Surabaya.. Saya bekerja di perusahaan freight forwarding.. Hobby saya traveling dan memasak.. An introvert and a Capricorn.. Blue is my favorite color.. A dog person (i have 3 dogs).. Prefer tea to coffee, beer to wine, savory to sweet, text to call, and sunrise to sunset.. Di blog ini saya lebih banyak menulis dan me-review tentang kuliner, travel, dan beberapa hal random lainnya.. Untuk kuliner, kebanyakan yang saya review di seputaran Surabaya & Bali.. Untuk travel, tergantung destinasi liburan saya dan saya sebenarnya masih ada 1 pending travel diary tahun 2020 kemarin yang terhenti di kota Hua Hin dan belum saya lanjutkan lagi.. Semenjak pandemi, saya belum traveling lagi kecuali mondar-mandir Surabaya-Bali dan sempat ke pulau sebelah, Lombok (ditunggu ya travel diary-nya).. My current travel bucket lists are Xiamen and Kanchanaburi..  Dikarenakan China's border belum sepenuhnya dibuka, maka destinasi yang ingin saya kunjungi dalam waktu dekat adalah Kanchanburi di Thailand.. Kanchanaburi memang namanya tidak se-famous Krung Thep (Bangkok), Pattaya, dan Phuket.. Tapi saya justru suka dengan kota-kota kecil seperti ini yang suasananya laid-back, tidak crowded, dan jauh dari hustle-bustle kota besar.. Semoga bisa terwujud dalam waktu dekat.. Sudah terbayang bakalan menyenangkan jalan-jalan sore bersama orang-orang tercinta di tepi sungai Khwae Yai dan mengunjungi taman bunga matahari di Baan Rai Nai Rung..


Happy belated 10th Blog Anniversary to NatInBali

Here's to many more years of blogging

 

With Love ~ Nat


Saturday, July 23, 2022

Nat is Back

Hi everyone.. Hope each of you are doing well.. Very sorry for not updating this blog for so long.. I've been busy adjusting here in Surabaya (lol).. Thank you for all the support.. Even after a long time not posting anything, I'm still receiving comments and questions here.. I will try to update again.. So please stay tuned..

 

After 1.5 years hiatus, Nat is back ^_^


Thursday, July 4, 2019

Traveling Mandiri (tanpa paket tour / travel agent) ke China / Tiongkok?? Siapa Takut!!



Berhubung banyak yang bertanya kenapa saya berani traveling ke China / Tiongkok tanpa ikut tour (paket tour), jadi saya kepikiran untuk menulis post ini.. Tapi beneran lho, setiap kali cerita ke saudara atau teman, comment atau pertanyaan yang sering saya dapatkan adalah “beneran ga pakai tour?”, “kok berani sih??”, “ga takut nyasar??”, “memang bisa Bahasa Mandarin?”, dan seterusnya.. Saya bingung juga harus menjawab apa.. hahaha.. Lha wong memang dari pertama kali traveling, saya tidak pernah ikut tour.. Traveling bareng rombongan saja baru sekali sewaktu ikut acara kampus.. Sisanya ya traveling mandiri alias semua diurus sendiri.. hahaha..

Buat saya, traveling ke China sama saja dengan traveling ke negara lain yang non-English-speaking countries, seperti Thailand, Vietnam, dan Cambodia.. Destinasi-destinasi ini terlihat lebih “menantang” karena permasalahan bahasa saja.. Apalagi orang China memang terkenal tidak bisa ber-bahasa Inggris.. Makanya banyak orang memutuskan untuk ikut paket tour.. Semua sudah diatur dan disiapkan, jadi hanya perlu duduk manis saja.. Tapi buat saya, keseruan traveling itu justru dimulai saat menyusun itinerary.. Browsing-browsing mengenai tempat wisata yang mau dikunjungi, kuliner lokal apa saja yang ingin dicicipi, sampai mempelajari peta dan rute MRT, semuanya buat saya adalah hal yang seru dan menantang banget.. Lagian saya juga merasa wasting time banget kalau harus ikut agenda wajib ke toko-toko yang selalu disisipkan di sela-sela jadwal tour.. Belum lagi harus “terpaksa” mengikuti schedule yang terkedang melelahkan itu.. Enakan jalan sendiri, bisa mengatur sendiri mau bangun jam berapa dan mau kemana saja.. hehehe..

Selain persoalan bahasa, hal lain yang menyebabkan orang lebih banyak memilih ikut tour adalah wilayah negara China yang luas banget itu.. Selain wilayahnya yang luas, tempat wisatanya juga banyak.. Kalau mau dikunjungi semua, tentu memerlukan transportasi yang memadai.. Sedangkan kalau ikut tour kan semua sudah disiapkan, mulai dari bus, kereta, dan penerbangan domestic antar kota di China.. Seperti teman kantor saya yang baru pulang berlibur ke China.. Dia ikut paket tour dan diajak berkeliling 4 kota di China, yaitu Beijing, Shanghai, Hangzhou, dan Suzhou..

Tapi di balik semua alasan yang saya sebutkan di atas, tetap memungkinkan kok traveling ke China tanpa ikut tour.. Malahan justru lebih seru dan menantang kalau menurut saya.. Memang sih bakalan lebih “repot” dibandingkan dengan ikut tour.. Tapi menurut saya masih sebanding kok, apalagi sisa budget-nya kan bisa kita gunakan untuk shopping-shopping.. hahaha..

Beberapa tips yang bisa saya bagikan buat teman-teman yang mau traveling ke China tanpa ikut tour : 

       1.   Apply Visa China
Berhubung traveling-nya tanpa ikut tour, jadi kita punya 2 opsi untuk pengurusan Visa China.. Kita bisa apply sendiri ke CVASC (Chinese Visa Application Service Centre) atau menggunakan jasa travel agent.. Buat teman-teman yang berdomisili di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bali, saya sarankan langsung apply ke CVASC saja.. Dikarenakan di empat kota tersebut sudah dibuka CVASC.. Pengalaman saya apply Visa China di CVASC Bali sudah pernah saya post di sini ya.. Yang jelas tidak pakai ribet dan ngantri sama sekali.. Untuk teman-teman yang berdomisili di luar empat kota yang saya sebutkan tadi, terpaksa harus menggunakan jasa travel agent.. Sebagai perbandingan, selisih biaya pengurusan Visa China antara apply sendiri dan menggunakan jasa travel agent berkisar antara 100k – 450k..


 CVASC Bali (Jl. Bypass Ngurah Rai Sanur)


            2.   Internet Connection is a Must
Kalau traveling ke China tanpa ikut tour, koneksi internet adalah hal yang wajib ya.. Mau beli paket roaming boleh.. Bawa pocket WIFI juga boleh.. Kalau beli sim card local sih tidak saya sarankan ya.. Karena selain harganya mahal, prosesnya juga ribet.. Saya pribadi lebih suka beli paket roaming.. Memang lebih mahal, tapi jauh lebih simple karena tidak perlu pakai VPN segala.. As we all know, beberapa aplikasi dan situs tertentu itu diblokir di China.. Celakanya yang diblokir itu kebanyakan yang bakalan kita pakai selama traveling, seperti Google Translate, Google Maps, Gmail, Instagram, Whatsapp, dll.. Untuk pengguna Telkomsel seperti saya, tersedia paket roaming mulai dari 120k (3 hari – 1GB)..


Paket Roaming Tekomsel 7 Hari



       3.   Plan Your Trip and Make Itinerary
Merencanakan perjalanan dan membuat itinerary itu sangatlah penting ketika kita traveling mandiri alias tanpa ikut tour.. Apalagi kalau liburannya ke China yang kota-kotanya itu besar dan luas banget.. Kalau tidak direncanakan dengan baik, bisa-bisa wasting time dan ujung-ujungnya tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi atau malah melewatkan tempat keren yang seharusnya dikunjungi.. Berbekal itinerary yang di-planning dengan baik, kita bisa memanfaatkan waktu dengan baik.. Beberapa tempat wisata yang letaknya berdekatan, bisa sekalian dikunjungi dan kalau punya waktu lebih bisa juga mampir ke kota lain yang jaraknya berdekatan.. Pengalaman saya ketika berkunjung ke Guangzhou awal tahun ini, waktu 3 hari itu sangat kurang.. Padahal saya selalu keluar hotel pagi hari dan baru kembali saat malam hari.. Tapi tetap saja selalu kejar-kejaran dengan waktu karena begitu banyak tempat yang ingin dikunjungi.. Selain itu, lokasi tempat wisata yang berjauhan juga harus diperhitungkan karena otomatis akan banyak menghabiskan waktu di jalan.. Kalau berlibur ke China pun saya sarankan langsung dalam waktu yang cukup lama, misalkan seminggu.. Karena kalau 3 hari, tidak bakalan cukup.. Seperti di Guangzhou, kalau mau mengunjungi semua pusat perbelanjaan seperti Baima dan kawan-kawannya itu, kayaknya perlu waktu berminggu-minggu.. hahaha..


       4.   Public Transport in China
Untungnya public transport di China itu sangat bisa diandalkan, termasuk untuk para wisatawan.. Sebagian besar kota di China sudah di-support oleh Metro atau Subway yang mirip dengan MRT kalau di Jakarta, Singapore, dan KL.. Semua petunjuk, termasuk map, tersedia dalam versi Bahasa Inggris-nya juga.. Jadi no worries at all.. Di website resmi Metro masing-masing kota juga sudah tersedia menu “journey planner”.. Jadi kita bisa tahu kalau dari tempat A mau ke tempat B harus naik Metro line apa dan turun di station mana, lengkap dengan exit yang harus dipilih dan tarifnya.. Kalau bakalan sering naik Metro, saya sarankan membeli tiket jenis one-day-pass atau three-day-pass.. Berbekal tiket harian seperti ini, kita bisa sepuasnya naik Metro dan yang terpenting tidak perlu antri di machine ticket setiap kali ingin naik Metro..

Kondisi Metro-nya juga bersih dan nyaman kok.. Walaupun peak hours, Metro-nya tidak penuh-penuh banget seperti di Singapore dan Bangkok yang sampai berdesak-desakan itu.. Hanya saja, untuk yang traveling dengan orang tua, harus dipertimbangkan kalau mau naik Metro.. Alasan pertama, tidak di semua exit tersedia escalator atau lift.. Jadi harus naik atau turun tangga manual.. Alasan kedua, untuk menuju Metro itu terkadang harus jalan lumayan jauh karena melewati lorong-lorong yang panjang.. Saya yang muda begini saja kadang merasa hopeless melihat lorong-lorong panjang itu, terutama ketika malam hari di saat betis saya sudah menyerah dipakai jalan seharian.. hahaha..


 Metro in Shenzhen


Ada yang penasaran dengan Grab di China?? Di China ada yang namanya DiDi.. DiDi ini ya bisa dibilang Grab versi China.. Sayangnya kita sebagai tourists belum bisa menggunakan DiDi karena DiDi hanya menerima pembayaran menggunakan AliPay atau WeChatPay (atau platform digital payment lainnya).. Sedangkan salah satu syarat untuk memiliki account di AliPay dan WeChatPay adalah memiliki account bank China.. Jadi kesimpulannya ya kita tidak bisa menggunakan DiDi ini.. Opsi lainnya adalah taxi.. Awalnya saya ragu untuk naik taxi karena takut tarifnya mahal atau kena scam.. Ternyata setelah dicoba, tidak semahal yang saya bayangkan.. Sama saja dengan tarif taksi di Indonesia.. Driver-nya juga baik-baik kok, walaupun sempat ketemu satu driver yang tidak mau menggunakan argo.. Semenjak itu, saya jadi sering naik taxi karena kalau keseringan naik Metro, kasihan papa-mama saya yang usianya sudah tidak muda lagi.. hahaha..

Bus kota sebenarnya juga bisa diandalkan.. Sayang buat yang tidak bisa berbahasa Mandarin seperti saya ini, kesulitannya adalah membaca rute dan nomer bus yang melayani rute yang ingin kita naiki.. Padahal tarif bus di China itu murah meriah lho.. Di kota besar biasanya 2 RMB atau sekitar IDR 4k dan di kota kecil biasanya 1 RMB atau sekitar IDR 2k saja..


Public Bus in Sanming


       5.   China's High Speed Trains
Sudah sampai di China, rugi banget kalau tidak mampir ke banyak kota.. Apalagi kini di China tersedia high speed trains (bullet trains) yang melayani berbagai rute antar kota dan daerah.. High speed trains kebanggaan China ini adalah salah satu yang tercepat di dunia, dengan kecepatannya yang bisa mencapai 350 km/h.. Ada sekitar 2800 pairs trains yang beroperasi setiap hari, menghubungkan 550 kota yang ada di China.. 

Naik high speed trains menurut saya jauh lebih convenient dibandingkan pesawat, tentunya dengan harga yang jauh lebih murah.. Misalkan untuk rute Xiamen – Guangzhou, harga tiket kereta kelas First Class sekitar IDR 800k dengan waktu tempuh 4 jam.. Sedangkan harga tiket pesawat mulai dari IDR 1.5juta dengan waktu penerbangan 1 jam plus 2 jam waktu tunggu di airport..

Kereta-kereta ini tersedia dalam 3 pilihan kelas, yaitu Second Class, First Class, dan Business Class.. Kalau untuk durasi yang singkat sekitar 1-2 jam, Second Class sudah cukup nyaman.. Untuk perjalanan dengan durasi di atas 2 jam, mungkin bisa memilih First Class yang seat-nya lebih lebar sehingga lebih nyaman.. Kalau kelas Business Class-nya, sudah mirip dengan Business Class di pesawat, dengan seats yang bisa diubah menjadi 3 posisi, yaitu seated, reclining, dan lie-flat..


 Train C7074 - Shenzhen to Guangzhou


Beberapa rute favorit yang bisa ditempuh menggunakan high speed trains, antara lain Beijing–Shanghai–Hangzhou, Shenzhen-Guangzhou, Xiamen–Fuzhou, dan masih banyak lagi.. Untuk booking tiket kereta, tidak saya sarankan beli on-the-spot ya.. Apalagi untuk rute-rute sibuk dan favorit seperti Beijing – Shanghai.. Penjualan tiket kereta akan dibuka 14 hari sebelum keberangkatan.. Untuk pembelian online sebenarnya bisa dilakukan di website resmi China Railway di 12306.cn.. Sayangnya untuk melakukan pembelian di website ini, kita harus memiliki nomer telepon local, jadi sebagai tourists otomatis kita tidak bisa melakukan pembelian di website ini.. Hal ini yang kemudian menyebabkan banyak situs di internet yang menawarkan “jasa” untuk membelikan tiket kereta, tentunya dengan sejumlah fee yang harus kita bayar.. Dari sekian banyak situs yang ada, yang paling saya rekomendasikan adalah Trip.com.. Trip.com ini ibarat Traveloka atau Tiket.com versi China.. Jadi ada aplikasi yang bisa di-install di smartphone juga.. Untuk booking fee-nya, nominalnya bervariasi tergantung pada harga tiketnya.. Biasanya berkisar antara 2 – 5 USD per tiketnya.. Jadi setelah booking, kita hanya perlu membawa bukti & kode booking ke railway station atau ticket office terdekat untuk ditukarkan dengan tiket kereta.. Pembayarannya pun bisa menggunakan credit card jadi tidak perlu repot-repot bawa CNY dan beli langsung di railway station..

   
6.   Learning Chinese Language
Walaupun mata saya sipit, sayangnya saya tidak bisa berbahasa Mandarin.. hahaha.. Berhubung orang China dikenal dengan kemampuan Bahasa Inggris-nya yang kurang, jadi satu-satunya cara ya kita yang belajar Bahasa Mandarin.. hahaha.. Walaupun ada Google Translate, sekedar belajar cara mengucapkan "terima kasih", "halo", "harganya berapa", kan tidak ada salahnya.. Berdasarkan pengalaman saya, orang-orang lokal yang saya temui akan lebih respect dan ramah ketika kita bertanya menggunakan Bahasa Mandarin dibandingkan Bahasa Inggris.. Jadi selama di China, saya belum pernah bertemu dengan orang local yang judes atau cuek ketika ditanyai sesuatu.. Padahal Bahasa Mandarin saya juga ala kadarnya kok.. Sebagai contoh kalau saya kebingungan mencari suatu tempat, biasanya saya menunjukkan foto tempat tersebut, sambil menambahkan kalimat “zài nǎlǐ?" yang artinya "dimana?".. Surprisingly it works all the time.. hahaha..

Beberapa kata yang bisa dihafalkan sebelum traveling ke China antara lain :
·         Hello   :  Nǐ hǎo        
·         Good Morning   :  Zǎoshang hǎo
·         Thank you   :   Xièxiè
·         How are you?   :   Nǐ hǎo ma?
·         How much is this?   :   Zhège duōshǎo qián?
·         What is this?   :   Zhè shì shénme?
·         I want to go to…   :   Wǒ yào qù...
·         Where is …?   :   ...zài nǎlǐ?
·         I’m sorry   :   Duìbùqǐ
·         Where is toilet?   :   Cèsuǒ zài nǎlǐ?


7.   Bring Cash & ATM
Saat ini di China, orang local kebanyakan menggunakan platform digital payment untuk transaksi jual-beli sehari-hari, entah itu AliPay, WeChatPay, dll.. Sayangnya kita sebagai travelers, belum bisa menikmati kemudahan ini.. Satu-satunya cara ya menggunakan uang cash.. Lucunya kadang saya menemukan penjual yang kesulitan mencari uang kembalian saat saya membayar belanjaan saya dengan uang cash.. Jadi sepertinya pembeli lain hampir semuanya membayar menggunakan AliPay atau WeChatPay.. Kalau uang cash saja sudah jarang digunakan, apa kabar kartu kredit?? Saya hanya pernah menggunakan kartu kredit di hotel tempat saya menginap untuk membayar deposit.. Kalau saya lihat di toko-toko dan supermarket, sudah tidak ada jejeran mesin kartu kredit seperti di Indonesia.. Dikarenakan uang cash sebagai satu-satunya pilihan pembayaran yang bisa kita gunakan, jadi pastikan membawa uang dalam RMB atau CNY dalam jumlah yang cukup ya.. Money changer sendiri tidak banyak saya temukan di China, kecuali di airport.. Kalau kepepet, bisa mengambil uang tunai di ATM.. Jadi pastikan membawa kartu ATM yang berlogo Visa, MasterCard, UnionPay, dll..


 RMB / CNY


8.   Toilet in China (prepare yourself, lol)
Banyak orang Indonesia, at least yang saya temui, berpikir 2 kali ketika mau traveling ke China.. Kebanyakan alasannya adalah karena cerita dan isu yang berkembang, terutama mengenai joroknya toilet di China.. hahaha.. Saya sendiri termasuk yang sudah parno duluan ketika mau pertama kali berangkat ke China.. Duh pokoknya cerita-cerita yang saya dengar itu seram-seram banget.. Apalagi saya orangnya memang agak rewel urusan per-toilet-an.. Turned out, saya berhasil kok survived selama 3 hari di China walaupun setiap hari harus menemukan aneka kondisi toilet, mulai dari yang bersih banget sampai yang kotor banget.. hahaha..

Kalau dipikir-pikir sih, tidak seseram yang dibayangkan kok.. Sama saja seperti di Indonesia.. Ada yang kotor, ada juga yang bersih.. Berdasarkan pengalaman saya, semakin modern kota yang dikunjungi, maka toiletnya akan semakin bersih.. Semakin ke pedesaan, maka toiletnya juga cenderung lebih kotor.. Saya pernah kok masuk ke toilet di SPBU di China.. Kondisinya sama saja seperti toilet di SPBU di Indonesia.. Kebanyakan toilet yang kotor itu, selain tidak disiram, baunya juga "semerbak" banget.. Saya sampai bercanda dengan adik saya, jangan-jangan Harpic dan Porstex itu tidak laku di China.. hahaha..

Beberapa tips dari saya untuk masalah per-toilet-an di China.. Tips pertama, bring your own tissue.. Hampir semua toilet di China itu tidak menyediakan tissue (kecuali di hotel dan tempat eksklusif), jadi lebih baik bawa sendiri.. Hampir semua toilet di China juga tidak ada bidet atau hand shower-nya, jadi tissue basah juga wajib dibawa ya.. hahaha.. Tips lainnya adalah menghindari toilet-toilet di tempat wisata yang biasanya lebih ramai dan kotor.. Biasanya saya mencari toilet di mall-mall, yang tentu saja lebih modern dan lebih bersih.. Untuk toilet terkotor yang pernah saya temukan di China, rekornya masih dipegang oleh Ninghua di Sanming dan Tianzi Wharf di Guangzhou.. hahaha..



Semoga dari beberapa tips yang saya bagikan di atas, bisa berguna buat teman-teman yang mau traveling ke China ya.. Kalau beberapa orang yang saya kenal, mengaku kapok ke China dan tidak mau balik lagi, saya termasuk kelompok yang tidak kapok.. hahaha.. China has so much to offer.. Thanks to its size, China offers limitless places to explore, great variety food to taste, thousand years of culture, numerous places to shop (from shopping streets to large-scale modern shopping malls), and many more.. China is also a safe country to travel.. Destinasi-nya pun banyak banget.. Yang doyan belanja, bisa pergi ke Shenzhen dan Guangzhou.. Yang doyan alam, bisa pergi ke Guilin dan Zhangjiajie .. Yang doyan sejarah dan kepengen melihat Great Wall, bisa pergi ke Beijing.. Yang doyan ke Disneyland dan kota metropolitan, bisa pergi ke Shanghai.. hehehe..

I ended up falling in love and can't wait to go back to China.. So, let's visit China.. 


Sunday, June 2, 2019

KDrama ~ My Mister (My Ahjussi / Naui Ajusshi / 나의 아저씨)


Annyeong.. Setelah beberapa bulan "hiatus" dari dunia kdrama, akhirnya saya memutuskan untuk menonton kdrama lagi.. Apalagi di tengah-tengah penulisan karya ilmiah dan persiapan tugas akhir program, saya memang perlu hiburan.. Biar ga stress kan ya.. hehehe.. Sayangnya kdrama yang "on-going" tidak ada yang menarik di hati.. Berharap banyak dengan drama-nya TVN yang baru tamat itu.. Tapi kalau lihat clip-nya di IG, kok ya tiap episode kissing melulu.. Saya yang biasanya doyan dengan drama bergenre rom-com, tiba-tiba malas banget nonton drama model begitu.. Untungnya ketika lagi IG-an, tanpa sengaja saya menonton clip-nya drama My Ahjussi.. Video yang singkat itu ternyata cukup membuat saya penasaran untuk langsung streaming episode demi episode drama My Ahjussi ini..




Di sini saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang alur cerita My Ahjussi.. Secara banyak situs dan blog yang sudah membahas drama ini secara detail.. Go check this cool web.. Di sini sudah dijelaskan panjang lebar, why we should watch My Ahjussi.. hehehe.. Sekilas tentang drama ini :



Drama  :  My Mister  /  My Ahjussi  /  Naui Ajusshi

Hangul  :  나의 아저씨

Director  :  Kim Won-Suk

Writer   :  Park Hae-Young

Network  : tvN

Episodes  :  16

Release Date  :  21 March 2018 - 17 May 2018


Cast  :  
Lee Sun-Kyun as Park Dong-Hoon

IU  /  Lee Ji-Eun as Lee Ji-An

Park Ho-San as Park Sang-Hoon

Song Sae-Byeok as Park Gi-Hoon

Lee Ji-Ah as Kang Yoon-Hee

etc.



More info  :  Wikipedia  or  AsianWiki




Synopsis  :
A man (Lee Sun-Kyun) in his 40's withstands the weight of life. A woman (IU) in her 20's goes through difficult experiences, but also withstands the weight of her life. The man and woman get together to help each other.
Dong-Hoon (Lee Sun-Kyun) is married to Yoon-Hee (Lee Ji-Ah). His wife is secretly having an affair with a senior executive at the construction company where he works. Yoon-Hee wants to divorce Dong-Hoon and marry the executive, Joon-Young (Kim Young-Min). Dong-Hoon also has two brothers who live with his mother. The oldest brother, Sang-Hoon (Park Ho-San), doesn't have a job and he is separated from his wife. Gi-Hoon (Song Sae-Byeok) is the youngest brother and he wants to become a movie director.
Meanwhile, Ji-An (IU) lives in a difficult situation. She supports her grandmother who is unable to move by herself. Ji-An is also in heavy debt and is harassed by loan shark Gwang-Il (Chang Ki-Yong). She works as a temp employee at the same construction company as Dong-Hoon. One day, she sees Dong-Hoon receive 50 million won ($50,000 USD) of gift certificates. She goes back to the office late at night and takes the gift certificates from Dong-Hoon's desk. She tries to pay off her debts with the gift certificates, but her plan doesn't work out.
Ji-An learns that Joon-Young, the company Vice President, is having an affair with Dong-Hoon's wife. She goes to Joon-Young and offers to make Dong-Hoon leave the company if he will pay her. 


For me, this drama is simply a masterpiece.. Bahkan ketika saya selesai menonton episode ke-16-nya, saya masih susah move-on dari drama ini.. Ujung-ujungnya re-watching.. hahaha.. Anehnya, saya biasanya tidak suka drama model begini.. Ceritanya lumayan "berat" untuk saya yang penggemar drama rom-com.. Apalagi drama ini minim skinship.. hehehe.. Tapi walapun minim skinship, drama ini sukses buat saya baper sebaper-bapernya.. Padahal drama ini bisa dibilang bukan romantic drama.. No kissing, hug pun cuma sekali doang.. Tapi lihat Ahjussi dan Jian tatap-tatapan saja sudah berhasil membuat saya ikutan sedih dan baper.. Makanya banyak yang bilang, My Ahjussi ini adalah the most romantic non-romantic drama.. hahaha..

Buat sebagian orang, plot drama ini memang tidak biasa.. Ga heran di Korea Selatan pun saat itu sampai heboh karena mengira drama ini menceritakan tentang kisah cinta Ahjussi berusia 45 tahun dengan cewek muda berusia 21 tahun.. Ditambah lagi dengan pemainn utamanya yang merupakan idol atau penyanyi terkenal di Korsel.. Tambah deh banyak yang ribut, sampai-sampai sutradara dan casts-nya harus berulang kali menjelaskan bahwa drama ini tidak dan bukan sekedar love story seperti yang dikira banyak orang.. Kalau saya sih percaya bahwa "when you truly love someone, age is just a number"..  So sudah pasti saya masuk ke team pendukung Ahjussi & Jian.. hahaha..












Tapi drama My Ahjussi ini tidak hanya menawarkan kisah romantis lho.. Banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik dari drama ini.. Bagaimana dua orang dengan latar belakang yang sangat berbeda, dengan berbagai permasalahan dan beban hidup, bisa bertemu, saling membantu dan menyemangati, sampai akhirnya menemukan kebahagiaannya masing-masing..




Standing ovation juga untuk director dan screenwriter drama My Ahjussi ini.. Drama ini digarap dengan ciamik banget.. Padahal kalau dilihat, kebanyakan scene-nya hanya di dalam kereta (metro), di bar, di kantor, dan di jalanan.. Tapi attention-to-detail-nya benar-benar luar biasa.. Dua pemain utama My Ahjussi, Lee Sun-Kyun dan Lee Ji-Eun pun ternyata sukses membungkam mulut para haters.. Duet mereka ini sukses membius para penonton.. Pada ga menyangka kan IU cocok juga disandingkan dengan Lee Sun-Kyun yang jauh lebih senior.. Banyak scene di My Ahjussi ini yang tanpa dialog, kalau pun ada, kata-katanya sangat singkat dan sederhana.. Untuk itu diperlukan akting yang mumpuni, sehingga maksud dan emosi yang harus ditampilkan oleh para pemain tersampaikan ke para penonton.. Duh, ga heran deh kalau drama ini sukses menyabet penghargaan Best Drama dan Best Screenplay di 2019 BaekSang Arts Awards.. Harusnya sih layak juga mendapatkan penghargaan Best Actor dan Best Actress juga.. Siapa yang menyangka Lee Sun-Kyun dan Lee Ji-Eun memiliki chemistry yang daebak.. hehehe.. 









Buat yang belum pernah menonton drama ini, monggo dicoba.. Awalnya saya juga kurang tertarik, apalagi scene-nya banyak yang gelap dan kebanyakan pemainnya senior-senior semua.. Tapi setelah beberapa episode, saya malah jatuh hati.. Tiap malam bantal jadi basah karena mewek terus dan besoknya kerja dengan mata bengkak karena kebanyakan nangis.. hahaha..

Wednesday, January 16, 2019

Nat's Curhatan ~ Three Magic Words




 (taken from Google)


Ada yang pernah dengar tentang istilah "3 Magic Words"?? Konon menurut para ahli komunikasi, tiga kata ajaib “Please”, “Thank You”, dan “Sorry” atau kalau dalam versi Bahasa Indonesia-nya menjadi “Tolong”, “Terima Kasih”, dan “Maaf” ini mampu membangun hubungan yang baik antar manusia..  Awalnya saya juga bertanya-tanya kenapa tiga kata ini sampai disebut sebagai magic words.. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, menyisipkan satu kata ini ternyata bisa membuat dampak  yang berbeda lho, terutama terhadap orang yang kita ajak berkomunikasi.. Contohnya saja kalimat “Ambilkan buku itu” dengan “Tolong ambilkan buku itu” pasti akan terdengar berbeda dan memberikan makna yang berbeda juga bagi yang mendengarkannya.. 

Sayangnya banyak orang yang melupakan dan meremehkan tiga kata ajaib ini.. Saya termasuk seorang anak yang beruntung karena dibesarkan oleh kedua orang tua yang benar-benar concern masalah etika, sopan santun, dan tata krama.. Tapi entah kenapa, saya merasa semakin ke sini sepertinya nilai-nilai tersebut sudah mulai luntur, well at least berdasarkan pengalaman saya sehari-hari.. hehehe.. Jangankan mengucapkan kata "tolong" dan "maaf", untuk sekedar mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu saja terkadang tidak dilakukan..


Saya masih ingat betul kejadian beberapa tahun yang lalu.. Saat itu kebetulan rekan kerja saya  mendapatkan seorang staff baru (sebut saja si A), seorang pria yang usianya masih di awal 20 tahunan.. Lama-lama diperhatikan, ternyata si A ini kalau diberi sesuatu, misalkan makanan, tidak pernah mengucapkan terima kasih.. Lama-lama si A akhirnya ditegur juga oleh rekan kerja saya.. Negurnya sih secara baik-baik ya, karena kami berdua suka gemas sendiri.. Dikasih orang sesuatu, hanya diam saja.. Semenjak itu, si A sudah biasa mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu.. Satu hal yang mengganjal di benak saya, apakah si A ini memang tidak pernah diajarkan untuk mengucapkan terima kasih sedari kecil ya??


Ternyata semakin ke sini, semakin sering saya bertemu dengan orang yang tidak “terbiasa” mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu.. Sesuatu di sini bisa berupa barang, tindakan, waktu, dll ya.. Dari yang usianya masih muda sampai yang sudah tua.. Dari yang pendidikannya tinggi sampai yang biasa saja.. Saya sih bukan orang yang “gila-terima kasih” sampai ingin orang berterima kasih setiap menerima “sesuatu” dari saya.. Heran saja gitu.. wkwkwk.. Ada lho orang yang saya kenal, sudah dibelikan barang yang menurut saya harganya lumayan mahal (untuk ukuran kantong saya) dan proses mencarinya perlu perjuangan, eh ketika nerima barangnya, bukannya bilang terima kasih malah bilang "saya sudah punya yang warna dan modelnya mirip seperti ini".. hahaha.. Sudah dikasih gratis, harusnya kan diterima saja ya.. Susah sih memang kalau orangnya tanpa empati begitu.. wkwkwk.. Bahkan menurut saya, orang “kecil” justru lebih punya sopan santun lho.. Tukang parkir saja yang saya lebihkan lagi seribu perak, sampai mengucapkan terima kasih berkali-kali.. Atau driver delivery makanan yang saya lebihkan 5k atau 10k, bisa berterima kasih berulang-ulang kali.. 

Pernah juga saya tiba-tiba menerima pertanyaan dari rekan kerja saya lainnya, kenapa saya mengucapkan terima kasih ketika mengakhiri percakapan di telepon atau ketika membeli makanan.. Saya sampai bingung harus menjawab apa.. Contohnya ketika kita membeli makanan, apakah karena kita membayar jadi kita tidak boleh mengucapkan terima kasih?? Kalau menurut saya, terima kasih juga perlu kita ucapkan kepada cashier atau waitress yang sudah melayani kita dengan baik.. Tanpa mereka tentu makanan yang kita pesan tidak akan bisa kita nikmati.. 


Kalau untuk berterima kasih saja sudah susah, bisa dipastikan dua kata ajaib lainnya, “Tolong” dan “Maaf” juga bakalan sulit terucapkan.. Daripada kata-kata kita terdengar seperti memerintah, menyisipkan kata “tolong” sebenarnya sama sekali tidak sulit kok.. Persoalannya hanya mau atau tidak.. Begitu pula dengan mengucapkan maaf.. Apakah harus yang bersalah yang mengucapkan maaf, atau yang lebih tua yang harus mengucapkan maaf?? Mengatakan maaf sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan kok.. Yang lebih sering, perasaan gengsi lah yang menghalangi kita untuk mengucapkan maaf.. 


Sebenarnya post kali ini juga menjadi bahan intropeksi untuk saya sendiri.. Salah satu quote yang saya suka, “Treat people the way you want to be treated, talk to people the way you want to be talked to, respect is earned not given”..  Jadi kalau saya ingin diperlakukan dengan baik, saya harus lebih dulu memperlakukan orang lain dengan baik pula.. Semua kembali lagi ke hukum karmapala dan tabur-tuai.. Percayalah kalau kita selalu berbuat baik, maka kebaikan juga yang akan kita temui dan dapatkan tak peduli apapun yang kita lakukan atau kemanapun kita melangkah.. Mulai sekarang, mari bersama-sama kita coba untuk selalu menyisipkan ketiga kata ajaib ini ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar kita.. 

Cheers ~ Nat