Showing posts with label Random. Show all posts
Showing posts with label Random. Show all posts

Wednesday, November 30, 2022

10 Things You Might Not Know About NatInBali

Another random topic to post yang akhirnya di-publish juga setelah sekian lama diam di folder drafts.. hahaha.. Here it is, 10 things you might not know about NatInBali : 
 

1. Lahir di Surabaya

Di KTP saya memang tertulis tempat kelahirannya di Surabaya.. Tapi sebenarnya saya lahir di Denpasar, Bali.. Dikarenakan urusan administrasi yang hanya kedua orang tua saya yang bisa menjelaskan, akhirnya yang tercatat di Akta Lahir saya adalah Surabaya.. Tiga puluh satu tahun kemudian, akhirnya saya beneran pindah dan tinggal di Surabaya..

 

2. Penakut

Saya orangnya penakut banget untuk urusan yang berbau mistis.. Jangankan nonton film horror, nonton film yang berbau misteri atau pembunuhan, malamnya saya pasti ga bisa tidur.. Kalau pun terpaksa diseret oleh sahabat saya nonton film horror di bioskop, saya bakalan pakai headset, pasang lagu dengan volume yang keras dan tutup mata.. hahaha.. Bahkan dulu sewaktu saya sekolah, kebetulan lagi populer komik Detective Conan dan Detective Kindaichi.. Setiap baca komik ini, pasti malamnya susah tidur, tapi herannya tetap saja saya baca.. hahaha.. Pernah juga suatu kali, saya dan adik saya bertekad mau nyobain wahana Haunted House di Jatim Park.. Sudah ditekadin banget dan waktu itu ngantrinya juga panjang banget, mungkin sekitar 30 menit.. Pas giliran masuk, ga sampai 10 langkah, kita sudah lari kabur cari pintu keluar.. hahaha..


3. Kecoa?? Siapa Takut

Kalau saya takut banget dengan hal-hal yang berbau mistis, kebalikannya saya justru tidak takut dengan serangga, ular, tikus, dll.. Nah adik saya kan takut banget dengan yang namanya kecoa.. Pernah suatu hari, dengan sengaja saya ambil kecoa yang masih hidup dan saya bawa ke adik saya yang otomatis langsung menjerit dan lari ketakutan.. hahaha.. 


4. I Can Eat Almost Everything

Kalau banyak yang mengira saya pemakan segala, well tunggu dulu.. Untuk urusan makanan, secara umum saya memang suka semuanya dan tidak pilih-pilih makanan.. Dari sekian banyak makanan di dunia, saya kurang suka dengan Indian Food dan Middle East Food.. Kemudian saya juga hanya makan daging ayam, daging sapi, daging babi, dan seafood.. Jadi saya tidak bisa makan bebek, daging kambing, burung dara, kalkun (turkey), dll.. Makanya banyak yang kaget pas saya bilang saya ga bisa makan bebek, padahal di Surabaya terkenal akan bebeknya yang enak-enak.. Pernah saking penasarannya, saya beli lah Nasi Bebek 1 porsi.. Eh suapan pertama saja, sudah ga bisa tertelan.. Kalau daging kambing, saya hanya bisa makan sewaktu di Solo.. Jadi ada satu rumah makan sate langganan papa saya, nah ini saya masih bisa makan walaupun hanya satu potong kecil.. hehehe..


5. Always Iced

Untuk minuman, saya juga tidak bisa minum minuman hangat / panas.. Jadi walau sedang batuk pun, saya pasti pesannya less ice ataupun kalau sudah diomelin papa mama saya, baru deh tobat pesan yang tanpa es.. 


6. Bisa Bahasa Thailand

Akibat dari seringnya saya menonton Lakorn atau drama Thailand, secara otomatis saya jadi bisa berbahasa Thailand.. Awalnya hanya mengerti beberapa kosa kata, kemudian lama kelamaan jadi bisa.. Selain nonton Lakorn, saya juga suka belajar dari Youtube.. Setiap kali ke Thailand, kemampuan Bahasa Thai saya juga semakin terasah.. Walaupun sampai sekarang saya belum bisa membaca tulisan Thai yang sulitnya sudah melampaui Hanzi (汉字).. Tapi paling tidak Bahasa Thai ini berguna banget kalau lagi shopping di Thailand karena bisa dapat harga local.. Apalagi dari tampilan, juga sangat mendukung jadi seringkali saya dikira orang Thailand..


7. My Heaviest was at 128 kgs

Bagi yang sudah pernah membaca post ini, pasti sudah tahu kalau saya berhasil menurunkan berat badan saya sekitar 45 kg dalam waktu kurang lebih 2 tahun.. Berat badan saya terberat itu mencapai angka 128 kg dan itu di masa-masa saya kuliah dan awal-awal bekerja.. Sebenarnya berat badan saya sekarang pun masih jauh dari ideal.. Apalagi dalam waktu hampir 2 tahun di Surabaya, berat badan saya sudah naik 10 kg.. hahaha..

 

8. Tidak Bisa Tidur Dalam Perjalanan

Saya adalah orang yang tidak bisa tidur dalam perjalanan, mau itu naik mobil, naik bus, naik pesawat, naik kereta, dll.. Untuk menyiasatinya, apalagi untuk perjalanan dengan durasi yang lama, saya selalu minum obat tidur.. Itu pun kalau ada turbulence atau pas serving makanan di pesawat, saya pasti kebangun dan ga bisa tidur lagi.. 


9. Pernah Kerja di Restaurant

Selepas lulus kuliah, saya bekerja selama 6 bulan di salah satu restaurant yang cukup terkenal di Bali.. Cabangnya ada 4 dan tersebar di daerah Kuta, Sanur, Seminyak, dan Denpasar.. Ownernya teman papa saya, dan dari semenjak saya belum lulus kuliah, sudah diwanti-wanti kalau lulus nanti, harus kerja di restaurantnya.. Selama 6 bulan itu saya belajar banyak.. Mulai dari masuk freezer yang ukurannya sudah seperti kamar tidur saking besarnya.. Kemudian bagaimana cara mengoperasikan coffee machine dan cara membuat Latte, Cappucino, Americano, Espresso, etc.. Kemudian bagaimana membedakan belasan macam lettuce / selada, seperti Iceberg, Butterhead, Frisee, Romaine, Arugula, dll.. Termasuk bagaimana menghadapi berbagai karakteristik pelanggan, dari om-om genit sampai tante-tante yang cerewet.. hahaha.. 

 

10. Mantan Penggila Sepak Bola

Yup, saya adalah penggila sepak bola yang sudah tobat.. hahaha.. Kalau diingat-ingat, kok bisa ya dulu sewaktu SMA dan kuliah bela-belain begadang untuk nonton team kesayangan main.. Dulu saya penggemar berat Chelsea.. Bahkan dulu di kamar saya banyak tertempel posternya The Blues dan Frank Lampard.. Kalau team nasional, saya suka Brazil dan Jerman.. Dulu bahkan saya sering bertengkar dengan mantan pacar saya karena bola.. Alasannya adalah karena saya penggemar Chelsea dan dia penggemar Liverpool.. Bahkan dulu saya juga berjanji ke diri saya sendiri, saya tidak mau punya pacar yang penggemar MU dan Barcelona.. Jadi kalau ada cowok yang pdkt, harus tanya dulu team favoritnya dia apa.. hahaha.. Kalau sekarang, sesekali saja nontonnya, terutama sewaktu Piala Dunia atau final match..

Monday, October 17, 2022

Nat's Curhatan ~ Kapan Nikah???

Tulisan ini terinpirasi dari obrolan singkat saya dengan seorang teman beberapa waktu yang lalu.. Jadi teman saya ini, sebut saja si A, tiba-tiba curhat kenapa sampai sekarang belum menemukan pasangan hidup.. Padahal sudah lama menanti-nanti.. Saat itu saya bilang ke teman saya,"berarti memang belum waktunya, karena jodoh di tangan Tuhan, datangnya di saat yang tepat dan kadang tidak terduga"..

Dalam perjalanan pulang setelah obrolan singkat tersebut, saya pun berpikir, apakah hanya saya yang tidak kepikiran untuk mencari pasangan atau menikah ya.. Nyatanya teman saya yang usianya di bawah saya ternyata lagi galau memikirkan jodohnya yang tak kunjung datang.. To be honest, jangankan menikah ya, untuk pacaran saja tidak pernah terlintas di pikiran saya.. Biasanya pikiran untuk ingin punya pacar hanya muncul ketika Valentines Day.. Alasannya karena saya ingin dapat kiriman bunga & coklat ke kantor.. Biar dilihat oleh team saya, Ibu-nya ini punya pacar.. Karena sering kali saya disindir "Bu, pacarnya jangan disembunyikan, sesekali disuruh main ke kantor dan dikenalkan".. hahaha.. Sebenarnya kalau dipikir lagi, mungkin bukan tidak ingin punya pasangan ya.. Tapi hal tersebut bukanlah prioritas saya untuk saat ini.. Dan saya merasa fine-fine saja sendirian.. Mungkin benar kata sahabat saya, terlalu lama sendiri, jadi sudah merasa terlalu nyaman sendiri..

Seiring dengan bertambahnya usia saya, semakin sering pertanyaan yang satu ini, "kapan nikah???", mampir ke telinga saya.. Semenjak memasuki usia 30 tahun, semakin banyak orang yang bertanya kapan nikah dan sering kali saya bingung harus menjawab apa.. Jawaban yang paling sering saya gunakan adalah "yang diajak nikah belum ada" atau kalau lagi sensitif, saya jawab dengan "kapan-kapan".. hahaha.. Lucunya, pertanyaan ini bukan datang dari orang tua saya, tapi justru dari saudara/keluarga, teman, rekan kerja, atau bahkan orang yang baru pertama kali berjumpa dengan saya.. Mungkin benar kalau ada jokes yang mengatakan Indonesia memang negara "KEPO-lauan".. hahaha.. Orang tua saya justru dari dulu sama sekali tidak memaksa anaknya (saya dan adik saya) untuk cari pasangan.. Palingan hanya sebatas curhat, misalkan kalau mama saya habis reuni-an sama teman SMA-nya dan ditanya sudah punya cucu berapa..

Yang buat sedih adalah ketika pertanyaan "kapan nikah???" ini kemudian diikuti dengan sindiran dan comment seperti :

"jangan terlalu memilih"

"standard-nya jangan ketinggian"

"jangan keasyikan cari duit"

"nanti semakin tua, ga ada yang mau"

"kalau ga menikah, bukan wanita sempurna"

"siapa yang mau ngurus nanti kalau sudah tua"

and so on

 

Kalau dibilang memilih, menurut saya namanya cari pasangan ya memang harus memilih.. Apalagi untuk ke jenjang pernikahan, which is sekali untuk seumur hidup.. To be honest, saya tidak ada kriteria khusus, malah sejujurnya saya suka yang biasa-biasa saja.. Ga perlu yang putih dan ganteng karena nanti skin care-nya lebih banyak dari saya dan ga bisa diajak jalan-jalan ke pantai.. Ga perlu yang six-pack, karena nanti ga bisa diajak makan nasi padang malam-malam.. hahaha.. #justjoking 

Kalau boleh memilih, physically saya prefer yang lebih tinggi dan lebih tua (age gap > 5 tahun) dari saya.. Dari personality-nya, seiman, takut akan Tuhan, sayang orang tua, dan bisa bikin nyaman sudah cukup untuk saya.. Pengennya sih seseorang yang childish enough untuk nemenin saya main basket di Timezone, but mature & wise enough to have a meaningful conversation with.. Seseorang yang adventurous enough untuk diajak hiking atau backpacker-an, but religious enough untuk pergi misa harian dan doa bareng.. Seseorang yang mau diajak makan di warung tenda pinggir jalan, tetapi bisa juga menikmati ketika makan di fine-dining restaurant.. Seseorang yang bisa diajak masak bareng, kemudian cuddling di sofa sambil nonton Netflix.. Kok jadi banyak kriterianya ya.. hahaha.. Ini kan kalau boleh memilih.. Seringkali yang didapat malah jauh dari kriteria.. Sometimes we fall in love with the most unexpected person at the most unexpected time..

Masalah cari duit, saya rasa sah-sah saja.. Malah saya tidak mau jadi wanita yang bergantung pada pasangan saya.. Tetapi tentu prioritas akan berubah ketika sudah memutuskan untuk menikah dan berkeluarga.. Masalah semakin tua, tidak ada yang mau lagi, saya pikir jodoh tidak mengenal usia.. Banyak orang yang menikah di usia yang sudah tidak muda lagi dan bisa bahagia..

Selain sindiran dan comment, biasanya akan berujung pada niat baik untuk mencarikan jodoh buat kita.. Kadang ini yang sulit.. Ditolak nanti dikira sombong, diiyakan tapi membuat kita tidak nyaman.. Bahkan ada customer saya, yang sampai mengenalkan saudara dan teman-temannya yang masih single ke saya.. hahaha.. Ironis memang.. Niatnya baik tetapi mereka tidak sadar, terkadang ada beberapa orang yang memang menikmati kesendirian mereka dan belum berpikir untuk settle down.. Walaupun banyak yang dapat pasangan karena dijodohkan, saya prefer cara yang konvensional.. Makanya kalau ada yang dikenalkan atau ngajak kenalan atau PDKT, biasanya tidak saya ladeni.. Saya bukan orang yang gampang jatuh cinta dan kalau dari awal memang tidak ada chemistry atau sparks-nya, mau dikejar bagaimana pun, saya tidak akan luluh.. On the contrary, once in a while saya bisa tertarik kepada seseorang yang baru pertama kali saya temui.. Di awal mungkin lebih ke attraction, being intrigued and drawn to that person.. Feels like you've known him forever.. Sayangnya, ketika saya suka atau tertarik dengan seseorang, saya bukan orang yang bisa mengekspresikan perasaan saya.. Jadi ketika saya bisa dekat atau bercandaan dengan seorang pria, it means I don't have any special feelings for him.. Tapi justru dengan pria yang saya suka, saya akan bersikap cuek, dingin, dan menghindar.. Don't ask why, it's just my personality.. hahaha..

Back to our topic.. Single doesn't mean being lonely or alone.. Apalagi dalam case saya, saya ga pernah kesepian karena saya punya orang tua dan adik, dimana kami berempat dekat banget.. Kemudian ada sahabat dan rekan kerja juga.. Justru as an introvert, saya enjoy being alone.. Ada saatnya ketika saya ingin sendirian atau istilah sekarang "me time".. Biasanya saya jalan-jalan ke mall sendirian atau nonton bioskop sendirian atau naik mobil tanpa tujuan sambil mendengarkan musik.. 

Satu hal yang membuat saya tidak menjadikan mencari pasangan sebagai prioritas hidup saya adalah karena ada prioritas lain yang lebih urgent di dalam hidup saya.. Misalkan orang tua dan pekerjaan saya.. Semakin bertambahnya usia orang tua, maka semakin banyak perhatian yang perlu kita berikan untuk mereka.. Saya bersyukur karena saya belum berkeluarga, jadi saya masih ada waktu untuk merawat dan memperhatikan kedua orang tua saya.. Bukan berarti ketika sudah berkeluarga tidak bisa merawat orang tua ya.. Tetapi prioritas kita akan berbeda dan salah satunya suatu saat harus kita korbankan.. Honestly, untuk saat ini bahkan saya merasa 24 jam itu kurang.. Jadi boro-boro mau meluangkan waktu untuk cari pasangan, saya sudah kehabisan waktu untuk juggling 24 jam saya untuk keluarga, pekerjaan, dan kegiatan lainnya.. 

Kembali lagi ke soal pernikahan, karena bukan prioritas saya saat ini, maka bukan berarti saya tidak mau menikah.. Mau, tapi tidak saat ini.. Mungkin beberapa tahun lagi, di saat saya sudah siap dan memang sudah waktu-Nya.. Menikah menurut saya bukanlah target yang harus kita capai dalam hidup ini.. Menikah juga bukan perlombaan.. Menikah juga bukan jaminan akan kebahagiaan.. Banyak orang yang saya kenal, yang menikah hanya karena usianya sudah melebihi standard usia menikah pada umumnya.. Ada yang menikah dalam waktu yang singkat, kemudian bercerai.. Ada yang baru beberapa tahun menikah, tetapi suaminya meninggal.. Ada yang menikah, tetapi menyesal karena merasa tidak bahagia ..

Jadi jangan pernah memutuskan untuk menikah hanya karena dikejar usia.. Jangan ingin menikah hanya karena didesak orang tua atau karena omongan orang lain.. Jangan menikah hanya karena cinta sesaat.. Dan jangan menikah hanya karena merasa kesepian.. Menikahlah ketika kita sudah benar-benar siap, dengan niat dan tujuan yang baik pula.. 

Buat yang lagi galau menunggu jodoh atau mungkin bertanya-tanya kenapa belum mendapatkan pasangan hidup, tidak usah galau or desperate.. Tetap berusaha dan bertekun di dalam doa.. Lebih baik menunggu, tetapi menunggu untuk orang yang tepat.. Yang belum berkeinginan untuk mencari pasangan hidup, tidak perlu mendengarkan omongan orang lain.. You can not please everyone and that's ok.. It's your life not theirs.. Menikah atau tidak menikah, sama-sama bisa bahagia kok.. Pilihlah prioritas yang benar dalam hidup ini dan serahkan segala sesuatunya ke tangan Tuhan, biarlah Dia yang bekerja dalam hidup kita.. 


Just writing my random thoughts and sending my love to all of you from this beautiful place..
 

Monday, September 26, 2022

Pengalaman Naik Suroboyo Bus

Warga kota Surabaya pasti sudah tidak asing lagi dengan bus yang satu ini.. Si merah ini kerap kali kita temui di sepanjang jalanan kota Surabaya.. Suroboyo Bus secara resmi mulai beroperasi pada tahun 2018 dan secara bertahap menambah rute layanannya.. Saya sendiri jujur memiliki love-hate relationship dengan Suroboyo Bus ini.. Di satu sisi saya senang dengan kehadiran layanan transportasi publik ini.. Di satu sisi saya kesal karena beberapa kali dikagetkan dan hampir tertabrak bus ini saat lari pagi di bundaran Pakuwon.. Salah saya juga sih, karena volume music saya yang terlalu keras.. Setiap kali lewat di depan halte depan Pakuwon Mall, saya jadi tidak sadar di belakang saya sudah ada bus besar.. Kalau drivernya sabar, maka busnya dengan sabar ngikut di belakang saya, kalau drivernya ga sabaran, bakalan diklakson keras-keras.. hahaha.. 

Karena selalu penasaran dengan Suroboyo Bus ini, akhirnya saya meniatkan diri untuk coba naik bus ini.. Sengaja saya pilih hari Sabtu dengan harapan supaya tidak ramai.. Rute-rute yang dilayani oleh Suroboyo Bus ini bisa dilihat di aplikasi GoBis Suroboyo Bus dan Teman Bus (saya pakai GoBis).. Saat ini ada 5 rute bus yang tersedia.. Ada Purabaya-Rajawali (vv), Unesa-ITS (vv), GunungAnyar-Kenpark (vv) TIJ-JonoSoewojo (vv), dan Purabaya-Tembaan (vv).. Beberapa halte dan rute juga dilengkapi fasilitas GPS, jadi kita bisa tahu posisi bus sedang berada dimana atau next bus bakalan datang lagi berapa menit..


Bus Stop Unesa (depan National Hospital)
 

Rute Suroboyo Bus
 

Aplikasi GoBis Suroboyo Bus
 

Aplikasi Teman Bus

 

Setelah mempelajari rutenya, akhirnya saya pilih rute Unesa-ITS dan saya mencari bus stop yang untuk arah baliknya, lokasi bus stopnya berlokasi tidak jauh dari tempat saya turun.. Hari Sabtu pagi setelah olahraga sekitar pukul 06.00, saya naik mobil ke Unesa dan parkir di depan National Hospital.. Tepat di sebelah jalan masuk ke Unesa, ada halte-nya Suroboyo Bus.. Waktu itu saya hanya perlu menunggu tidak sampai 5 menit dan bus-nya sudah datang..  Karena baru pertama kali naik, saya bertanya ke drivernya untuk cara pembayarannya.. Saya sendiri sudah menyiapkan uang tunai, e-money, dan pembayaran digital lainnya, untuk antisipasi masalah pembayaran.. Ternyata kata drivernya "masih gratis".. #langsunghappy


 


 

Bus-nya sendiri super duper bersih.. AC-nya pun dingin.. Mengingatkan saya dengan bus-bus di negara tetangga.. Bedanya di sini bus-nya sepi, ga ada penumpangnya.. Waktu itu penumpangnya hanya ada 4 orang, termasuk saya dan mama saya.. Padahal gratis lho.. Bandingkan saja dengan GoKL Bus di Kuala Lumpur yang juga gratis itu.. Busnya ga pernah sepi penumpang, apalagi pas weekend, bakalan dempet-dempetan..

Oh ya di dalam Suroboyo Bus juga ada area khusus untuk wanita.. Disediakan juga kursi khusus untuk penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.. Informasi di dalam bus juga jelas.. Jadi next bus stop itu akan di-announced.. Jadi kita yang awam atau jarang-jarang naik bus ini ga bakalan kelewatan turunnya.. Satu hal yang saya notice sewaktu naik Suroboyo Bus ini, kebanyakan orang-orang sewaktu naik pasti bilang ke drivernya mau turun dimana.. Kemudian saat mau turun, pasti pada bilang terima kasih ke drivernya.. Padahal turunnya kan dari pintu tengah, jadi kayak teriak bilang terima kasih gitu ke drivernya.. Saya dan mama saya akhirnya ngikut juga dong ya.. hehehe..


 

 
 
 
 
 

 
 
Saya waktu itu memilih turun di bus stop RS Darmo karena bus stop untuk arah balik ke Unesa ada di depan sekolah Santa Maria.. Jadi tidak perlu jalan jauh.. Tapi sebelumnya kami mampir dulu sarapan di salah satu gerai fastfood.. Ternyata menyenangkan juga jalan kaki menyusuri Jalan Darmo..
 

 

 

 

 
 
 
 
 
Pas mau balik ke arah bus stop di depan Sekolah Santa Maria, ternyata bus-nya sudah datang.. Alhasil kita lari dong ya.. Untungnya drivernya baik, jadi kita ditungguin, bahkan bilang ke mama saya untuk pelan-pelan saja.. Perjalanan kembali ke Unesa, kondisi dalam bus malah lebih sepi lagi.. Hanya ada 3 orang termasuk kami..


 Bus Stop Sekolah Santa Maria


 

 
 
  
 Bus Stop Opp. Unesa

 
Bagi banyak orang, pengalaman sederhana naik bus umum seperti ini mungkin hal yang sepele.. Atau mungkin banyak yang berpikir, ngapain sih naik bus, toh mobil juga ada.. Tapi buat saya, pengalaman sederhana seperti ini sudah cukup membuat saya excited dan bahagia.. Pengalaman yang seperti ini yang menurut saya belum tentu bisa kita dapatkan di lain kesempatan.. Apalagi sudah lama ga pernah traveling, jadinya kangen naik transportasi umum begini.. Next bakalan mau cobain rute-rute lainnya lagi.. hehehe.. Buat arek-arek Suroboyo, ayo dimanfaatkan fasilitas gratis yang sudah disediakan Pemkot Surabaya ini.. Sayang banget kalau sudah disediakan fasilitas sebagus dan se-reliable ini, tapi malah disia-siakan.. Informasi lebih lanjut tentang Suroboyo Bus ini, bisa download aplikasi yang sudah saya sebutkan di awal ya..

Wednesday, September 21, 2022

Happy 10th Blog Anniversary

Siapa yang menyangka blog Natinbali ini usianya ternyata sudah melewati angka 10 tahun.. Saya bahkan lupa, seharusnya anniversary ke-10 itu jatuh di tanggal 15 Januari 2022 kemarin.. Sadarnya ketika iseng lihat-lihat daftar postingan dan baru sadar 10 tahun telah berlalu semenjak tulisan pertama saya ter-posting di blog ini.. 

Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat dan blog ini secara tidak langsung telah menjadi bagian dari hidup saya.. Tempat saya membagikan pengalaman dan pemikiran saya lewat tulisan-tulisan yang terkadang topic-nya random banget.. hahaha.. Harapan saya adalah apa yang saya bagikan bisa menjadi referensi dan inspirasi buat teman-teman yang membaca blog ini.. 

Banyak suka dan duka yang saya alami selama 10 tahun menulis lebih dari 690 posts.. Mood untuk menulis itu tidak serta merta selalu ada, terkadang banyak postingan yang lama diam di folder draft karena saya kehilangan mood untuk menulis.. Yang paling sulit tentu soal konsistensi.. Konsisten misalnya untuk update setiap 1-2 minggu sekali.. Konsisten untuk tidak menerima endorsement.. Karena menurut saya ketika menerima endorsement, ada beban dan obligation yang juga kita terima sehingga kita tidak bisa lagi memberikan 100% honest review.. 

Blog Natinbali ini dari awal memang saya tulis dengan konsep anonymously.. Jadi kalian tidak akan menemukan 1 foto pun di blog ini yang menampilkan wajah saya.. Kalau pun ada yang terjepret kamera, pasti sudah saya blur atau tutup dengan sticker/emoticon.. hehehe.. Alasannya tentu soal privacy.. Hanya beberapa orang keluarga dan teman dekat saya yang tahu tentang blog ini.. Tapi dari blog ini, saya justru mendapatkan banyak kenalan baru, baik sesama blogger maupun pembaca blog ini.. Walaupun sudah anonymous, ada lho beberapa yang berhasil menemukan saya di Instagram, LinkedIn, medsos lainnya and that's fine.. Justru saya salut kalian bisa menemukan saya.. hehehe.. Downside-nya dari blogging anonymously adalah saya kerap dipanggil "Mas" dan "Pak" di kolom comment.. Padahal di bagian profile sudah jelas-jelas tertulis saya ini wanita.. hahaha.. Panggil Nat saja sudah oke.. Ada yang panggil "Kak Natin" juga, padahal blog ini seharusnya bernama "Nat-In-Bali" atau Nat di Bali.. Jadi nama saya bukan Natin ya, tetapi Nat.. Saya pernah juga beberapa kali menerima email dan comment, yang isinya mereka penasaran dengan sosok di balik blog ini.. hahaha..  Padahal saya merasa I'm not interesting enough to be curious about.. hahaha..

Buat yang baru pertama kali mampir di blog ini, nama saya Nat.. Saya berasal dari Bali dan sekarang tinggal di Surabaya.. Saya bekerja di perusahaan freight forwarding.. Hobby saya traveling dan memasak.. An introvert and a Capricorn.. Blue is my favorite color.. A dog person (i have 3 dogs).. Prefer tea to coffee, beer to wine, savory to sweet, text to call, and sunrise to sunset.. Di blog ini saya lebih banyak menulis dan me-review tentang kuliner, travel, dan beberapa hal random lainnya.. Untuk kuliner, kebanyakan yang saya review di seputaran Surabaya & Bali.. Untuk travel, tergantung destinasi liburan saya dan saya sebenarnya masih ada 1 pending travel diary tahun 2020 kemarin yang terhenti di kota Hua Hin dan belum saya lanjutkan lagi.. Semenjak pandemi, saya belum traveling lagi kecuali mondar-mandir Surabaya-Bali dan sempat ke pulau sebelah, Lombok (ditunggu ya travel diary-nya).. My current travel bucket lists are Xiamen and Kanchanaburi..  Dikarenakan China's border belum sepenuhnya dibuka, maka destinasi yang ingin saya kunjungi dalam waktu dekat adalah Kanchanburi di Thailand.. Kanchanaburi memang namanya tidak se-famous Krung Thep (Bangkok), Pattaya, dan Phuket.. Tapi saya justru suka dengan kota-kota kecil seperti ini yang suasananya laid-back, tidak crowded, dan jauh dari hustle-bustle kota besar.. Semoga bisa terwujud dalam waktu dekat.. Sudah terbayang bakalan menyenangkan jalan-jalan sore bersama orang-orang tercinta di tepi sungai Khwae Yai dan mengunjungi taman bunga matahari di Baan Rai Nai Rung..


Happy belated 10th Blog Anniversary to NatInBali

Here's to many more years of blogging

 

With Love ~ Nat


Wednesday, September 7, 2022

Suka Duka Tinggal di Apartemen

Siapa yang menyangka setelah 31 tahun hidup di Bali, tiba-tiba harus pindah ke Surabaya.. Siapa yang menyangka pula, biasanya tinggal di rumah dengan halaman yang luas, tiba-tiba harus tinggal di apartemen.. Jadi sewaktu proses perpindahan ke Surabaya, saya hanya diberi waktu 2 minggu dari kantor untuk prepare.. Yang terbesit di pikiran saya saat itu, saya tinggal di apartemen saja, supaya lebih convenient.. Apartemen pilihan saya berada di daerah Pakuwon dengan pertimbangan sepupu saya ada yang tinggal di lokasi yang sama dan dekat dengan juga dengan keluarga saya yang lain, yang juga tinggal di Surabaya Barat..

Awal-awal tinggal di apartemen, tentu banyak pengalaman baru yang saya dapatkan dan harus proses adaptasi juga.. Bagi yang penasaran tinggal di apartemen itu seperti apa, saya mau sharing suka dan duka tinggal di apartemen versi saya..


 



 

***PROS / SUKA***

 

1. CONVENIENT

Salah satu nilai positif tinggal di apartemen itu adalah convenient atau kemudahannya.. Biasanya apartemen pasti lokasinya di tempat yang strategis (pusat kota) dan connect dengan shopping mall.. Begitu pula dengan apartemen pilihan saya ini.. Lokasinya persis di atas Pakuwon Mall, which is one of the biggest mall in Indonesia.. Jadi kalau lagi perlu sesuatu, tinggal turun ke bawah.. Mau masak, tapi minyak goreng habis, bisa turun ke supermarket.. Skincare habis, di mall banyak store yang jual.. Handphone rusak, di bawah banyak tempat servicenya.. Untuk urusan perbankan, di bawah ada beberapa bank yang punya kantor cabang dan pilihan ATM juga lengkap.. Sabtu malam saatnya ke Gereja, juga tinggal turun ke bawah.. Jadi sudah ga perlu kemana-mana lagi.. Super duper convenient..


2. AMAN

Apartemen rata-rata sangat aman karena menggunakan Lift Access Control.. Jadi untuk naik ke unit, perlu kartu access yang sudah diprogram sesuai dengan lantai tempat unit kita berada.. Jadi misalkan saya tinggal di lantai 17, ya hanya bisa naik ke lantai 17.. Mau ke lantai lainnya tidak bisa, kecuali ke lantai-lantai yang memang dibuka untuk semua penghuni seperti kolam renang, mail room, parkir, dll.. Security officer juga banyak dan berjaga di tempat parkir, lobby, dan akan patroli ke tiap lantai pada jam-jam tertentu.. 


3. FASILITAS LENGKAP

Hampir setiap apartemen pastinya dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan oleh para penghuninya.. Beberapa fasilitas yang disediakan seperti swimming pool, fitness center, kids playground, laundry, library, dll..  

 

 

 


 

4. TIDAK KEHUJANAN & KEBANJIRAN

Nah ini juga penting dan salah satu nilai plus dari tinggal di apartemen.. Karena bangunananya tinggi, jadi ga bakalan ada yang namanya banjir.. Selain itu karena tempat parkirnya juga di dalam gedung, jadi ga bakalan kehujanan.. 

 

5. FULL SERVICE

Kebetulan di apartemen saya ini, servicenya cukup oke.. Securitynya ramah-ramah.. Receptionist juga oke.. Cleaning servicenya rajin-rajin.. Sehari bisa 2-3x, lorong, lift, dan garbage room dibersihkan.. Kalau kita ada paket or pesanan makanan, sudah ada yang terima di lobby, jadi nanti kita tinggal ambil ke bawah.. Kalau unit ada keluhan, seperti bocor, kita bisa lapor ke receptionist dan tidak lama akan ada teknisi yang datang untuk memeriksa..


 


***CONS / DUKA***

1. RIBET

Satu kata yang menggambarkan perasaan saya ketika awal-awal pindah ke apartemen adalah RIBET.. hahaha.. Gimana tidak ribet, mau turun ke lobby atau parkiran harus naik lift.. Mobil harus diparkir di parkiran gedung yang kalau pulangnya kemalaman, bakalan dapat yang paling atas (which is sepi dan spooky).. Kalau beli barang yang sizenya cukup besar, harus pakai lift barang, mengajukan ijin terlebih dahulu, dan harus di jam tertentu saja.. Bandingkan saja dengan tinggal di rumah.. Mobil langsung dimasukkan ke garasi / halaman rumah.. Ga perlu jalan jauh dan naik lift segala.. Mau beli barang sebesar apa, bebas, yang penting bisa melewati pintu rumah saja.. hehehe..


2. ANTRI LIFT

Salah satu "duka"-nya tinggal di apartemen ya soal lift.. Dulu awal-awal pindah ke sini, penghuninya masih sedikit, jadi lift-nya ga terlalu antri.. Akhir-akhir ini, dikarenakan penghuni semakin ramai, mostly karena banyak unit yang disewakan harian, jadi kalau mau naik lift, harus antri cukup lama.. At least 5 menit gitu.. Kalau rush hours, seperti jam pulang kerja or Sabtu Minggu, bisa 15 menit terbuang hanya untuk menunggu lift..  


3. BOROS

Kalau yang ini sih personal ya, tapi buat saya tinggal di apartemen itu boros.. Mungkin karena saya tinggalnya di atas Pakuwon Mall ya.. Kalau lagi bosan, biasanya langsung turun ke bawah.. Ga mungkin dong jalan doang di bawah, pasti beli ini itu.. Belum lagi kalau ada tenant baru buka, langsung kepo pengen nyobain.. Atau lagi ada bazaar / diskonan, langsung turun ke bawah karena penasaran.. Alhasil boros deh.. hahaha.. Btw, tinggal di apartemen juga membuat angka timbangan saya bergeser ke kanan terus.. Susah menahan godaaan, ketika makanan-makanan enak hanya terpisah beberapa lantai di bawah kita.. hahaha.. 


4. LIMITED SPACE & NO PETS

Unit saya ini termasuk yang tidak besar, luasnya sekitar 65 M2.. Untuk saya yang terbiasa tinggal di rumah dengan halaman yang luas, awal-awal lumayan kagok juga.. Jadi sering nabrak sana sini.. hahaha.. Tapi lama-lama terbiasa kok.. Yang paling disayangkan adalah di apartemen tidak boleh pelihara binatang.. Jadi saya tidak bisa membawa anjing-anjing saya.. Ada beberapa yang secara sembunyi-sembunyi membawa anjing/kucing ke dalam apartemen, tapi kalau ketahuan ada dendanya.. Beberapa binatang seperti ikan, kura-kura, hamster masih diperbolehkan.. 


5. NOISE & PRIVACY

Sama seperti kalau kita menginap di hotel, jadi kalau ada orang yang sedang jalan di hall/lorong, bakalan kedengaran dari dalam unit.. Parahnya lagi tetangga sebelah kalau buka pintu lemari atau ngobrol agak keras, bakalan kedengaran juga.. Yang paling parah itu kalau dari lantai atas.. Mereka geser kursi, kita bakalan dengar juga.. Pernah suatu hari, penghuni atas kayaknya ada acara dan karaoke-an.. Sampai jam 22.30 ga berhenti-henti.. Mending kalau suaranya bagus, lha ini kagak.. Saya langsung telepon ke receptionist mengajukan complain dan 15 menit kemudian langsung sunyi senyap.. Soal masak memasak pun jadi kendala.. Jadi kalau ada tetangga yang masak, baunya bakalan sampai ke unit kita.. Kalau pas masaknya enak sih gak papa ya.. Kalau tetangga pas masak ikan asin or terasi, langsung auto semprot2 ruangan pakai pewangi ruangan.. Dan celakanya baunya itu bakalan lama hilangnya, kecuali kita buka jendela di balkon.. hahaha.. 


Jadi ini semua pros dan cons living in apartement versi Nat ya.. Mungkin bisa memberikan gambaran dan referensi buat kalian yang kepengen tinggal di apartemen atau dalam waktu dekat akan pindah ke apartemen.. Trust me, tinggal di rumah itu tetap jauh lebih enak dan lebih nyaman.. ^_^

 



Saturday, July 23, 2022

Nat is Back

Hi everyone.. Hope each of you are doing well.. Very sorry for not updating this blog for so long.. I've been busy adjusting here in Surabaya (lol).. Thank you for all the support.. Even after a long time not posting anything, I'm still receiving comments and questions here.. I will try to update again.. So please stay tuned..

 

After 1.5 years hiatus, Nat is back ^_^


Sunday, January 3, 2021

Nat's Curhatan ~ Life Updates & Moving to Surabaya



First of all, I would like to say Happy New Year 2021 to each and everyone of you.. May 2021  bring good health, happiness, and prosperity..

Jadi seperti judul post kali ini, yupp, I'm moving to Surabaya.. Salah satu hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.. Apalagi timing-nya itu mendadak banget dan tiba-tiba saja saya sudah hidup di Surabaya.. Hari ini adalah hari ke-52 saya hidup di Surabaya.. Terkadang kalau saya lagi merenung, kayaknya masih antara percaya dan tidak percaya saya tidak lagi di Bali.. Tempat dimana saya menghabiskan 30 tahun hidup saya..

Alasan saya pindah ke Surabaya adalah karena tuntutan pekerjaan.. Jadi flashback sedikit, di bulan September lalu, saya mulai jenuh dengan pekerjaan saya.. Covid-19 sangat berdampak terhadap performance perusahaan tempat saya bekerja.. Jadi sudah beberapa bulan, saya dan rekan kerja lainnya mendapatkan gaji 50%.. Setelah beberapa bulan, saya pun mulai jenuh dan capek.. Gaji 50%, sedangkan tanggung jawab dan tugas bertambah.. Akhirnya di bulan September, saya mulai mencari pekerjaan baru.. Tuhan sungguh baik, karena di waktu orang lain banyak yang di-PHK, saya malah berhasil mendapatkan pekerjaan baru.. Tidak tanggung-tanggung, di perusahaan besar, yang kebetulan dari dulu saya memang sudah berkali-kali melamar, tapi tidak pernah dipanggil.. hahaha.. Jadi ini adalah perusahaan semen nasional.. Kayaknya setiap mereka buka lowongan di Jobstreet, saya pasti apply.. Dan baru kali ini dipanggil.. Setelah melewati proses interview sebanyak 2x dan test 1x, akhirnya saya dinyatakan diterima.. Dari segi gaji, naik sedikit dari gaji saya sebelumnya, dengan jabatan yang cukup oke yaitu Tax Supervisor.. Akhirnya disepakati saya akan mulai masuk di tempat yang baru per tanggal 2 Nov 2020.. Seperti quote favorit saya dari film While You Were Sleeping, "life doesn't always turn out the way you plan".. It happened in my life..

Selang 1 hari setelah saya menerima kabar bahagia bahwa saya diterima, datang kabar duka dari keluarga saya di Surabaya.. Om saya meninggal dunia.. Om saya ini, adalah salah satu keluarga yang cukup dekat bagi saya, karena dulu sewaktu saya SD & SMP, setiap liburan kenaikan kelas, saya pasti "dikirim" papa saya ke rumah Om saya ini.. Ya untuk bantu-bantu karena Om dan Tante saya punya usaha dan supaya saya lebih mandiri.. Jadi saya dari SD sudah terbiasa naik bus malam dan pesawat sendirian.. hehehe.. Bayangkan di masa pandemi, kami harus berangkat ke Surabaya.. Dari kami yang ke tempat keramaian saja masih takut, tiba-tiba harus naik pesawat.. Akhirnya dengan penuh kekhawatiran, kami pun berangkat ke Surabaya untuk mengantar Om saya ke tempat peristirahatan terakhirnya.. Sewaktu di Surabaya, saya juga mampir ke Gua Maria Poh Sarang di Kediri.. Di sana saya berdoa, memohon dilancarkan proses perpindahan saya ke kantor yang baru..
 
Setelah 3 hari di Surabaya, saya pun kembali ke Bali.. Di hari pertama saya bekerja setelah cuti 3 hari, saya dipanggil oleh boss saya, intinya saya ditawari naik gaji dengan nominal yang lebih tinggi daripada gaji yang saya dapatkan di tempat yang baru.. Waktu itu saya diberi waktu untuk berpikir.. Saat itu sebenarnya saya sudah mantap pindah ke kantor baru.. Gaji buat saya penting, tapi lebih penting lagi karier dan masa depan.. Saya sudah 5 tahun di perusahaan ini dan tidak ada jenjang karier yang bisa saya harapkan.. Ternyata Tuhan punya rencana lain untuk saya, keesokan harinya saya dipanggil lagi dan ditawari posisi Branch Manager di Surabaya..
 
Yang lama mengenal saya pasti tahu kalau saya tidak pernah mau menerima tawaran pekerjaan yang lokasinya di luar Bali.. Prinsip saya dari dulu, lebih baik dapat gaji kecil, tapi bisa berkumpul dengan orang tua dan adik saya.. Daripada harus pindah ke luar kota dan berpisah dengan mereka.. Kami sekeluarga memang sangat dekat.. Jangankan kerja di luar kota, kalau misalkan saya lagi liburan bareng teman, dalam sehari bisa telepon-an sama orang tua saya berkali-kali.. hahaha..
 
Saya diberikan waktu 3 hari untuk berpikir.. Jujur, saat itu saya masih 50:50.. Bimbang antara ingin mengambil tawaran tersebut, tetapi harus berpisah dengan keluarga saya.. Ternyata keluarga saya, semuanya mendukung saya untuk mengambil tawaran tersebut.. Menurut mereka, ini adalah kesempatan yang belum tentu bisa datang 2 kali.. Awalnya saya masih ragu, tapi ternyata adik saya bilang, bahwa dia akan ikut pindah ke Surabaya awal tahun 2021.. Orang tua saya juga akan menyusul 1-2 tahun setelahnya..
 
Setelah confirm menerima tawaran tersebut, saya hanya punya waktu sekitar 2 minggu untuk mempersiapkan semuanya.. Yang paling membuat stress adalah masalah akomodasi.. Akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di apartemen saja.. Lokasinya ada di Surabaya Barat, supaya dekat dengan rumah tante dan sepupu saya.. Mendekati hari keberangkatan, saya semakin galau.. Nangisnya jangan ditanya berapa kali, kayaknya hampir setiap hari.. hahaha.. Tanggal 13 Nov 2020, saya berangkat ke Surabaya diantar papa, mama, dan adik saya.. Saya mengambil cuti 3 hari untuk jalan-jalan sekaligus untuk pindahan ke apartemen.. Apartemen-nya jangan ditanya deh.. Jauh dari ekspektasi.. Lebih tepatnya, saya salah pilih agen.. Foto di internet dan realitanya jauh banget bedanya.. Saya sampai harus panggil go-clean saking kotornya.. Padahal slogan mereka, masuk apartemen hanya perlu geret koper.. hahaha.. 
 
Hari pertama setelah ditinggal keluarga saya kembali ke Bali, saya nangis sejadi-jadinya.. Saya pulang dari kantor, masuk ke apartemen kosong.. Tidak ada yang bisa saya ajak bicara.. Biasanya pulang ke rumah, ada yang menyambut, bahkan makanan sudah siap di atas meja makan.. Untungnya kegalauan saya hanya di beberapa minggu di awal saja.. Saya berusaha menyemangati diri saya sendiri dan bilang ke diri saya, hidup saya sekarang ini ibarat jalanan satu arah (one way).. Jadi tidak bisa mundur atau putar balik, hanya bisa tetap jalan maju.. Mau pulang ke Bali, tawaran di tempat baru sudah saya tolak.. Tidak mungkin juga saya kembali ke posisi saya sebelumnya.. Apartemen juga sudah dibayar dan harganya tidak murah.. Saya juga menyemangati diri saya dengan membayangkan dalam waktu 1-2 tahun saya bisa berkumpul dengan keluarga saya di Surabaya.. Somehow, it worked.. Saya jadi lebih bersemangat dan termotivasi.. 

Hari demi hari berlalu, tak terasa saya sudah sampai di hari ke-52.. Sepertinya baru kemarin, saya masih naik motor berangkat kerja ke daerah Kerobokan.. Sekarang saya harus menempuh perjalanan cukup jauh setiap hari dari Surabaya Barat ke kantor saya di Sidoarjo.. Sekarang saya sudah terbiasa kemana-mana sendiri, makan sendiri, melakukan apa-apa sendiri.. Thanks to the technology, saya sama sekali tidak merasa kesepian.. Dalam sehari saya bisa berkali-kali voice call & video call dengan kedua orang tua dan adik saya di Bali.. Jadi jauh di mata, tetap dekat di hati.. hahaha..
 
Banyak hal baru yang saya pelajari dalam 52 hari ini.. Makanya banyak orang bilang, the power of "kepepet".. hahaha.. Saya belajar nyetir mobil matic hanya dalam waktu 10 menit.. Karena masih asing dengan tuas transmisi di mobil matic, saya buat note kecil dan saya tempel di dashboard mobil.. Jadi P misalkan untuk Parkir, R untuk mundur, dan seterusnya.. hahaha.. Sekarang mah jadi keenakan nyetir mobil matic.. hehehe.. Dulu saya mana bisa pasang or ganti gas elpiji.. Sekarang jadi bisa dong.. Soalnya kalau keterusan ga bisa ganti, nanti mau makan apa saya.. hahaha..
 
So far, life in Surabaya is not as hard as I think before.. Kalau ditanya happy atau tidak, I'm happy.. I'm super blessed to be surrounded by many good people.. Keluarga di Bali, keluarga di Surabaya, dan rekan kerja yang baik dan supportive.. Palingan hanya kangen dengan keluarga dan anjing saya di Bali.. Sama satu hal yang masih sering bikin bete adalah sewaktu dine-in.. Saya orang yang oke-oke saja makan sendirian.. Saya dulu kalau liburan di Surabaya, sudah terbiasa naik bemo sendirian, terus makan sendirian dan nonton bioskop juga sendirian.. Tapi saya jadi "sensi" kalau ada mbak waitress yang tanya "berapa orang?" dan saya jawab "satu", terus mbak-nya langsung bengong dan menatap heran.. Dan kalau lagi apes, bakalan ada om-om dan tante-tante yang menatap saya dengan tatapan iba karena saya makan sendirian.. hahaha.. 
 
Anyway, karena sekarang saya hidup di Surabaya, jadi bakalan lebih banyak review tempat makan di Surabaya ya..  Thanks for reading another Nat's Curhatan.. 
 
 
Surabaya ~ 03 Jan 2021 

Lots of Love ~ Nat

Wednesday, January 8, 2020

Nat & Lakorn / Thai Drama



Ada yang familiar dengan kata “lakorn”?? Saya sendiri belum begitu lama mengenal kata ini.. Lakorn sebenarnya adalah istilah khusus untuk drama Thailand.. Jadi kalau Jepang punya Dorama, Korea punya Drakor atau K-Drama, nah Thailand punya Lakorn.. Dulu sebelum mengenal Lakorn, sebenarnya saya sudah sering menonton film produksi negeri gajah putih ini.. Tapi baru sebatas film lepas saja, belum merambah ke drama berseri.. Sampai akhirnya, satu teman kantor saya merekomendasikan satu drama Thailand ke saya.. 

Pertama kali menonton Lakorn, saya merasa ada beberapa kemiripan dengan sinetron Indonesia.. Beberapa part cenderung sedikit lebay dan di-dramatisir, misalnya si pemeran antagonis yang aktingnya terkesan dibuat-buat karena sampai melotot-melotot segala.. Sinetron Indonesia banget lah.. hahaha.. Belum lagi, plot-nya yang monoton dan cenderung mudah ditebak.. Sebagai contoh, hampir semua Lakorn yang pernah saya tonton, pasti ada beach scene-nya.. Mungkin karena Thailand memang terkenal akan pantainya ya, jadi sekalian untuk mempromosikan parisiwata Thailand.. Tapi entah kenapa, lama-lama saya jadi “kecanduan” nonton Lakorn.. Mungkin karena masih newbie, jadi masih banyak stock drama bagus yang belum saya tonton.. Anyway, dari beberapa Lakorn yang sudah saya tonton, ada yang bagus banget, biasa saja, dan ada juga yang mengecewakan.. Beberapa actor & actress Thai juga sukses menarik perhatian saya.. Surprisingly, mereka ganteng2 dan cantik2 banget lho.. hahaha. Btw, saya nonton Lakorn dimana sih? Biasanya saya streaming atau download di Drakor.id, DramaCool, WatchAsian, atau Youtube.. Di sini saya ingin merekomendasikan beberapa Lakorn, yang menurut saya layak untuk ditonton, terutama buat teman-teman yang penasaran dan ingin mencoba menonton Thai drama.. 

1.   Kleun Cheewit
Drama      :   Kleun Cheewit  /  Waves of Life  /  Kluen Cheewit
Thai          :   คลื่นชีวิต
Director    :   Aew Ampaiporn Jitmaingong
Network   :   Channel 3
Episodes   :   15
Release    :   2017
Cast          :   Mark Prin  & Yaya Urassaya
More Info :   MyDramaList  /  Wikipedia
Synopsis    :   
Jeerawat is a hardworking woman, who is a famous model and actress. Her mother married a smarmy but rich man, who secretly lusts after her. After he attempts to drug Jeerawat, she manages to escape by driving away. Unfortunately, she hits a young woman in the road, who later dies at the hospital. The dead young woman has a fiancee, Sathit, who happens to be a lawyer. He vows revenge on the female driver who killed his beloved fiancee. Unfortunately, Jeerawat's stepfather and mother use their influence and money to hide and hush all evidence. Sathit decides to stalk and bother her to find the evidence that she's an evil and manipulative temptress. But in the end, he finds out she's actually a good and kind person, despite her lowly beginnings, and gradually falls in love with her.



2.   Bai Mai Tee Plid Plew
Drama      :   Bai Mai Tee Plid Plew / The Leaves / The Fallen Leaf
Thai          :   ใบไม้ที่ปลิดปลิว
Director    :   Koo Ekkasit Trakulkasemsuk
Network   :   GMM One
Episodes   :   21
Release    :   2019
Cast          :   Push Puttichai  &  Baifern Pimchanok
More Info :   MyDramaList  /  DramaWiki
Synopsis    :  
Nira is like a young leaf, which is always there beside the flowers but will never be one of them. Her name, Nira, derives from Niranam which means the anonymous one. The story of a boy who is a little girl at heart, he is shattered from not being accepted by anyone but his mother who wholeheartedly loves him. His father is not a very good man, as he loathes him and mistreats his mother. Nira wants his father to be like his uncle-in-law Chatchavee, the only one aside from his mother who is a warm man and cares for him and understands him. Until the forbidden love occurs, Chatchavee happens to notice and cannot answer back this aberrant love, he denies Nira. Nira, deeply crushed and traumatised by this rejection, decides with his mother's support to do something that changes the rest of his life. He undergoes a sex reassignment surgery which completely transforms him into a gorgeous woman. Unfortunately, her mother dies during the operation. Devastated, she runs away from the hospital. The one who finds her and helps her is doctor Benjang, who takes her home. She starts living as his sister. One day, Nira coincidentally meets Chatchavee. Due to her beauty, he starts to fall for her and also Nira's father. None of them recognise her. The tragedy love begins to be more and more complicated when Nira's aunt, who always looks down on Nira's love and is envious of her, discovers the truth and tries to hinder Nira in every way. How will this story end?



3.   Game Sanaeha
Drama      :   Game Sanaeha  /  Game of Love
Thai          :   เกมเสน่หา
Director    :   Chudapa Chantakett
Network   :   Channel 3
Episodes   :   14
Release    :   2018
Cast          :   James Jirayu  &  Natapohn Tameeruks
More Info :   MyDramaList  /  DramaWiki
Synopsis    :  
Within two years Muanchanok (Nok) studied abroad, her parents got divorced. Her father remarried to a former beauty queen who had the same age as hers, while her mother also flirted with several younger men. The effects of a broken family made her become jealous, ill-tempered and obsessive into getting her parents back together. Lakkhanai (Nai), a distant relative of Nok's mother, who grew up along with her, is a very capable man who was enjoying a top position in her father's company. He also started living at her house, which made her more furious and she wanted to eliminate him from her family. When Nok and Nai were forced to get married, she planned and played the game of love to hurt him. But Nai's feelings for her were sincere all along.



4.   Jao Sao Jum Yorm
Drama      :   Jao Sao Jum Yorm  /  When I Marry a Stranger  /  Unwilling Bride
Thai          :   เจ้าสาวจำยอม
Director    :   Thanapol Phangdee
Network   :   Channel 7
Episodes   :   16
Release    :   2018
Cast          :   Mik Thongraya  &  Pooklook Fonthip
More Info :   MyDramaList  /  DramaWiki
Synopsis    : 
Maysarin is a famous socialite who's engaged to Sarut, but he left her on the day of the wedding. Kadethaen is a 30 year-old real estate businessman who's waiting for Pinmanee, his bride at the reception of a luxury hotel, but he saw her escape the wedding with another man. Kade walked out to a party at the beach, where he met May, who was still in her wedding dress drinking alone. They started drinking together and people thought they were a couple, so they went along with it and he jokingly proposed to her. Afterwards, they went back to the hotel and spent the night together. In the morning, May regretted what happened and wants to forget about Kade, but he's not going to give up on her.



5.   Leh Ratree
Drama      :   Leh Ratree  /  A Woman's Trickery  /  Love's Trickery
Thai          :   เล่ห์รตี
Director    :   Worawit Khuttiyayothin
Network   :   GMM One
Episodes   :   12
Release    :   2015
Cast          :   Sean Jindachot  &  Esther Supreeleela
More Info :   MyDramaList 
Synopsis    :   
Kate's father stole money from Sake's company and when he finds out he starts looking for Kate's father. However, Kate's father runs away. When they find him he has to go to the hospital because of a heart condition. There, he decides to sell Kate to Sake to pay off his debts and because he knew Sake's family wanted an heir and would take care of Kate. Sake gradually begins to fall in love with Kate. Meanwhile, Sake's ex-wife Itsala doesn't believe Sake has moved on to Kate and continuously chases after him.  



6.   Love at First Hate
Drama      :   Love at First Hate  /  Hate to Love
Thai          :   มารร้ายคู่หมายรัก
Director    :  -
Network   :   GMM One
Episodes   :   13
Release    :   2018
Cast          :   Son Yuke Songpaisang  &  Mook Worranit Thawornwong
More Info :   MyDramaList 
Synopsis    :      
When a smart, handsome, and foul mouthed doctor ‘Paniti’ or Dr. Pup met a hot, sexy and thick superstar 'Kluay' who is not his type and also he is not her type. They hated each other at first sight, but when they have to live together, something strange happened; it looks like Dr. Pup is falling in love with Kluay. To save his face from what he said before that she is not his type, he is trying to act not to like her, but can he? What will the ending of this two be, haters or lovers?



7   Sanaeha Sunya Kaen
Drama      :   Sanaeha Sunya Kaen  /  Bittersweet Promise of Revenge
Thai          :   ละครเสน่หา สัญญาแค้น
Director    :  Kritsada Techanilobon
Network   :   Channel 3
Episodes   :   15
Release    :   2014
Cast          :   Dome Parkorn Lum &  Janie Tienphosuwan
More Info :   MyDramaList  /  DramaWiki
Synopsis    : 
Kin, the wealthy President of KTK Corporation just married his long-time, girlfriend of 7 years, Ganok. On their wedding night, the bride, Ganok realizes she has forgotten to bring a wedding present she had made for Kin. She rushes home to retrieve it. Meanwhile, a young lady named Tawan has just left the airport after finding out that her long-time fiancé has been cheating on her with another woman who is pregnant with him and is breaking off their engagement. Tawan has faithfully supported her fiance financially and emotionally for years, sacrificing herself, only to find out that all along he has been using her. Tawan, hurt and heart-broken, walks home in the rain, but while crossing the street is hit by Ganok's car. In the aftermath of the accident, Tawan is hospitalized, but Ganok is pronounced dead. Kin is devastated that he has just lost the love of his life, newly married for not even one night. Kin demands to know who caused his wife's car accident. When he discovers her identity, he vows to do everything in his power to exact revenge on Tawan for killing his bride. Tawan unwittingly falls right into his trap when she signs an employment contract with Kin. Will Kin ever be free from his anger and hurt, or will his need for revenge drive both him and Tawan into greater tragedy?




8.   Morrasoom Sawat
Drama      :   Morrasoom Sawat  /  Monsoon of Passion 
Thai          :   มรสุมสวาท
Director    :  Theerasak Promngern
Network   :   Channel 7
Episodes   :   16
Release    :   2015-2016
Cast          :   Weir Sukollawat  &  Preaw Tussaneeya
More Info :   MyDramaList  /  DramaWiki
Synopsis    : 
Sayumphu is a CEO who comes from gangster background, but wants to turn away from his past and rebuild his life. He meets and falls in love with Kwang, an innocent student, but they are separated due to misunderstandings.  



9.  Mai Sin Rai Fai Sawart
Drama      :   Mai Sin Rai Fai Sawart  /  Unending Desire
Thai          :   คลื่นชีวิต
Director    :   Aew Ampaiporn Jitmaingong
Network   :   Channel 7
Episodes   :   16
Release    :   2015
Cast          :   Tui Thiraphat  &  Kwan Usamanee
More Info :   MyDramaList  /  DramaWiki
Synopsis    :    
Patawee’s and Chitchaba’s fathers had built a successful business together. Unfortunately, Patawee had committed suicide after Chitchaba’s father had cheated him and resulted in his family wallowing in poverty. Patawee returned as multi-millionaire businessman to take revenge on her father. She was forced to become his mistress for a year in exchange for her father’s mansion, the last piece of her family fortune.

 
10.   Sawan Biang
Drama      :   Sawan Biang  /  Paradise Diversion
Thai          :   สวรรค์เบี่ยง
Director    :  Aew Ampaiporn Jitmaingong
Network   :   Channel 3
Episodes   :   12
Release    :   2008
Cast          :   Ken Theeradeth  &  Anne Thongprasom
More Info :   MyDramaList  /  Wikipedia
Synopsis    : 
Leela is going to get married in a few day but unfortunately, she and her groom get into an accident when they are hit by Kid's car . Her groom dies but she survives. Kid, their litigant, also loses his wife in the accident. He pays for Leela's medical treatment and visits her every day.  Their relationship quickly deepens, and she soon finds out his son is Kawee, a man she was in love with in her youth. Leela had stalked and pursued the arrogant Kawee, but was mercilessly rejected and humiliated by him. She does not love Kid, but is encouraged by her younger sister, Narin, to accept his marriage proposal. Leela's main motive is to seek revenge on Kawee. Leela and her family, which includes her mother, younger brother and sister Narin, all move to Kid's house. Kawee becomes enraged by the marriage and the new family members moving in. He specifically targets Narin because she stands up to him and defends her sister. He quickly finds himself intrigued by her, but also enjoys making Leela mad with envy, whenever he pays attention to Narin. The relationships turn volatile, with conflicting emotions of revenge, loyalty, duty, hate and love, all thrown into the mix.