Sunday, January 14, 2018

Tea Garden Restaurant



Yang sering melewati Jalan Sunset Road, pasti tahu dengan restaurant yang satu ini.. Saya awalnya penasaran banget dengan Tea Garden ini karena tempatnya ruamee pollll.. Tempat parkirnya aja full, sampai2 orang rela parkir di pinggir jalan.. Suatu hari, saya yang lagi jalan2 bareng sahabat2 saya, memutuskan untuk dinner di Tea Garden.. Kami sampai rela parkir di pertokoan sebelah Tea Garden karena parkirannya sudah full.. Saat kami masuk ke dalam restaurant, lha kok sepi.. Meja yang terisi hanya 2.. Ternyata oh ternyata, ada birthday party di bagian outdoor resto.. Jangan2 kemarin2 itu ramai karena lagi ada acara ya.. hehehe..


Ketika melihat2 buku menu, saya cukup kaget dengan jumlah varians menu-nya yang banyak banget.. Mulai dari menu individual sampai menu untuk di-share, ada semua.. Mulai dari Chinese food, Indo/Malay food, sampai Western food, semuanya ada.. Dijamin bakalan bingung mau order yang mana.. hahaha.. 


Berhubung makannya ramai2, jadi saya ngikut aja.. Menu yang kami pesan antara lain Udang Goreng Telur Asin, Daging Ikan Tumis Asam Pedas, Ayam Goreng, dan Lumpia Goreng Gohiong.. Selain itu, kami juga mencoba menu dimsum-nya.. Kami memesan Hakau dan Siomay, yang menurut saya lumayan enak.. Sayangnya karena kami habis keliling seharian, jadi handphone saya sudah low-bat.. Terpaksa acara foto2 makanannya dibatalkan.. Entah kebetulan atau ga, semua menu yang kami pesan, ga ada yang cocok di lidah kami.. Bukan ga enak, tapi rasanya kurang pas.. Udang Goreng Telur Asin-nya lumayan sih, tapi saya kurang suka dengan segala yang berbau telur asin.. Daging Ikan Tumis Asam Pedas-nya lumayan, tapi taste-nya bukan asam dan pedas, melainkan manis.. Ayam Goreng dan Lumpia Goreng Gohiong-nya, dua2nya tasteless.. Kami sampai minta tambahan saus sambal supaya rasanya sedikit terbantu.. hehehe..





Tea Garden @ night



Setelah dinner yang jujur, mengecewakan, saya masih berpikir positif dengan mengatakan bahwa kami kemungkinan salah pilih menu.. Dengan tekad bulat, akhirnya saya “menyeret” papa, mama, dan adik saya untuk brunch di Tea Garden beberapa hari setelahnya.. wkwkwk.. Kami tiba di Tea Garden sekitar pukul 11.15 dan suasana resto sepi banget.. Sepertinya kami customer pertama mereka hari itu.. Jadi serasa makan di restaurant pribadi.. hahaha.. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, kali ini kami memesan menu individual yang terdiri dari Sup Shui Kao, Mie Angsio Gu Nam, Nasi Steam Daging Sapi ala Hongkong, Tanghun Goreng Seafood, Lo Kwetiaw Ipoh ,dan tambahan Steam Ikan Pari Tauco Special untuk di-share.. Untuk minumannya, kami memilih Durian Dessert dan Minuman Kacang Merah..







































Kedua minuman yang kami pesan, rasanya cukup enak.. Saya suka Durian Dessert-nya yang mirip perpaduan antara es cendol dan es kacang merah, tentunya dengan tambahan durian.. Untuk makanan, yang pertama kali disajikan adalah Sup Shui Kao.. Saya cicip kuah/soup-nya, enakkk.. Shui Kao-nya juga enak.. Eh pas bagian sayurnya, lho kok dalamnya masih kotor.. Nafsu makan langsung menurun seketika.. hahaha..  Saat itu saya masih diam, biasanya kalau emosi lagi labil, pasti habis tuh staff resto-nya saya omelin.. 



 Minuman Kacang Merah (23k)


 Durian Dessert (25k)


 Sup Shui Kao (32k)

keliatan kan T_T



Menu kedua yang disajikan adalah Mie Angsio Gu Nam pesanan papa saya.. Papa saya langsung terdiam melihat penampilan mie-nya.. Mie-nya itu polos los, hadir dengan ditemani 2 helai sayur dan 4 potong daging.. Pas dicoba, rasanya persis seperti mie yang direbus dan langsung disajikan tanpa dibumbui terlebih dahulu.. Kali ini saya tentu tidak tinggal diam.. Mas waiter yang datang, membawa mie tersebut ke bagian kitchen, dan 5 menit kemudian kembali ke meja kami, dan mengatakan Mie Angsio Gu Nam memang seperti ini.. Saya langsung membuka buku menu dan menunjukkan perbedaan antara foto di buku menu dengan mie yang saat itu disajikan.. Di buku menu jelas2 terlihat mie-nya hadir dengan bumbu kecoklatan yang sekilas mirip wan tan mee (correct me if I’m wrong).. Lagian kalau bumbu-nya minimalis, paling  ga ada rasa gurih atau asin sedikit.. Akhirnya si mie dikembalikan lagi ke kitchen, dan saat kami cicipi lagi, ada sedikit tambahan rasa di mie-nya, walaupun rasanya juga masih samar-samar.. hahaha..


 Mie Angsio Gu Nam (36,5k)


foto Mie Angsio Gu Nam di buku menu



Next adalah pesanan saya, Nasi Steam Daging Sapi ala Hongkong.. Pesanan saya ini sebenarnya 11 12 sama pesanan papa saya.. Hanya beda di nasi dan mie-nya.. Untungnya kali ini si daging dihadirkan include dengan bumbunya, jadi masih lebih berasa dibandingkan mie-nya.. Tapi kalau boleh jujur, dari skala 1-10, nilainya di bawah 5..

 Nasi Steam Daging Sapi ala Hongkong (37k)



Kalau tiga menu sebelumnya gagal memuaskan lidah kami, untungnya Tanghun Goreng Seafood pesanan mama saya, sangat bisa dinikmati.. Kalau Lo Kwetiaw Ipoh pesanan adik saya, sebenarnya enak.. Hanya saya kwetiaw-nya itu disajikan dingin dan rada menggumpal.. Dan dari sekian banyak menu yang kami pesan, juaranya adalah Steam Ikan Pari Tauco Special.. Ikan pari-nya itu fresh dan saus tauco-nya juga enak.. Makan nasi ditambah bumbu ikannya saja sudah enak.. Mengingatkan saya dengan ikan pari yang biasa saya makan di Malaysia..

 Tanghun Goreng Seafood (34,5k)


 Lo Kwetiaw Ipoh (33k)


Steam Ikan Pari Tauco Special (67k)




Anyway, Tea Garden ini sudah memiliki 8 outlets di Indonesia lho.. Bahkan sudah sampai ke Australia sana.. Kalau di negara asalnya, Malaysia, mereka sudah memiliki 27 outlets.. To be honest, saya masih penasaran dengan banyak menu yang ditawarkan di Tea Garden.. Tapi sudah dua kali lho saya dikecewakan.. Sayang sebenarnya, padahal saya suka suasana resto-nya dan pelayanan/service-nya yang cukup oke.. Apalagi harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau.. Ada yang pernah makan di Tea Garden ga ya.. Kira2 pengalamannya sama dengan saya atau malah berbeda 180 derajat.. hehehe..



(CLOSED) Tea Garden Restaurant
Pertokoan Sunset Road Dewaruci Blok A-D
Jl. Sunset Road, Kuta, Bali
Telephone  :  0361-4726258
Opening Hours  :  08.00 - 01.00
https://www.teagarden.com.my/indonesia



Taste  :  ✮✮☆☆☆
Price  :  ✮✮✮✮☆
Service  :  ✮✮✮✮☆
Recommended  :  Steam Ikan Pari Tauco Special, Dim Sum, etc


Sunday, January 7, 2018

Uncle Chong Restaurant


Merry Christmas & Happy New Year 2018 everyone.. Tolong dimaafkan ya karena blog-post-nya baru nongol lagi setelah sekian lama.. hehehe.. Setelah kemarin2 merayakan Christmas, my birthday, New Year, di tanggal 7 Januari ini, saya dan keluarga merayakan wedding anniversary papa mama saya yang ke-29.. Dan untuk celebration, kali ini kami memilih bersantap di Uncle Chong Restaurant..

Buat yang masih asing dengan nama Uncle Chong Restaurant, jangan khawatir karena memang Uncle Chong ini masih newbie banget di dunia kuliner di Bali.. Malahan grand opening-nya masih di bulan Februari nanti.. hehehe.. Saya awalnya tahu tentang Uncle Chong ini dari Instagram dan langsung penasaran dengan signature dish mereka, Bee Hoon Soup.. Salah satu makanan terenak yang pernah saya makan di Singapore adalah Fish Porridge / Congee di People Park Complex Food Center.. Nah sekilas Bee Hoon Soup dan Fish Congee-nya Uncle Chong ini mirip dengan yang saya makan di Singapore..

Dengan menggunakan Waze, kami pun sukses menemukan Uncle Chong Restaurant ini.. Restaurant-nya memang agak nyempil, jadi lebih gampang berpatokan pada Mercure Harvestland yang persis berada di seberang resto.. Ketika memasuki resto, kami disambut oleh para waiter & waitress yang sangat ramah dan helpful.. Selain menu specialty mereka, ada juga menu masakan lainnya yang didominasi oleh olahan seafood, meat, dan sayuran.. Tempatnya sendiri cukup luas dengan design minimalis.. Cukup nyaman dan yang saya suka, sangat bersih.. Staff-nya juga ramah dan profesional.. Melihat kami kibas2 tangan karena ada lalat (1 lalat saja yang entah nyasar dari mana), mereka langsung datang membawakan lilin tanpa kami minta.. 











Beberapa menu yang kami pesan antara lain, Fish Meat Bee Hoon, Uncle Chong Sapo Tofu, Guiness Pork (yes, they have pork menu), dan Ying-Yang Fish.. Untuk Bee Hoon-nya saya sengaja memilih Fish Meat.. Untuk penggemar kepala ikan, bisa memilih Fish Head Bee Hoon.. 

















Fish Meat Bee Hoon-nya hadir dalam porsi jumbo dan rasanya ENAKKK.. Sengaja saya tulis pakai huruf kapital karena memang enaknya kebangetan.. Kuahnya ga amis walaupun memakai ikan.. Soup atau kuah-nya juga wangi bawang putih dan aneka dedaunan.. Ga salah memang.. As it says, the best bee hoon soup in town.. Menu kedua yang hadir adalah Uncle Chong Sapo Tofu.. Menu yang satu ini juga enak.. Bahan2nya fresh, isinya juga melimpah.. Untuk Guiness Pork-nya, rasanya ga kalah enak juga.. Pork-nya sendiri ga kerasa, mama saya yang ga doyan pork aja, bisa makan menu yang satu ini.. Campuran guiness atau beer hitam-nya memberikan rasa dan aroma yang berbeda dan enak pastinya.. hehehe..


 Ice Tea (10k)


 Fish Meat Bee Hoon (60.5k)


 Uncle Chong Sapo Tofu (99k)


 Guiness Pork (115.5k)



Selain Bee Hoon Soup, yang menjadi superstar dari santap siang kami hari ini adalah Ying-Yang Fish.. Kenapa disebut Ying-Yang, karena ikannya akan disajikan dalam 2 hidangan yang berbeda, yaitu digoreng dan di-steam.. Ikannya sendiri fresh karena baru saja dieksekusi.. Jadi semua seafood di Uncle Chong ini menggunakan live seafood.. Untuk menu Ying-Yang Fish, ikan yang digunakan adalah kerapu macan yang memang paling cocok di-steam dan harganya sedikit lebih mahal dari jenis ikan lainnya.. Ikannya sendiri hadir dengan look dan plating yang sangat cantik.. Saya memulai suapan pertama dengan ikan yang digoreng.. Rasanya, jangan ditanya.. Saya bagaikan melayang ke langit ketujuh.. Lebay sih, tapi memang enaknya kebangetan.. hahaha.. Ikannya dimasak dengan sempurna, jadi serasa melted in our mouths.. Dan karena ikan-nya  fresh, jadi dimasak minimalis pun sudah enak.. Biarpun harganya ga murah, tapi kami sama sekali ga menyesal.. Sebanding lah antara rasa dan kualitas dengan harga yang kami bayar..


Ying-Yang Fish (800gr-334k)



Overall, it was a wonderful dining experience at Uncle Chong Restaurant.. Recommended banget.. Saya bukan di-endorse ya, melainkan bayar pakai uang sendiri.. Segala pujian dan comment positif yang saya tulis, semata2 karena saya memang puas dengan makanan dan service di Uncle Chong Restaurant ini.. Anyway, tadi ketika kami makan, kami melihat Uncle Chong yang menjadi icon dan head chef resto ini.. Ternyata beliau berasal dari Kuala Lumpur dan sudah berkarier di dunia kuliner sejak tahun 1973.. Pantesan saja rasanya authentic dan enak.. hehehe.. Buat yang mau "berhemat" bisa datang ke Uncle Chong saat weekdays dan lunch time.. Karena ada promo 35k nett yang terdiri dari 1 main course (pilihannya fried rice, bee hoon soup, congee, dll), free-flow lemon tea, dan fruits.. Selain itu ada juga menu paket yang cocok untuk group atau acara2..



Uncle Chong Restaurant
Jl. Bypass Ngurah Rai No 8
Kuta - Bali
(opp. Mercure Harvestland Kuta)
Telp  :  +62361 4753994
Opening Hours  : 11.00  -  22.00
Instagram  :  @uncle_chong_restaurant


Taste  :  ✮✮✮✮✮
Price  :  ✮✮✮☆☆
Service  :  ✮✮✮✮✮
Recommended  :  Fish Bee Hoon, Ying-Yang Fish, etc



Sunday, December 17, 2017

Chinese Food Medan (Jl. Kediri Tuban Kuta)


Perkenalan saya dengan tempat makan yang satu ini terjadi secara tidak sengaja.. Berhubung bingung mau makan apa, jadinya kami berhenti secara gambling di depan Chinese Food Medan ini.. Nama tempat makannya memang "hanya" Chinese Food Medan dan lokasinya berda di Jalan Kediri - Tuban, tak jauh dari Pepito Supermarket.. 













Saya dan teman2 memesan beberapa menu, seperti Mie Pangsit, Kari Bihun Medan, Mie Goreng Seafood Belacan, dan Nasi Goreng Seafood.. Mie Pangsit-nya lumayan enak.. Sayang rasanya sedikit manis, dan ditambah dengan sambal-nya yang juga cenderung manis.. Tapi overall, not bad lah.. Kari Bihun Medan merupakan pesanan teman saya yang memang asli Medan.. Menurut dia rasa kari bihun-nya enak.. Yang pasti porsinya besar banget.. Sudah dibagi berempat saja, tetap ga habis.. hahaha.. Nasi Goreng Seafood-nya sayang ga kefoto.. Dari segi taste, enak kok nasi gorengnya.. Tapi yang menjadi favorit saya adalah Mie Goreng Seafood Belacan-nya.. Rasa mie-nya itu kompleks banget.. Ada rasa asin, manis, pedas, dan tentu saja rasa si belacan yang mendominasi mie goreng ini.. Enakk.. 


Mie Pangsit


Kari Bihun Medan (40k)


Mie Goreng Seafood Belacan (35k)



Selain menu2 yang saya sebutkan di atas, Chinese Food Medan ini juga menawarkan menu2 standard rumah makan chinese food lainnya seperti Kwetiaw, Bihun, Bubur, aneka sayuran, seafood, dan masih banyak lagi.. Tempatnya memang tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman.. Saat kami ke sana, hampir semua meja terisi, menandakan tempat makan yang satu ini sudah memiliki banyak penggemar..



Chinese Food Medan
Jl. Kediri No. 36 XXB
Tuban, Kuta, Bali
Opening Hours  :  09.00 - 21.00
Non-Halal (sorry)


Taste  :  ✮✮✮☆☆
Price  :  ✮✮✮✮☆
Service  :  ✮✮✮☆☆
Recommended  :  Mie Goreng Belacan, Nasi Goreng, etc


Bubur Ayam Khas Jakarta Bang Yoss Pasar Kuta



Berhubung saya adalah seorang teman yang baik, jadi ketika ada teman saya yang harus mengejar first flight balik ke kotanya, saya bela2in bangun pagi2 buta demi mengantarnya ke airport.. Keluar dari airport, perut saya mulai bereaksi akibat diajak bangun jam 3 pagi.. hehehe.. Saya, adik saya, dan satu teman saya, kami bertiga menyusuri jalanan Kuta yang tentu saja masih sangat sepi itu.. Gagal menemukan tempat makan yang bisa kami singgahi, akhirnya kami menuju Pasar Kuta karena teringat dengan warung bubur yang satu ini..

Walaupun tempatnya sederhana dan di dekat pasar, tapi Bubur Ayam Bang Yoss ini sudah terkenal banget.. Penggemar-nya tidak hanya orang local, tapi wisatawan mancanegara.. Teman saya yang notabene orang asing, malah sudah sering makan bubur ayam ini.. Saat kami tiba di sana, walaupun pukul 05.00 pagi, tapi yang makan tidak sedikit lho.. 





To be honest, saya bukan penggemar bubur.. Tapi untuk ukuran bubur, Bubur Ayam Bang Yoss ini tergolong enak, apalagi mengingat harganya yang murah meriah.. Untuk 4 porsi bubur, minum, dan beberapa tusuk sate usus, saya hanya perlu membayar 50k.. Pantesan penggemarnya banyak.. Selain itu, karena bukanya 24 jam, jadi bisa dijadikan pilihan ketika sedang berada di sekitar Pasar Kuta.. Well, terutama buat kalian para insomniacs dan yang tiba2 kepengen cari midnight atau dawn supper..  hehehe..







Bubur Ayam Khas Jakarta Bang Yos Pasar Kuta
Jl. Raya Kuta No 123
Kuta, Bali
Telp  :  +6281 1710 6034
Open 24 hours
Other outlets  :   Jl. Teuku Umar, Jl. Tukad Pakerisan


Taste  :  ✮✮✮☆☆
Price  :  ✮✮✮✮✮
Service  :  ✮✮✮☆☆
Recommended  :  Bubur Ayam



Saturday, December 9, 2017

A Day @ Beachwalk ~ Cha Payom, Eat & Eat, The Premiere


Sebenarnya tujuan utama dari post ini adalah me-review si Cha Payom.. Too bad, foto2 yang saya punya jumlahnya sangat terbatas.. Jadi supaya post ini tidak pendek2 amat, sekalian deh cerita ngapain aja saya di Beachwalk beberapa hari yang lalu.. Berhubung papa saya ultah dan jatah cuti dari kantor masih tersisa, jadi sekalian saja saya manfaatkan untuk mengambil day off. Kebayang ga nge-mall di hari kerja.. Pastinya sepi kan ya.. Belum lagi ditambah suasana Bali yang lagi sepi2nya akibat erupsi Gunung Agung.. Beachwalk yang kalau weekend ramai banget, ini sunyi senyap..

Tujuan utama saya ke Beachwalk sebenarnya memang untuk mencoba Cha Payom.. Kayaknya sekarang lagi nge-hits banget ya minumaan2 ala Thailand.. Mulai dari Cha Yen (Thai Milk Tea) sampai ke King Mango Thai.. Sebelum Cha Payom buka, saya sudah pernah mencoba berbagai Cha Yen yang dijual di mall2 dengan embel2 authentic Thailand, tapi menurut saya rasanya tetap ga seenak Cha Yen yang dijual di Thailand..  Makanya ketika tahu Cha Payom membuka outlet-nya di Beachwalk, saya langsung excited pengen nyobain.. Menu yang ditawarkan lumayan bervariasi.. Ada aneka Thai Tea, Green Tea, Coffee, Chocolate, dan tak ketinggalan aneka desserts khas Thai juga..


 Cha Payom @ Beachwalk









Dari sekian banyak menu yang ditawarkan di Cha Payom, saya memilih Cha Yen dan Mango Tango.. Cha Yen-nya surprisingly enak.. Mirip dengan yang saya minum di Thailand.. It tasted so much better dari pada tetangga2 sebelah.. Cha Yen-nya Cha Payom ini lebih terasa rasa teh-nya, jadi ga manis doang kayak yang lainnya.. Mango Tango-nya juga enak.. Saya belum pernah nyobain King Mango Thai sih, tapi menurut saya Mango Tango ini not bad at all.. Isinya ada potongan buah mangga, sirup khas Thai, puding mangga, dan di atasnya diberi topping ice cream mangga.. Mango lovers pasti doyan deh.. hehehe.. Anyway, untuk minuman sekelas Cha Payom dengan lokasi di mall elite, surprisingly harganya murah meriah.. Cha Yen segelas besar hanya 25k lho.. Mango Tango-nya 30k.. Recommended..


 Cha Yen (25k)


 Mango Tango (30k)



Berhubung mengejar jam nonton bioskop, jadinya saya dan keluarga memilih makan siang di Eat & Eat.. Semenjak di-ubah tampilannya, kayaknya makin sedikit jumlah stalls atau stan-nya.. Untungnya, stall favorit semua orang termasuk saya, Bakmi Kepiting Pontianak, masih ada.. Beneran deh, kalau bingung mau makan apa di Beachwalk, safe choice-nya ya Bakmi Kepiting ini.. Seporsi harganya hampir 50k, tapi porsinya besar, jadi dijamin puas makannya.. Kemarin selain Bakmi Kepiting, kami juga memesan Nasi Hainan yang entah kenapa tidak seenak dulu.. Ada juga Laksa Singapore yang rasanya mirip Curry Mee di Malaysia, dan untungnya masih tergolong enak.. Dan last but not least, si Nasi Goreng Kambing yang ga enak blass.. Sebenarnya saya pengen nyobain aneka Nasi Goreng yang disajikan dalam penggorengan (pan) kecil, tapi dari awal kami duduk sampai kami selesai makan, staff-nya ga nongol2.. Tanya sama tetangga-nya, katanya lagi ngerokok di bawah.. Gila ya, padahal sudah jam 12 siang.. Lha kapan jualannya.. Saya juga sempat mau beli Siomay Menteng, tapi mbak2-nya dengan judes bilang bumbu siomay-nya belum matang.. Maunya sih saya timpalin, mbak sekalian aja bukanya jam 3 atau jam 5 sore.. Sudah jam 12 kok ga mateng2.. hahaha..


 Bakmi Kepiting


 Nasi Hainan with Roasted Chicken


 Laksa Singapore


 Nasi Goreng Singapore



Perut sudah terisi, saatnya menuju bioskop.. Jadi ceritanya papa saya yang lagi ultah ini, sama anak2 wedhok-nya malah diajak nonton bioskop.. hahaha.. Ya maksud hati biar ultah-nya ga monoton.. Boring banget kan kalau cuma dinner atau makan2.. Malah beberapa tahun yang lalu, pas mama saya ultah, saya dan adik saya ga bilang mau kemana.. Pokoknya mereka pasrah aja di dalam mobil.. Ujung2nya kami ajak mereka ke Bali Safari & Marine Park.. Mama saya ngomel dong pastinya, katanya "orang tua kok diajak ke kebun binatang".. wkwkwk..

Salah satu keuntungan nonton bioskop saat weekdays, adalah harga tiketnya yang murah meriah.. Di Beachwalk, untuk XXI harganya hanya 35k.. Untuk The Premiere-nya 60k.. Berhubung bukan penggemar film horor (Marrowbone) dan film misteri (Murder On The Orient Express), jadi kami memilih nonton Justice League yang masih main di The Premiere-nya.. To be honest, ini adalah pertama kalinya saya mencoba The Premiere.. Jadinya ya agak norak gitu.. hahaha.. Tiketnya difoto, clingak-clinguk ga tau studio-nya dimana, dan excited banget lihat kursinya yang bisa reclining.. hahaha..


 Beachwalk XXI





Yang bikin surprise lagi pas masuk studio, isinya hanya 6 orang di luar kami, dan semuanya orang asing.. hahaha.. Serasa nonton di bioskop pribadi.. hahaha.. Tapi sayang The Premiere di Beachwalk ini kurang oke.. Pas pertama masuk, baunya ga enak.. AC ga dingin, pantesan kagak ada yang pakai selimut.. Makanan dan minumannya juga ga lengkap.. Padahal kalau baca review blogger lain, The Premiere itu kan keren banget ya.. Ada lounge khusus, toilet khusus, dll.. Ini di Beachwalk kagak ada.. Tapi overall, service-nya boleh lah.. Mulai dari security sampai mbak2nya, semua ramah dan helpful..









Beachwalk Kuta Bali
Jalan Pantai Kuta, Bali
Opening Hours  :  
10.30 - 22.30 (Sun - Thu) 
10.00 - 00.00 (Fri & Sat) 
http://beachwalkbali.com/


Cha Payom
@ L2 Beachwalk Kuta Bali


Eat & Eat
B17 @ L3 Beachwalk Kuta Bali


Beachwalk XXI & The Premiere
A 2B @ L2 Beachwalk Kuta Bali
Telp  :  +62361 8465 621