Sunday, January 20, 2019

Pengalaman Apply Visa China di Chinese Visa Application Service Center Bali


Tidak bisa dipungkiri bahwa visa terkadang menjadi momok menakutkan bagi para travelers Indonesia, termasuk saya sendiri.. hahaha.. Kekhawatiran akan permohonan visa ditolak, ditambah dengan urusan paper-work yang “njlimet”, membuat banyak orang sudah malas duluan untuk pergi ke negara-negara yang memerlukan visa.. Sampai dengan September 2018, tidak ada satupun visa tertempel di passport saya.. Sampai akhirnya saya berangkat ke Sanming, China dan itupun dengan visa yang diuruskan oleh pihak universitas (read here)..

Berbicara tentang visa application, tentu masing-masing negara memiliki persyaratan yang berbeda-beda.. Dari yang paling mudah sampai yang paling sulit seperti Visa Schengen dan US.. Salah satu visa yang konon persyaratannya paling mudah dan tingkat approval-nya tinggi adalah Visa China (Chinese Visa).. Visa China ini bisa di-apply di Chinese Visa Application Service Center (CVASC) yang saat ini sudah terdapat di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.. Good news bagi kita yang tinggal di Bali, saat ini sudah dibuka CVASC di Bali, walaupun permohonan visa tetap akan diproses di Chinese Consulate General di Surabaya.. Jadi kita tidak perlu lagi menggunakan jasa perantara atau travel agent untuk mengurus pembuatan visa di Jakarta atau Surabaya, dikarenakan kita cukup memasukkan berkas permohonan di CVASC Bali.. 


CVASC Bali




CVASC Bali ini berlokasi di Grand Palace Hotel di Jl. Bypass Ngurah Rai Sanur.. Jam operasionalnya adalah hari Senin-Jumat pukul 09.00 – 15.00 (s/d 16.00 untuk pengambilan visa)..  Untuk syarat pembuatan Visa China adalah sebagai berikut :

      1. Form Aplikasi Visa
Form Aplikasi Visa ini bisa di-download di sini dan diisi di computer, kemudian di-print.. Untuk yang apply di CVASC kota lain (selain Bali), bisa mengisi form ini secara online.. Bahkan bisa ambil nomer antrian secara online juga lho..

      2. Pas Foto
Dua buah Pas Foto dengan syarat dan ukuran yang bisa dilihat di sini.. Saya sarankan mencari tempat foto yang sudah terbiasa melayani pembuatan pas foto untuk apply visa..

     3. Passport Asli (with at least six months of remaining validity) dan Fotocopy Passport (yang di-fotocopy hanya halaman identitas)

      4.Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga (kemarin fotocopy KTP-nya dikembalikan sama petugasnya)
 
      5. Fotocopy Tiket Pesawat dan Reservasi Hotel


Semua berkas fotocopy yang saya sebutkan di atas harus menggunakan kertas A4.. Untuk reservasi hotel, apabila masih belum pasti akan menginap di hotel mana, lebih baik booking hotel via Booking.com.. Di Booking.com tersedia menu free cancellation dimana pembayaran baru akan ditarik ketika kita sudah tiba di hotel.. Setelah proses apply visa selesai, booking-an bisa di-cancel tanpa terkena biaya sepeserpun.. Kalau di website lain, seringkali ada biaya administrasi yang di-charge ketika kita melakukan pembatalan reservasi.. 

Visa China ini berlaku selama 3 bulan sejak issue-date, jadi lebih baik apply-nya sekitar 30-45 hari sebelum tanggal keberangkatan.. Untuk jenis visa-nya sendiri ada beberapa jenis dan bisa dilihat di website VisaForChina.org.. Kalau untuk liburan (as a tourist), visa yang di-apply adalah kategori visa L..

Berdasarkan pengalaman saya, proses apply Visa China di CVASC Bali ternyata sangat mudah.. Saya tiba di Grand Palace Hotel sekitar pukul 09.10 dan ternyata tidak ada antrian sama sekali.. Petugas yang menerima berkas permohonan saya juga sangat ramah walaupun pas foto saya dan adik saya tidak lolos pemeriksaan.. hahaha.. Padahal foto yang sama kami gunakan untuk apply visa ketika pergi ke Sanming di bulan October yang lalu.. Untungnya petugas tersebut memberikan kami waktu untuk mencetak ulang pas foto kami.. Bahkan mbak-nya juga memberi tahu dimana lokasi studio foto yang terdekat dengan kantor CVASC.. 
Setelah menyerahkan pas foto yang baru, kami hanya perlu membayar biaya pembuatan visa dan selanjutnya diberikan tanda terima untuk pengambilan visa.. Untuk visa jenis single entry, biayanya adalah sebesar 540k yang terdiri dari 300k Visa Fees dan 240k Application Service Fee.. Proses permohonannya sendiri memerlukan waktu 8 hari kerja (kecuali express service).. Delapan hari saya lalui dengan perasaan harap-harap-cemas.. hahaha.. Hari itu pagi2, saya sudah ke kantor CVASC dan perasaan saya langsung lega ketika membuka passport saya yang di dalamnya tertempel Visa China kedua saya.. wkwkwk..


So China, here we come.. ^_^





Chinese Visa Application Service Center – Bali

Grand Palace Hotel

Jl. Bypass Ngurah Rai No. 165

Sanur – Bali

Phone  :  +62361 449 1313

Business Hours  :

   Monday – Friday (closed on Weekend & Public Holidays)

   09.00  -  15.00 (till 16.00 for collection)
Email  :  denpasarcentre@visaforchina.org


Thursday, January 17, 2019

Warung Ipang


Salah satu agenda wajib di saat weekend yang berlaku di keluarga saya adalah lunch bareng.. Kenapa lunch, karena semua lagi on diet, jadi menghindari makan enak dan banyak saat malam hari.. hahaha.. Tapi entah kenapa, lama-lama bingung juga lho mau lunch dimana.. Nah kebetulan weekend itu, saya benar-benar lagi tidak punya ide mau makan dimana.. Akhirnya iseng buka Traveloka Eats dan pilihan jatuh ke Warung Ipang ini..

Warung Ipang ini lokasinya berada di Jalan Dewi Sri.. Beberapa kali lewat di depannya, tapi belum berniat untuk mampir.. Lewat Traveloka Eats, saya membeli 2 paket, yaitu Package A for 2 People dan Package B for 2 People.. Cara pembeliannya mudah banget, sama saja seperti kalau kita memesan hotel dan tiket.. Voucher atau paket ini berlaku setiap hari, hanya untuk makan di tempat (dine in), dan dianjurkan untuk membuat reservasi 1 hari sebelum kedatangan.. Kemarin karena saya beli pas hari H, jadi baru reservasi 2 jam sebelumnya dan tidak ada masalah..












Dari 2 paket yang saya beli di Traveloka, beberapa menu yang kami dapatkan antara lain Cumi Goreng Telur Asin, Ayam Goreng Kremes (2 porsi), Sayur Spesial Ipang, Tempe Tahu Penyet (2 porsi), Kangkung Krispi, Kepiting Soka Asam Manis, Gurami Pesmol, Urap-Urap, Terong Penyet, Nasi Putih, dan Teh / Air Mineral.. Harga per paketnya sekitar 180k dan mereka juga menu paket untuk ber-5.. Walaupun sudah beli menu paket, saya tergoda juga untuk mencoba Iga Panggang Penyet yang menjadi menu andalan Warung Ipang ini.. 










Mungkin karena menu pesanan kami cukup banyak varians-nya, jadi kami menunggu cukup lama.. No problem sih secara tempatnya nyaman dan di dalam restaurant juga ada coffee shop yang menjual aneka kopi dan pastry yang bisa dijadikan sebagai snack atau dessert.. hehehe.. Menu yang pertama kali tersaji adalah aneka menu sayuran pesanan kami.. Kangkung Krispi-nya enak.. Kangkung-nya beneran crispy dan porsinya juga besar.. Sayang saya kurang suka dengan sauce-nya yang terlalu manis buat lidah Bali & Jawa Timur-an saya.. hahaha.. Next adalah Urap-Urap dan Sayur Spesial Ipang yang menurut saya mirip Capcay itu.. Sayur Spesial Ipang-nya sih biasa saja, tapi saya suka Urap-Urap-nya.. Sayurannya segar, tidak overcooked, bumbu-nya juga pas.. Untuk menu penyet-an pesanan kami, Tempe, Tahu, dan Terong Penyet, sayang sekali sambal penyet-nya belum berhasil memuaskan lidah saya.. Sambal penyet-nya masih kalah jauh dengan sambal buatan mama saya yang dulu memang sempat buka rumah makan di Jimbaran.. hehehe..


Ice Tea dan Mineral Water


Kangkung Krispi


Urap-Urap


Sayur Spesial Ipang


Tempe Tahu Penyet


Terong Penyet


Karena sambal penyet-nya yang kurang special, maka menu Iga Panggang Penyet-nya juga terasa kurang special.. Tapi Iga Panggang-nya sendiri enak kok.. Bumbunya meresap dan dagingnya dengan sukarela lepas dari tulangnya saking empuknya.. hehehe.. Ayam Goreng Kremes-nya juga lumayan enak.. Bumbunya terasa dan perpaduan sambal dan kecap yang diberi irisan bawang merah juga pas banget.. Cumi Goreng Telur Asin-nya sendiri not bad.. Sayang saya buka penggemar telur asin.. hehehe.. Nah dua menu terakhir ini yang sukses membuat saya keheranan.. Kepiting Soka Asam Manis dan Gurami Pesmol, justru dari semua menu yang kami pesan, dua menu ini yang saya tunggu-tunggu.. Eh malah akhirnya dua menu ini yang paling mengecewakan.. Bukan tidak enak sih, tapi saus asam manis dan bumbu pesmol-nya itu muanisss bangettt.. Jadi curiga kokinya jangan-jangan orang Jawa Tengah.. hahaha.. Saya sebenarnya suka makanan yang cenderung manis kok, tapi ini manisnya kebangetan.. Akhirnya dua menu ini kami bawa pulang ke rumah dan diolah lagi sama mama saya untuk mengurangi rasa manisnya.. hahaha.. Tapi di luar itu semua, ada beberapa point plus sih yang suka dari Warung Ipang ini.. Pertama, service-nya oke, mbak-mbak waitress-nya semua ramah dan helpful.. Kedua, makanannya juga fresh dan pilihan menunya banyak banget..


Iga Panggang Penyet


Ayam Goreng Kremes


Cumi Goreng Telur Asin


Kepiting Soka Asam Manis


Gurami Pesmol



Warung Ipang
Jl. Dewi Sri No 88 X
Kuta, Bali
Phone  :  62361 472 7611
Opening Hours  :  10.00 - 23.00 (00.00 on Weekend)
Instagram  :  @warungipang.bali


Taste  :  ✮✮✮☆☆
Price  :  ✮✮✮☆☆
Service  :  ✮✮✮✮☆
Place  :  ✮✮✮✮☆
Recommended  :  Urap-Urap, Iga Panggang, dll


Wednesday, January 16, 2019

Nat's Curhatan ~ Three Magic Words




 (taken from Google)


Ada yang pernah dengar tentang istilah "3 Magic Words"?? Konon menurut para ahli komunikasi, tiga kata ajaib “Please”, “Thank You”, dan “Sorry” atau kalau dalam versi Bahasa Indonesia-nya menjadi “Tolong”, “Terima Kasih”, dan “Maaf” ini mampu membangun hubungan yang baik antar manusia..  Awalnya saya juga bertanya-tanya kenapa tiga kata ini sampai disebut sebagai magic words.. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, menyisipkan satu kata ini ternyata bisa membuat dampak  yang berbeda lho, terutama terhadap orang yang kita ajak berkomunikasi.. Contohnya saja kalimat “Ambilkan buku itu” dengan “Tolong ambilkan buku itu” pasti akan terdengar berbeda dan memberikan makna yang berbeda juga bagi yang mendengarkannya.. 

Sayangnya banyak orang yang melupakan dan meremehkan tiga kata ajaib ini.. Saya termasuk seorang anak yang beruntung karena dibesarkan oleh kedua orang tua yang benar-benar concern masalah etika, sopan santun, dan tata krama.. Tapi entah kenapa, saya merasa semakin ke sini sepertinya nilai-nilai tersebut sudah mulai luntur, well at least berdasarkan pengalaman saya sehari-hari.. hehehe.. Jangankan mengucapkan kata "tolong" dan "maaf", untuk sekedar mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu saja terkadang tidak dilakukan..


Saya masih ingat betul kejadian beberapa tahun yang lalu.. Saat itu kebetulan rekan kerja saya  mendapatkan seorang staff baru (sebut saja si A), seorang pria yang usianya masih di awal 20 tahunan.. Lama-lama diperhatikan, ternyata si A ini kalau diberi sesuatu, misalkan makanan, tidak pernah mengucapkan terima kasih.. Lama-lama si A akhirnya ditegur juga oleh rekan kerja saya.. Negurnya sih secara baik-baik ya, karena kami berdua suka gemas sendiri.. Dikasih orang sesuatu, hanya diam saja.. Semenjak itu, si A sudah biasa mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu.. Satu hal yang mengganjal di benak saya, apakah si A ini memang tidak pernah diajarkan untuk mengucapkan terima kasih sedari kecil ya??


Ternyata semakin ke sini, semakin sering saya bertemu dengan orang yang tidak “terbiasa” mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu.. Sesuatu di sini bisa berupa barang, tindakan, waktu, dll ya.. Dari yang usianya masih muda sampai yang sudah tua.. Dari yang pendidikannya tinggi sampai yang biasa saja.. Saya sih bukan orang yang “gila-terima kasih” sampai ingin orang berterima kasih setiap menerima “sesuatu” dari saya.. Heran saja gitu.. wkwkwk.. Ada lho orang yang saya kenal, sudah dibelikan barang yang menurut saya harganya lumayan mahal (untuk ukuran kantong saya) dan proses mencarinya perlu perjuangan, eh ketika nerima barangnya, bukannya bilang terima kasih malah bilang "saya sudah punya yang warna dan modelnya mirip seperti ini".. hahaha.. Sudah dikasih gratis, harusnya kan diterima saja ya.. Susah sih memang kalau orangnya tanpa empati begitu.. wkwkwk.. Bahkan menurut saya, orang “kecil” justru lebih punya sopan santun lho.. Tukang parkir saja yang saya lebihkan lagi seribu perak, sampai mengucapkan terima kasih berkali-kali.. Atau driver delivery makanan yang saya lebihkan 5k atau 10k, bisa berterima kasih berulang-ulang kali.. 

Pernah juga saya tiba-tiba menerima pertanyaan dari rekan kerja saya lainnya, kenapa saya mengucapkan terima kasih ketika mengakhiri percakapan di telepon atau ketika membeli makanan.. Saya sampai bingung harus menjawab apa.. Contohnya ketika kita membeli makanan, apakah karena kita membayar jadi kita tidak boleh mengucapkan terima kasih?? Kalau menurut saya, terima kasih juga perlu kita ucapkan kepada cashier atau waitress yang sudah melayani kita dengan baik.. Tanpa mereka tentu makanan yang kita pesan tidak akan bisa kita nikmati.. 


Kalau untuk berterima kasih saja sudah susah, bisa dipastikan dua kata ajaib lainnya, “Tolong” dan “Maaf” juga bakalan sulit terucapkan.. Daripada kata-kata kita terdengar seperti memerintah, menyisipkan kata “tolong” sebenarnya sama sekali tidak sulit kok.. Persoalannya hanya mau atau tidak.. Begitu pula dengan mengucapkan maaf.. Apakah harus yang bersalah yang mengucapkan maaf, atau yang lebih tua yang harus mengucapkan maaf?? Mengatakan maaf sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan kok.. Yang lebih sering, perasaan gengsi lah yang menghalangi kita untuk mengucapkan maaf.. 


Sebenarnya post kali ini juga menjadi bahan intropeksi untuk saya sendiri.. Salah satu quote yang saya suka, “Treat people the way you want to be treated, talk to people the way you want to be talked to, respect is earned not given”..  Jadi kalau saya ingin diperlakukan dengan baik, saya harus lebih dulu memperlakukan orang lain dengan baik pula.. Semua kembali lagi ke hukum karmapala dan tabur-tuai.. Percayalah kalau kita selalu berbuat baik, maka kebaikan juga yang akan kita temui dan dapatkan tak peduli apapun yang kita lakukan atau kemanapun kita melangkah.. Mulai sekarang, mari bersama-sama kita coba untuk selalu menyisipkan ketiga kata ajaib ini ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar kita.. 

Cheers ~ Nat

Thursday, January 10, 2019

Saemao ~ Grill & Hot Pot


Berhubung boss besar ulang tahun di akhir November kemarin, maka dinner celebration-nya tidak boleh di tempat yang biasa-biasa saja.. hehehe.. Awalnya kepikiran makan di restaurant suki baru di Level 21.. Tapi akhirnya pilihan jatuh ke Saemao, restaurant Grill & Hot Pot baru yang berlokasi di Mall Bali Galeria.. Alasannya karena konsep restaurant-nya mirip seperti Hot Pot yang kami makan sewaktu di Sanming, China.. Ya hitung-hitung walaupun belum bisa mengajak orang tua ke Sanming, sekarang coba Hot Pot-nya dulu.. hahaha..

Berbeda dengan konsep Hot Pot pada umumnya, Hot Pot di Plum Garden International Hotel di Sanming dan di Saemao ini sistemnya individual.. Jadi masing-masing pengunjung mendapatkan 1 hot pot kecil, bukan 1 hot pot besar yang harus di-shared.. Menurut saya konsep seperti ini lebih bagus sih, secara masing-masing orang kan punya selera dan preference yang berbeda-beda..

Di Saemao Restaurant sendiri, konsepnya All You Can Eat dan All You Can Drink.. Per orang dikenakan Rp 198.000 (adult) dan Rp 99.000 (children 3-11yo).. Ini sudah harga nett dan pengunjung diberikan waktu 90 menit untuk bersantap.. Berhubung kemarin masih ada opening promo berupa discount 20%, jadi saya membayar sekitar 158k per orangnya.. 












Untuk Hot Pot-nya sendiri, ada 5 macam soup yang bisa dipilih, yaitu Chicken, Coconut, Tom Yum, Herbal, dan Mala (Hot Pepper Oil).. Khusus untuk Herbal dan Mala ada tambahan 20k per pot-nya.. Kemarin sih semua kompak memilih Chicken untuk soup Hot Pot kami.. hehehe..






Untuk pelengkap Hot Pot, standard saja sih pilihannya, sama seperti restaurant hot pot lainnya.. Ada aneka bakso dan dumplings, aneka jamur, aneka tahu, aneka mie, dan aneka sayuran.. Untuk seafood, sayang pilihannya hanya ada udang.. Tapi yang saya suka dari Saemao ini adalah kualitas makanannya.. Contohnya aneka bakso yang banyak dijumpai di supermarket itu.. Di sini mereka menggunakan bakso yang kualitasnya bagus, jadi bukan yang murahan dan rasanya kurang enak itu.. Terakhir pas ketemu sama manager restaurant-nya, katanya sih kebanyakan bakso dan dumplings itu mereka produksi sendiri, jadi bukan beli yang model frozen di supermarket..












Sebagai pelengkap Hot Pot tentu ada aneka saus+kecap+bumbu yang bisa kita racik sendiri.. Saya sendiri memilih untuk mengambil homemad sauce andalan Saemao sendiri.. Sauce yang dinamakan Homemade Chiller ini serius enak banget.. Apalagi kalau ditambahkan bawang putih cincang, daung bawang, dan daun ketumbar (coriander/cilantro).. 




Di sebelah counter Hot Pot, ada 1 counter juga yang isinya aneka masakan seperti Nasi Goreng, Mie Goreng, Ayam Goreng, Bihun Goreng, dan Bakpau.. Ada juga counter Salad, Fresh Fruits, dan Pudding.. Sedangkan untuk minuman, pilihannya ada Mineral Water, Ice Tea, Lemon Tea, dan Green Tea..










Here comes my favorite counter, GRILL.. Somehow saya memang lebih suka makanan yang digoreng atau dipanggang/bakar dibandingkan yang berkuah.. Di Grill counter tersedia pilihan daging sapi, mulai dari US Beef, Australian Beef, Lidah (Ox-Tongue), Chicken, Beef & Chicken Sausage, dan Beef & Chicken Kebab.. Khusus untuk sliced meat, kita juga bisa minta untuk dimasukkan ke dalam Hot Pot.. Daging import begini sudah bisa dibayangkan kan empuk dan juicy-nya.. Apalagi dicocol sama saus special-nya Saemao.. Kami saja sampai minta tambah berkali-kali dan merasa ga enak hati sama mas-mas tukang grill-nya.. hahaha.. Lidah-nya juga super empuk dan sebagai penggemar sausages, ga mungkin dong saya melewatkan memesan grilled sausage-nya.. hahaha..


















Sebenarnya mata sih masih lapar, tapi perut kami sudah kehabisan space.. Terpaksa acara makan-makan di Saemao kami akhiri dengan sepiring pudding dan buah segar.. Saat ingin mengambil ice cream, kami dihampiri oleh Manager Restaurant-nya, dan ditawari special dessert mereka.. Ada 2 pilihan, dan kami memilih Mango Dessert mereka.. Pesannya satu saja untuk di-shared karena kami sudah super kekenyangan.. Mango Dessert ini adalah juice mangga yang dibuat menjadi shaved ice dan di atasnya diberi potongan mangga.. Enak dan segar banget..




Overall, kami puas banget bersantap di Saemao ini.. Sebandinglah antara kualitas dan rasa makanan yang didapat dengan harga yang dibayar.. Restaurant-nya sendiri juga luas banget dan nyaman.. Jadi cocok juga kalau dijadikan venue untuk acara gathering, birthday, atau meeting.. Service-nya juga perlu saya acungi jempol.. Begitu ada piring kosong di atas meja, waiter dan waitress-nya langsung sigap datang mengambil.. Begitu juga ketika ada makanan di counter yang habis, langsung di-refill dengan cepat.. Two thumbs up..



Saemao Grill & Hot Pot
Lt. 2 Mall Bali Galeria
(di atas Ace Hardware / dekat ATM Center)
Jl. Bypass Ngurah Rai
Kuta, Bali
Opening Hours  :  10.00  -  22.00
Instagram  :  @saemao.hotpot




Taste  :  ✮✮✮✮☆
Price  :  ✮✮✮☆☆
Service  :  ✮✮✮✮✮
Place  :  ✮✮✮✮✮
Recommended  :  it's AYCE, so everything (lol)