Saturday, November 10, 2018

Trip to Sanming 三明 (Fujian - China) ~ Part 2


Hari kedua di Sanming kami awali dengan breakfast bareng di restaurant hotel.. Sesuai schedule, pukul 08.00 pagi kami sudah duduk manis di dalam bus dan bersiap menuju Youxi County..  Youxi County adalah sebuah county (semacam kabupaten) yang terletak sekitar 120km dari Sanming City.. Salah satu spot terkenal di Youxi County adalah Zhuxi Cultural Park (Zhuxi Dansheng Chu) yang menjadi tujuan kami pagi itu..


zao shang hao Sanming






Youxi County




Ada yang pernah mendengar tentang Zhuxi?? Saya sendiri baru pertama kali mendengar tentang Zhuxi.. hehehe.. Itupun setelah tahu akan berkunjung ke Zhuxi Cultural Park, saya langsung browsing-browsing mengenai Zhuxi.. hehehe.. Zhuxi atau Zhu Xi atau 朱熹 adalah seorang filsuf, politisi, dan penulis pada masa Dinasti Song (960-1279).. Nama Zhuxi memang tidak setenar Confucius (Kong Hu Cu), tapi Zhuxi banyak memberikan kontribusi yang berpengaruh terhadap filsafat China dan pemerintahan China saat itu.. Zhuxi juga dianggap sebagai tokoh paling berpengaruh kedua dalam sejarah China setelah Confucius.. More information about Zhuxi, please read here.. 

Tiba di Zhuxi Cultural Park, kami diajak berkeliling sambil mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guide.. Luas Zhuxi Cultural Park ini secara keseluruhan mencapai 44.000m2.. Termasuk di dalamnya beberapa spot menarik yang wajib dikunjungi seperti Shenlang Camphor Tree, Wengong Shrine, Weizhai Shrine, Half Acre Pool, Guanshu Academy, Museum, Zhuxi Gallery Embossment, dll.. Yang saya kagumi dari Zhuxi Cultural Park ini adalah, tempatnya yang luas banget dan benar-benar well-preserved.. Selain rumah asli Zhuxi dan segala isinya, ada juga taman luas yang di tengahnya terdapat patung Zhuxi dan museum yang isinya tidak hanya tentang Zhuxi tapi Youxi County secara keseluruhan.. 


Zhuxi Cultural Park
























































marga-marga Tionghoa








Tepat jam 12 siang, kami diajak menuju Youxi Hotel untuk lunch.. Tidak di Sanming, tidak di Youxi, kami selalu dijamu makanan berlimpah di restaurant hotel berbintang lho.. Terharu juga karena diperlakukan sebegitu istimewanya oleh Sanming University.. hehehe.. Kali ini kami makan per meja dengan menu makanan yang seolah-olah tidak ada habisnya.. Ya walaupun tidak semuanya bisa diterima oleh lidah saya, at least ada beberapa yang enak.. Ada kejadian lucu sewaktu kami makan di sini.. Jadi di meja kami itu disajikan satu piring besar yang berisikan 2 jenis daging panggang.. Yang satu sudah jelas kelihatan dari bentuknya kalau itu daging bebek.. Nah yang lagi satu itu mirip dengan bagian telinga babi (non-halal) yang biasa kami temui di beberapa makanan Chinese di Indonesia.. Makanlah saya sepotong, teman-teman yang lain juga pada nyobain.. Tibalah giliran sepupu saya nyobain.. Nah kebetulan dia dapat bagian ekor yang jelas-jelas tidak mirip sama sekali dengan telinga babi.. Kami langsung parno dong, apalagi mengingat Sanming terkenal akan olahan tikusnya.. wkwkwk.. Akhirnya daripada penasaran, bertanyalah sepupu saya ke salah satu auntie waitress-nya.. Dan ternyata itu daging kelinci.. OMG.. Dulu saya keukeuh menolak makan sate kelinci ketika di Batu, Malang.. Eh sekarang malah tanpa sengaja makan daging kelinci juga.. hahaha.. Tapi bersyukur sih yang kami makan itu bukan daging tikus.. hehehe..


Youxi Hotel


our lunch




Setelah makan siang, kami dan rombongan kembali menuju Sanming City.. Tujuan kami siang itu adalah Sanming University.. Jadi selain untuk menghadiri forum academic (keynote speech), akan diadakan juga penandatanganan kerja sama (MOU) antara Universitas Udayana Bali dengan Sanming University.. Begitu bus yang kami tumpangi memasuki area Sanming University, saya dan adik saya langsung dibuat terkagum-kagum.. Ini mah bukan universitas lagi, tapi lebih mirip kota mandiri.. Bayangkan saja, luas Sanming University ini mencapai 67.5 hektar lho.. Ada 15 fakultas, 42 jurusan, 750 dosen, dan 14.000 mahasiswa aktif di Sanming University ini.. Bank, supermarket, gym, lapangan sepak bola, lapangan basket, hospital, dll semuanya lengkap tersedia di sini.. Belum lagi asrama mahasiswa-nya yang mirip gedung apartemen saking banyaknya.. Lingkungan sekitarnya juga asri banget.. Ah bagus lah pokoknya.. hehehe..


Sanming University / 三明学院








Pertama-tama kami dinaikkan buggy untuk menuju lapangan basket.. Tenang, kami bukan mau diajak main basket kok.. hahaha.. Kebetulan aja sesi foto-fotonya diadakan di lapangan basket.. Di sini kami diajak berfoto dengan para pejabat Sanming University dan para tamu undangan dari negara lain.. Setelahnya kami diajak melihat beberapa area di Sanming University, salah satunya adalah tempat yang menampilkan koleksi karya seni dan produk-produk hasil karya para dosen dan mahasiswa Sanming University.. More information about Sanming University, please read here and here.. 




 


Sekitar pukul 15.00, kami diajak menuju Library Auditorium of Sanming University, tempat diadakannya forum academic.. Auditorium-nya sendiri cukup luas & modern.. Lokasinya juga jadi satu dengan perpustakaan kampus yang tidak kalah luasnya.. Begitu tiba kami langsung diarahkan ke kursi masing-masing dimana sudah tertempel nama masing-masing peserta rombongan.. Ada coffee & tea break juga, plus disediakan audio set sehingga kami yang tidak mengerti Bahasa Mandarin bisa mendengarkan versi English-nya..


Library @ Sanming University


Sanming University's Auditorium


Forum dimulai dengan opening ceremony berupa kata sambutan dari President Sanming University, perwakilan dari pemerintah Sanming, perwakilan dari Universitas Udayana, dll.. Setelah itu dilakukan penandatanganan kerja sama (MOU) antara Fakultas Pariwisata Universitas Udayana dengan Sanming University.. Dan sesi terakhir (yang paling lama, lol) adalah sesi keynote speech.. Untuk sesi ini, ada 3 speakers dari Indonesia dan 5 speakers dari China & Taiwan yang mempresentasikan materi dengan tema “Hakka Roots and Win-Win Development”..

Hari sudah gelap ketika acara berakhir.. Kami langsung diajak kembali ke Plum Garden International Hotel dan menuju ballroom untuk mengikuti acara dinner yang merupakan acara jamuan dari Sanming University.. Makan besar lagi ceritanya.. hahaha.. Tapi dinner kali ini beneran super mewah.. Ada kepiting dan udang yang walaupun hanya direbus, tapi enaknya luar biasa.. Ada juga appetizer yang isinya baby octopus (gurita), babat, jamur, dan hati (entah hati apa).. Soup-nya semeriah acara malam itu karena warnanya juga merah.. hehehe.. Ada mie kerang, bebek panggang, steak sapi yang super enak, ikan panggang, dan masih banyak lagi.. Yang jelas ini adalah makanan paling enak yang kami makan selama di Sanming.. hehehe.. Satu hal lagi yang saya noticed, untuk teman-teman satu rombongan kami yang vegetarian dan Muslim, disediakan menu khusus lho.. Jadi no worry at all..


dinner @ Plum Garden International Hotel










Acara dinner ini berlangsung sampai pukul 21.00.. Untungnya hanya ada sedikit kata sambutan dari President Sanming University, pemberian souvenirs dari Universitas Udayana, dan acara ganbei (toast / cheers).. Sorry to say, malam itu kami tidak fokus lagi dengan acara dinner yang berlangsung.. Yang ada di pikiran kami adalah bagaimana caranya supaya kami bisa keluar dari ballroom dan pergi ke mall di dekat hotel.. Besok kami sudah pulang ke Bali, jadi malam ini adalah kesempatan terakhir kami jalan-jalan dan belanja-belanja di Sanming.. hahaha.. 

Akhirnya dengan pertimbangan waktu yang sudah menunjukkan pukul 21.00, kami hanya bisa mampir ke mall di dekat hotel yang saya datangi kemarin sore.. Itupun kami harus cepat-cepat belanja karena toko-toko-nya sudah mau tutup.. Keluar dari supermarket, benar saja lampu mall sudah mati semua.. Wah padahal saya masih harus beli tas karena koper saya sudah tidak muat lagi.. Beruntung toko tas yang saya incar masih buka.. Akhirnya setelah sedikit tawar-menawar, saya berhasil mendapatkan satu tas besar seharga 90 RMB saja.. Itupun kami sudah diteriakin sama security mall lho.. Beliau ngomel-ngomel ga jelas dan hanya satu kata yang saya mengerti.. Kami dikatain shen jing bing alias gila.. wkwkwk.. 








Pulang dari mall, kami mampir ke KFC dekat hotel yang buka 24 jam.. Sudah kenyang sih tapi penasaran dengan menu KFC China yang kata sepupu saya jauh lebih enak dari KFC Indonesia.. Kami memesan beberapa menu untuk di-sharing dengan teman-teman yang lain.. Ayamnya lebih enak memang dan mereka punya versi spicy-nya juga (beneran spicy).. Yang juara adalah Blueberry Pie-nya yang super yummy.. Tapi satu hal yang tidak terkalahkan dari KFC Indonesia, yaitu saus sambalnya.. Saus sambal di Indonesia itu entah kenapa masih yang terenak dibandingkan negara lain.. Saus sambal di China ini lebih mirip saus asam manis yang sama sekali tidak cocok kalau dimakan bareng ayam atau kentang..


KFC




Malam itu kami hanya tidur selama 2 jam.. Bagaimana tidak, sehabis nongkrong dari KFC kami masih harus packing.. Sedangkan alarm sudah harus terpasang pukul 03.30 karena kami sudah harus check-out dan berangkat pukul 05.30.. Agenda kami di hari ketiga adalah mengikuti acara Ancestor Worship Activities of World Hakka Shibi Ancestral Land di Ninghua County.. Ninghua County ini lokasinya sekitar 2 jam perjalanan dari Sanming City.. Sepanjang jalan kami hanya disuguhi pemandangan pegunungan yang membuat kami lebih memilih untuk melanjutkan tidur.. hehehe..

Sekilas tentang Hakka Ancestral Land.. Hakka Ancestral Land ini terletak di Shi Bi Village di Ninghua County.. Orang Shi Bi awalnya adalah orang Han yang bermigrasi ke Selatan akibat perang, kelaparan, dll pada masa Dinasti Eastern Jin.. Oleh karena itu, Shi Bi Village ini kemudian dikenal sebagai tanah leluhur orang Hakka (kejia ren).. 

Setibanya di Hakka Ancestral Land, kami dibagikan satu bag berisikan topi dan rompi berwarna kuning ditambah dengan name card untuk bisa memasuki kawasan acara.. Ketika masuk ke tempat acara, pengunjung sudah ramai banget.. Dengar-dengar sih pengunjung hari itu mencapai 4000 orang yang terdiri dari orang keturunan Hakka seluruh Asia Tenggara.. Pertama-tama kami diajak berkeliling Hakka Ancestral Land sambil menyaksikan beberapa atraksi seperti barongsai dan beberapa tarian tradisional.. Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di tempat ini.. Acara baru sampai ke kata sambutan tapi kami sudah harus meninggalkan tempat acara karena mengejar flight kami balik ke Bali.. Dari Ninghua County ke Xiamen memerlukan waktu sekitar 4 jam.. Jadi hari ketiga kami ini lebih banyak dihabiskan di bus dan perjalanan.. Bahkan untuk breakfast dan lunch saja, harus kami lakukan di dalam bus.. Jadi panitia sudah menyiapkan menu kotakan untuk peserta rombongan.. 


Shibi Ancestral Land @ Ninghua County
































lunch di dalam bus (lol)


Oh ya, ada kejadian seru yang kami alami di Ninghua County.. hehehe.. Teman-teman pasti sudah pernah dengar atau melihat langsung kondisi toilet di China kan.. Terutama yang berlokasi di daerah pinggiran dan bukan kota besar.. Tidak seburuk yang saya dengar dari cerita orang atau baca di internet sih.. Yang bikin heran adalah selama di Sanming, saya belum pernah menemukan toilet yang tidak berbau, kecuali di kamar hotel.. Lha wong toilet di lobby hotel saja bisa bau kok.. Bayangkan saja bagaimana toilet yang di mall atau di pedesaan.. hahaha.. Waktu di Wanda Plaza, karena kebelet saya dan adik saya memutuskan untuk ke toilet.. Belum masuk area toiletnya saja, bau pesing-nya sudah kecium lho.. Pas masuk ke toiletnya, saya langsung mual dan seketika rasa kebelet itu hilang.. hahaha.. Belum lagi ada beberapa toilet di China yang posisinya kebalik, jadi alih-alih menghadap pintu, kita malah membelakangi pintu.. Hal ini yang membuat saya akhirnya malas makan dan minum selama di China.. Walaupun begitu, namanya pergi seharian pastilah saya mau ga mau tetap harus ke toilet kan.. hehehe..

Nah, kejadian yang paling parah untuk urusan per-toilet-an selama 3 hari di Sanming adalah di Ninghua County ini.. Bayangkan saja dengan jumlah pengunjung mencapai 4000 orang, tapi toilet untuk wanita yang tersedia jumlahnya hanya 4.. Kami harus antri di dalam satu ruangan pengap tanpa ventilasi dan exhaust-fan, sedangkan bilik-bilik toilet hanya berupa sekat-sekat pendek setinggi orang dewasa.. Jadi bagian bawah dan atasnya masih terbuka lebar.. Memang sih masih ada pintunya.. Sepupu saya malahan pernah dapat yang tidak ada pintunya.. hahaha.. Bisa dibayangkan bagaimana suasana di sana.. Semua bau campur aduk.. Kalau ada yang sakit perut, semua langsung refleks tutup hidung dan kalau bau-nya kebangetan, yang lagi ngantri pada ngomel semua.. hahaha.. Keadaan juga semakin diperparah karena toilet di sana menggunakan air sungai yang berwarna kecoklatan.. Pengunjung yang kebanyakan nenek-nenek itu juga ga tanggung-tanggung lho.. Mereka seenaknya keluar toilet tanpa menaikkan celana terlebih dahulu.. Atau keluar toilet tanpa memencet flush terlebih dahulu.. Parah deh pokoknya.. wkwkwk.. Kondisi toilet ini semakin parah ketika siang hari.. Baunya sudah tidak karuan, mirip campuran antara bau kandang ternak dan bau sungai kotor.. hahaha.. Bahkan sampai sekarang, kalau teringat kejadian di Ninghua County ini, saya langsung merasa mual lho.. wkwkwk.. Tapi dengar-dengar sih di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai, kondisi toiletnya sudah jauh lebih bersih dan modern..

Sekitar pukul 16.00, kami pun sampai di Xiamen Gaoqi International Airport.. Kami bertemu sebentar dengan keluarga yang tinggal di Xiamen yang sudah berbaik hati membawakan kami oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Bali.. Akibat waktu boarding yang mepet, kami tidak bisa jalan-jalan di Xiamen Gaoqi International Airport.. Itu pun kami harus setengah berlari ke gate.. Di last minutes, kami hanya bisa mampir ke toilet dan membeli magnet kulkas yang memang saya koleksi.. Setelah 5 jam mengudara, pesawat Xiamen Air yang kami tumpangi akhirnya landed dengan selamat di Ngurah Rai International Airport.. Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 dan kami masih harus melewati antrian imigrasi dan custom yang super panjang.. hehehe..


Xiamen Gaoqi International Airport












Sebelum mengakhiri #NatTravelDiaries kali ini, saya ingin menyampaikan betapa bersyukurnya saya bisa menjadi bagian dari program “Southeast Asian Hakka Culture and One Belt One Road International Youth Academic Forum” ini.. Ya siapa tahu ada pihak terkait yang nyasar ke blog ini kan ya.. hehehe.. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Udayana, Laoshi-Laoshi di Lab Bahasa Unud, dan Sanming University untuk kesempatan dan pengalaman yang sangat berharga ini.. Untuk para panitia acara dari Sanming University yang sudah meng-escort dan menjamu kami secara special selama 3 hari di Sanming, xie xie da jia.. Another thanks goes to tante dan sepupu saya yang memberikan informasi tentang program ini.. Dan terakhir untuk para peserta program ini, Bapak Dekan, Wakil Dekan, para Dosen & Staff, serta teman-teman mahasiwa Unud, thank you for wonderful and fun days in Sanming..

Perjalanan kali ini menjadi pengalaman dan memory yang sangat indah, yang tentunya akan selalu saya kenang sepanjang hidup saya.. Pertama kali menginjakkan kaki di China atau Tiongkok, pertama kali traveling bareng rombongan, dan pertama kali berkunjung ke kota Sanming, kota yang berhasil membuat saya jatuh cinta.. Suatu saat, entah kapan, saya pasti akan kembali ke Sanming.. Entah untuk liburan atau untuk menggapai impian baru saya, yaitu sekolah Bahasa Mandarin (Chinese) di negara aslinya.. hehehe.. #nothingisimpossible


See you on another #NatTravelDiaries.. Till then.. ~Nat


Sunday, November 4, 2018

Hotel Review ~ Plum Garden (Meiyuan) International Hotel - Sanming (Fujian - China) 三明梅园国际大酒店


Pertama kali ikut trip bareng rombongan, saya lumayan deg-degan juga menunggu kabar mengenai hotel tempat kami menginap di Sanming.. As you guys probably know, saya orangnya rada cerewet kalau urusan hotel.. hehehe.. Tapi saya langsung lega ketika tahu bahwa kami akan diinapkan di Plum Garden (Meiyuan) International Hotel.. Lihat gambarnya di internet sih lumayan oke.. Bukan style saya sih, tapi hotel bintang lima lho, gratisan pula.. Saya memang banyak maunya ya.. hahaha..

















Saya dan adik saya mendapatkan kamar di lantai 11 dengan tipe kamar Business Room.. Check di internet sih harganya mulai dari $52 per malamnya.. Ketika pertama kali masuk ke kamarnya, saya cukup amazed lho.. Aslinya ternyata lebih bagus dibandingkan foto di internet.. Kamarnya luas banget.. Bed-nya juga nyaman dan besar..  Ini mah dipakai tidur 4 orang juga bisa.. hahaha.. Kebersihannya juga oke banget.. Cara tahunya gampang, lihat saja tembok, bedsheet dan handuknya yang super putih.. hehehe..











Fasilitas kamarnya juga super lengkap mengingat hotel ini adalah hotel bintang 5.. LED TV, coffee/tea maker, mini bar, hairdryer, payung, slipper, safe deposit box, setrika, semuanya tersedia di kamar.. Karena kamar kami tipe Business Room, disediakan juga meja+kursi dan sofa bed yang nyaman banget dipakai bersantai ria.. 









 

Beralih ke bathroom.. Sama dengan kamarnya, bathroom-nya juga super luas.. Tidak ada bath-up sih, hanya ada shower.. Satu-satunya kekurangan dari bathroom ini adalah tidak adanya bidet atau hand-shower.. Kita orang Indonesia kan tidak terbiasa hanya menggunakan tissue.. Cara saya mengakalinya bagaimana?? Ah lebih baik tidak di-share di blog ini.. wkwkwk..







Satu hal yang paling saya suka dari kamar 1116 saya ini adalah the view.. Kami beruntung mendapatkan kamar yang menghadap langsung ke arah Liedong Street.. Duh salah satu view paling cantik yang pernah saya lihat.. Suasana kota tapi dengan background pegunungan.. Kalau pagi atau menjelang sore, bakalan dihiasi dengan kabut tipis.. Dijamin bakalan betah duduk-duduk di sofa sambil menikmati pemandangan ini.. Di dekat sofa juga disediakan tea set lho.. Jadi yang punya banyak waktu luang bisa duduk-duduk sambil ngeteh.. hehehe..













Plum Garden International Hotel ini dibangun di tahun 2010 dengan jumlah kamar mencapai 271.. Hotelnya ramai banget apalagi ditambah dengan meeting room & ballroom yang jumlahnya banyak banget.. Di hari Minggu apalagi, tak terhitung beberapa pasangan pengantin yang mengadakan pesta pernikahan di hotel ini.. Selain restaurant, meeting room, dan ballroom, hotel ini juga dilengkapi dengan gym, bar, spa, tempat karaoke + billiard + bowling, dan tennis court.. Di samping hotel juga ada minimarket, toko-toko, dan tempat makan seperti Pizza Hut dan KFC yang buka 24 jam.. Plum Garden International Hotel ini lokasinya juga strategis banget dan berada di tengah-tengah commercial area-nya Sanming City.. Ke pusat kota hanya berjarak 2km dan Sanming Railway Station hanya berjarak 6km dari hotel..

Selama 3 hari di Sanming, kalau dihitung-hitung kami makan di restaurant hotel sebanyak 3x dan di ballroom sebanyak 1x.. Bosan?? Sama sekali tidak, karena makanan yang disediakan banyak banget varians-nya.. Menu yang paling juara adalah hotpot-nya.. Jadi di masing-masing meja, sudah disediakan electric stove.. Ketika ada tamu yang duduk, langsung dihidangkan 1 panci (pot) berisi soup atau broth.. Isiannya bisa diambil sesuka hati dan guess what pilihannya buanyak banget.. Lengkap banget, mulai dari segala jenis sayuran, jamur-jamuran, aneka mie, aneka bakso dan teman2nya, aneka daging (beef, pork, lamb), dan favorit saya, aneka seafood.. Saya baru tahu kalau Sanming terkenal akan olahan seafood-nya karena segala macam seafood dihidangkan di sini.. Dari yang lumrah di Indonesia sampai yang tidak.. Mulai dari lobster, kepiting, udang, cumi, gurita, belut, teripang (haisom), dan yang paling seru kerang-kerangan.. Dari yang namanya oyster, kerang darah, kerang hijau, kerang bambu, sampai kerang-kerang lainnya yang saya tidak tahu namanya.. hahaha.. Ikannya sendiri juga ga kalah seru lho.. Dari jenis salmon sampai ikan hiu juga ada.. wkwkwk.. 













Selain station isian hotpot, ada juga station yang isinya makanan Chinese Food, seperti kalau di sini ikan asam manis, daging lada hitam, mie goreng, aneka sate, sayuran tumis, dll.. Tapi jangan dikira makanan ala Chinese Food di sana sama dengan rasa Chinese Food di Indonesia ya.. Beda jauh ternyata.. hahaha.. Ada juga station Braised & BBQ Meat, salad, buah-buahan, sushi, steak, dimsum, porridge & noodles, bread & pastry, fresh juices, dan beverages.. Pokoknya perut kami benar-benar dimanja selama di Sanming.. hahaha.. Tapi anehnya, selama di Sanming kami sama sekali tidak pernah mendapatkan nasi lho.. Ceritanya dipaksa diet karbohidrat ya.. wkwkwk.. Selain itu, karena semua informasi ditulis dalam tulisan Chinese, jadi saya yang buta sama sekali akan tulisan Chinese, sedikit kesulitan.. Beberapa kali saya “kecele” mengambil makanan yang tidak saya sukai dan rasanya ajaib.. hahaha.. Contohnya, mau ambil beef, malah dapatnya lamb alias daging kambing.. Saya yang tidak makan daging kambing, awalnya sudah curiga karena rasa dagingnya berbeda dengan rasa daging sapi yang biasa saya makan.. Beberapa kali saya juga menemukan olahan jeroan yang entah jeroan jenis apa dan dari binatang apa, yang pasti rasanya tidak biasa.. hahaha..





















Overall, two thumbs up lah untuk Plum Garden International Hotel ini.. Hotel bintang 5, lokasi strategis, kamar luas & nyaman, tapi dengan rate per malam mulai dari 50 USD saja.. Idaman para travelers ga sih.. hahaha.. Definitely will stay here again on my next visit to Sanming.. #fingercrossed



Plum Garden International Hotel
(Sanming Meiyuan Guoji Dajiudian)
( 三明梅园国际大酒店)
Dongxin 5th Rd 邮政编码
Xubi New Town, Meilie District
365000, Sanming
Fujian - China
Phone  :   +86 598 896 7777
Trip.com  :  click here
Hotels.com  :  click here


Location  :  ✮✮✮✮☆
Room  :  ✮✮✮✮✮
Service  :  ✮✮✮✮☆
Value  :  ✮✮✮✮☆
Cleanliness  :  ✮✮✮✮☆