Thursday, October 1, 2020

2020 Trip ~ Ho Chi Minh City ~ Hello Saigon, We're Back


I’m back with another #NatTravelDiaries.. Jadi saya cukup beruntung di awal tahun 2020 masih sempat traveling.. Tujuh bulan kemudian, akhirnya mood untuk menulis pengalaman trip bulan Februari kemarin datang juga.. hahaha.. Trip kali ini sukses menjadi trip yang paling menegangkan, membuat stress, dan menghabiskan isi kantong.. Bagaimana tidak, trip yang sudah dirancang 1 tahun sebelumnya, gagal di detik-detik terakhir.. Tersangkanya ya si mpok corona.. hahaha.. Jadi sampai akhir Januari, destinasi trip kali ini masih China.. Kami tahu kok di China waktu itu wabah virus lagi parah-parahnya.. Tapi pikir saya, toh kami bukan ke Wuhan.. Flight masih tetap jalan saat itu dan tidak ada travel warning.. Jadi kami tetap berniat untuk berangkat.. Sampai-sampai kami beli masker ber-box-box untuk dibawa pergi.. hahaha..

Tepat 2 minggu sebelum hari keberangkatan, kami mulai ragu.. Akhirnya kami coba cari informasi.. Saya akhirnya kenalan dengan seseorang di Instagram.. Jadi dia ini tinggal di kota yang menjadi destinasi kami.. Jadi saya tanya-tanya tentang kondisi saat itu.. Dari dia saya tahu bahwa ternyata tempat-tempat wisata pada ditutup semua.. Public transportation seperti bus pun banyak yang tidak beroperasi.. Lha terus kalau tempat wisata ditutup, kami ngapain dong ke sana.. hahaha.. Akhirnya dengan berat hati, kami terpaksa membatalkan trip ke China.. Untungnya semua tiket pesawat, hotel, tiket kereta, dll, itu bisa di-refund.. Walaupun perlu proses, tapi setidaknya semua dikembalikan utuh.. Bahkan hotel yang saya booking dalam kondisi “non-refundable” pun mereka berikan full-refund lho.. Satu-satunya yang tidak bisa di-refund adalah biaya pembuatan Chinese Visa plus ongkos kami ke Surabaya untuk interview visa.. Duh kalau diingat-ingat part ini, sedih banget rasanya.. Belasan juta menghilang.. Belum lagi waktu yang kami korbankan untuk interview ke Surabaya..

Malam itu saat memutuskan untuk tidak jadi ke China, kami berempat tidak tidur sampai dini hari.. Karena kami harus segera memutuskan destinasi yang baru.. Kami masih punya tiket Bali-Kuala Lumpur vv dan hotel di Kuala Lumpur.. Mana jaraknya ada 8 hari.. Jadi tidak mungkin hanya 1 destinasi.. Jadi total durasi trip kami kali ini adalah 12 hari.. Kami sampai voting lho malam itu.. Tentunya dengan mempertimbangkan biayanya juga.. Maklum budget kan terbatas.. hehehe.. Akhirnya setelah voting, destinasi kami berubah menjadi Singapore, Hua Hin, Bangkok, dan Kuala Lumpur.. Malam itu juga kami langsung pesan tiket pesawat dan hotel.. Untungnya kami sudah punya hotel incaran karena memang berniat untuk traveling ke Thailand akhir tahun 2020..

Semuanya berjalan lancar, sampai 3 hari sebelum keberangkatan.. Waktu itu Singapore level waspada covid-19-nya naik menjadi orange.. Paniklah kami, karena walaupun level-nya menjadi orange, Singapore tidak menutup border-nya.. Jadi flight tetap jalan, dan kami pun tidak bisa mengajukan full refund.. Jadi pilihan kami saat itu hanya berangkat atau tidak berangkat tapi dengan konsekuensi tiket hangus.. Akhirnya setelah diskusi panjang, sampai bertengkar juga lho (lol), akhirnya diputuskan untuk tidak jadi berangkat.. Hotel untungnya masih bisa refundable.. Yang tidak bisa adalah tiket Kuala Lumpur – Singapore dan Singapore – Bangkok sama tiket Garden by The Bay.. Rugi lagi sekitar 8 jutaan.. Tapi untuk tiket KUL-SIN, karena pakai Air Asia, kami masih bisa refund tax airport-nya.. Sedangkan untuk SIN-BKK kami naik Jetstar.. Padahal kami tidak beli tiket promo lho, tapi tetap saja kami tidak bisa refund sama sekali..

Jadi 3 hari sebelum keberangkatan, destinasi trip akhirnya berganti lagi.. Sesuai judul posting-an ini, yupp, our first destination was Ho Chi Minh City aka Saigon.. Kenapa HCMCM yang dipilih?? Ini sih request tuan dan nyonya besar..  Kata mereka, stock kopi Vietnam di rumah sudah lama habis.. Jadi sudah saatnya balik ke Vietnam.. hahaha.. Untungnya tahun 2018 sudah pernah ke Ho Chi Minh City.. Jadi dalam beberapa jam saja, itinerary sudah jadi.. hahaha..

Malam itu, tepatnya tanggal 13 Februari 2020, kami pun berangkat menuju Ngurah Rai International Airport.. Kondisi airport cukup ramai, walaupun tidak seramai biasanya.. Dan mayoritas pun tidak menggunakan masker.. Mungkin memang karena saat itu di Indonesia masih belum pandemi.. Saya jadi berpikir, mungkin kalau traveling di saat pandemi begini, bakalan ribet dan bikin stress kayaknya.. Hand sanitizer kayaknya bisa habis berbotol-botol deh.. hahaha.. Malam itu kami berangkat menuju Kuala Lumpur, tetap dengan maskapai kesayangan, apalagi kalau bukan si merah Air Asia.. Tiketnya beli 1 tahun sebelumnya dan di harga 1.1 juta pp per orangnya.. Kalau tiket Kuala Lumpur – Ho Chi Minh City saya beli di harga 870k per orangnya.. Masih tergolong murah untuk tiket yang saya beli 3 hari sebelum keberangkatan.. hehehe..

 
 Ngurah Rai International Airport


 

 

onboard flight AK 375


Kami tiba di KLIA2 sekitar pukul 01.00 dini hari.. Kami punya waktu sekitar 6 jam transit di KLIA2.. Karena kelaparan, kami langsung menuju McDonalds.. Satu-satunya restaurant yang buka sampai dini hari di transit area KLIA2.. Setelah mengganjal perut dengan Nasi Lemak dan Bubur Ayam, kami pun beristirahat di spot yang memang menjadi favorit kami kalau transit di KLIA2.. Pagi itu, kondisi KLIA2 juga ramai seperti biasanya.. 

 

landed @ KLIA2
 

 

 

McDonalds @ KLIA2's Transit Hall
 

Nasi Lemak 
 



Pukul 07.00, kami sudah bersiap untuk boarding.. Flight kami adalah AK 520 dengan tujuan Ho Chi Minh City.. Karena bertepatan dengan waktu breakfast, kami juga memesan pre-booked meals.. Pilihan kami ada Nasi Lemak Goreng, Prawn & Chicken Wonton, Napoletana Chicken with Fried Rice, Bibimbap, dan Roasted Chicken with Black Pepper Sauce.. Yang paling juara adalah Bibimbap dan Roasted Chicken-nya.. Kalau lagi pengen ngemil di pesawat, bisa cobain Almond Chocolate-nya Air Asia.. Enak dan murmer pula.. Saya selalu borong.. hehehe.. Butter Cake-nya pun enak.. 

 

 

our in-flight meals


Tepat pukul 09.00, kami pun mendarat dengan selamat di Tan Son Nhat International Airport.. Ini adalah pertama kalinya saya mendarat di airport ini.. Di trip sebelumnya, saya masuk ke Vietnam melalui jalur darat.. Jadi dari Phnom Penh, Cambodia, saya naik bus selama 6 jam menuju Ho Chi Minh City.. Di Tan Son Nhat International Airport (IATA Code : SGN), kondisinya lumayan sepi, mungkin juga karena masih pagi ya.. Tapi yang jelas sudah banyak dipasang thermal scanner.. Imigrasi lancar jaya, walaupun petugas imigrasinya ga ada ramah-ramahnya.. Petugas imigrasi ter-ramah masih dipegang oleh petugas imigrasi di Johor Bahru.. hahaha..

 
landed @ Tan Son Nhat International Airport
 
 
Tan Son Nhat International Airport
 
 
 

welcome to HCMC ~ Independence Palace


Ben Tanh Market


Dari airport, kami naik Grab menuju hotel kami di dekat Ben Tanh Market.. Kalau ke Vietnam, bisa banget mengandalkan Grab.. Selain banyak, harganya juga murah meriah.. Dari airport ke daerah Ben Tanh tidak sampai 100 ribu kalau dalam IDR.. Untuk trip kali ini, kami kembali menginap di Avanti Hotel Saigon.. Review lengkapnya sudah pernah saya tulis di sini ya..

Avanti Hotel Saigon ini menurut saya hotel yang paling strategis lokasinya di HCMC.. Rate-nya terjangkau dan hotelnya pun bersih banget.. Untuk hotel bintang 3, Avanti Hotel ini sudah oke banget.. Kali ini saya upgrade sedikit, mengambil yang Deluxe Room.. Rate-nya masih di kisaran 550k dan sudah include breakfast pula.. Lucky us, pagi itu kami diperbolehkan untuk early check-in.. Oh ya, saat check-in kami juga diharuskan mengisi form khusus.. Intinya menyatakan bahwa kita dalam kondisi sehat dan tidak baru pulang dari China.. Di HCMC ini saya juga baru sadar, perbedaan mencolok negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia bila dibandingkan Indonesia dalam hal penanganan penyebaran virus Covid-19.. Memang sih bulan Feb itu kan masih early stages, jadi belum yang pandemic.. Tapi di HCMC, saat itu, dimana-mana sudah di-check suhu tubuh.. Hand-sanitizer tersedia dimana-mana.. Masker juga berlimpah dan ada yang dibagikan gratis pula..


Avanti Hotel Saigon
 

Deluxe Room
 

 

 

 



Setelah beristirahat, kami langsung menuju Saigon Center, or locally known as Takashimaya.. Maklum, papa saya sudah tidak sabar berburu Onitsuka Tiger.. Jadi buat pecinta brand ini, Vietnam adalah surganya.. Karena memang banyak produk dari brand ini yang diproduksi di Vietnam dan harganya pun jauh lebih murah.. Mungkin karena pengaruh nilai tukar juga ya.. Yang jelas kalau dibandingkan di 4 negara, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, yang paling murah ya di Vietnam..

 

 

 

Saigon Center / Takashimaya
 

 
 
 
Di Saigon Center, kami juga sempat berkuliner ria.. Yang pasti tidak terlewatkan adalah ice cream favorit kami, Azabu Sabo.. Sebelumnya sih maunya makan ice cream ini di Orchard Road, eh malah jadinya makan di Saigon Center.. Terkadang memang tidak semuanya berjalan sesuai yang kita rencanakan ya.. hahaha.. Di Saigon Center ini juga ada satu supermarket favorit saya.. Namanya Annam Gourmet Market.. Ini lebih cocok kalau mau beli produk-produk import sih.. Karena nilai VND lebih rendah dibandingkan IDR, jadi banyak produk importnya yang jatuhnya murah di sini.. Kalau untuk beli produk local, seperti kopi atau teh mendingan beli di Ben Tanh Market, atau supermarket local seperti Vinmart dan Coopmart..
 

Bee Cheng Hiang @ Saigon Center
sayang variansnya kurang lengkap
 

Mochi Sweets @ Saigon Center
 

Mochi-nya enak dan di dalamnya ada ice cream
 

Azabu Sabo @ Saigon Center
 

 

 

pilihan ice cream-nya
yg wajib dipesan adl si Matcha alias Green Tea-nya
 

Dark Green Tea & Chocolate (95k VND)
 

Coconut & Blueberry (95k VND)
 

Annam Gourmet Market @ Saigon Center
 



Dari Saigon Center, kami kembali ke hotel, tapi sebelumnya mampir untuk makan siang di Pho 2000 atau yang lebih dikenal sebagai Pho President.. Kalau 2 tahun lalu, kami makan di lokasi asalnya, di dekat Ben Tanh Market juga.. Kali ini kami makan di outlet mereka yang lebih baru yang berada persis di samping Avanti Hotel.. Yang wajib dipesan di Pho 2000 adalah Pho Bo atau Beef Noodle Soup.. Ada 2 ukuran yang ditawarkan, yaitu regular dan large.. Harganya memang slightly higher dibandinkan Pho lainnya.. Tapi untuk rasa, memang yang paling juara adalah Pho 2000 ini.. Untuk yang regular, dibandrol seharga 80k VND atau sekitar 51k IDR.. Kalau kurang doyan Pho, di sini juga ada menu khas Vietnam lainnya.. Kemarin saya juga mencoba Grilled Meat & Rice dan Spring Rolls.. 

 

 

Pho 2000 @ Lê Thánh Tôn
 
 
 

 

Hot Tea (5k VND) & Coconut (35k VND)
 

 

Pho Bo / Beef Noodle Soup (80k VND)
 

Grilled Meat & Rice (80k VND)
 

Spring Rolls (80k VND)


Malam harinya, kami makan malam di Dao Place.. Restaurant ini juga berada di sebelah Avanti Hotel dan 2 tahun lalu kami juga makan di sini.. Jadi trip kali kebanyakan nostalgia-nya.. hahaha.. Dao Place ini salah satu Vietnamese Restaurant di District 1 yang bisa dikunjungi kalau ingin mencoba Vietnamese food yang authentic.. Pesanan kami malam itu antara lain Fresh Spring Roll, Grilled Beef (Bo La Lot), Deep Fried Soft-Shell Crab, Lotus Salad, Braised Chicken, Spring Rolls with Vermicelli (Bun Cha Gio), Sauteed Glass Noodle (Mien Xao Cua).. Total bill malam itu di 1.2 juta VND atau 750k IDR.. Soal harga relatif sih ya, tapi somehow rasa makanannya tidak seenak 2 tahun yang lalu, apalagi mengingat porsi makanannya yang kecil-kecil.. Dari menu-menu tersebut, yang paling juara adalah Lotus Salad-nya.. Kalau makanan Vietnam sendiri, menurut saya variansnya tidak terlalu banyak.. Kebanyakan ya di seputaran spring roll, atau spring roll yang dimakan dengan bihun, bahn mi (sandwich ala Vietnam), dan pho (noodle soup).. That’s why di hari kedua, kami sampai kebingungan mau makan apa.. hahaha.. 

 
 

Dao Place
 

 

Fresh Spring Roll (109k VND)
 

Spring Rolls with Vermicelli (99k VND)
 

Lotus Salad (159k VND)
 

Grilled Beef / Bo La Lot (129k VND)
 

Deep Fried Soft-Shelled Crab (139k VND)
 

Sauteed Glass Noodle (179k VND)
 

Braised Chicken (129k VND)
 



Sehabis makan malam, kami berjalan-jalan di seputaran Ben Tanh Market yang menjelma menjadi pasar malam.. Ben Tanh Night Market ini buka mulai dari pukul 18.00 hingga tengah malam.. Belanja di Vietnam itu rada tricky, apalagi buat yang tidak jago nawar.. Jadi lebih baik, mencari toko atau penjual yang menawarkan harga yang fix price.. Kalau di Vietnam, biasanya papa saya borong sports apparel seperti t-shirt dan celana.. Karena walaupun KW, tapi kualitasnya bagus banget.. Yang cewek-cewek cukup cuci mata saja.. hahaha.. Oh ya, untuk masalah VND, seperti trip sebelumnya, saya hanya tukar sedikit di KLIA2.. Untuk ongkos Grab saja.. Begitu sampai hotel, langsung melipir ke Ha Tam.. Ha Tam ini adalah money changer paling ramai dan lokasinya berada di seberang Ben Tanh Market.. Memang kurs-nya paling bagus dan IDR pun diterima di sini.. 

 
Ben Tanh Night Market
 

 

 

 

 

 



Sehabis belanja, kami mampir ke Phuc Long.. Phuc Long ini adalah famous tea & coffee shop di Vietnam.. Selain minuman yang ready-to-drink, di sini juga dijual aneka kopi dan teh yang sudah dikemas dengan cantik.. Jadi cocok untuk dijadikan oleh-oleh.. Harganya juga masih terjangkau.. Sebagai gambaran, 1 kotak teh yang isinya 25 bag, dibandrol mulai 29k VND atau 19k IDR.. Varians rasa teh-nya pun banyak, dari yang jasmine tea, green tea, lychee, peach, strawberry, lotus, dll.. Untuk kopi, harganya starts from 70k VND atau 45k IDR per 200 gram-nya.. Kopinya itu bakalan di-grounded saat itu juga.. Jadi benar-benar fresh.. 

 

Phuc Long near Ben Tanh Market
 

 

 

 

 




to be continued..



My 2018's HCMC Travel Diaries :
 
 
 
Avanti Hotel Saigon
188, 186 Lê Thánh Tôn, Bến Thành
District 1, Ho Chi Minh City, Vietnam
Phone  :  (+84) 8 3822 8066 
Email  :  info@avantihotel.vn


Saigon Center (Takashimaya)
65 Lê Lợi, Bến Nghé
District 1, HCMC, Vietnam
Opening Hours  :  09.30 - 21.30
http://www.saigoncentre.com.vn/
 
 
Pho 2000
Lê Thánh Tôn, Bến Thành 
District 1, HCMC, Vietnam
Phone  :  +84 28 3822 2788 
Opening Hours  :  07.00 - 22.00
 
 
Ben Thanh Market
Chợ, Lê Lợi, Phường Bến Thành
Quận 1, Hồ Chí Minh 700000, Vietnam
Opening Hours  :  06.00 - 18.00 
Night Market  :  18.00 - 23.00
 
 
Phuc Long Coffee & Tea
122 Đ. Lê Lợi, Phường Bến Thành
Quận 1, Hồ Chí Minh 700000, Vietnam
Opening Hours  :  07.00 - 22.30
https://phuclong.com.vn/ 
 
 
 

No comments:

Post a Comment