Saturday, June 24, 2017

Round The Malaysia Trip ~ #9 Nice Meeting You Ipoh - Perak


Langit Penang masih gelap, lampu jalanan juga masih menyala, dan waktu baru menunjukkan pukul 05.30 pagi, tapi kami sudah bersiap2 untuk check-out dari Hotel Neo+ Penang kesayangan kami.. Setelah selesai proses check-out dan mengambil uang deposit, kami berjalan kaki menuju Komtar yang untungnya hanya beberapa ratus meter dari hotel.. Ini adalah hari ke-6 dan bawaan kami sudah semakin berat.. Masih 4 ransel sih, tapi isinya full semua.. Belum lagi 2 tas jinjing yang sengaja kami bawa dan biasanya sewaktu pulang ke Bali akan kami gunakan untuk membawa makanan dan printilan kecil ke cabin.. Sesampainya kami di Komtar, kami langsung menuju kantor-nya New Asian Travel & Transport yang kebetulan sudah kami intip2 kemarinnya.. hahaha.. Sengaja kantornya dicari dulu supaya pagi2 ga kesana kemari nyariin lokasi kantornya.. Trauma kejadian di Johor Bahru.. hahaha.. 

Untuk menuju destinasi kami selanjutnya, ada 2 pilihan transportasi yang bisa dipilih dan saya rekomendasikan, yaitu bus dan train (ETS).. Semua ada plus-minus-nya.. Jadi silahkan disesuaikan dengan kondisi dan preference masing2.. Kenapa saya memilih bus?? Karena saya terlalu malas untuk naik kapal ferry untuk menuju Penang daratan (mainland).. As we all know, kereta api ga mungkin mencapai Georgetown, secara terpisah oleh laut (Penang Strait).. Jadi kalau mau naik kereta, ya harus naik bus dulu ke Penang Jetty.. Lanjut naik kapal ferry menuju The Pangkalan Sultan Abdul Halim Ferry Terminal di Butterworth, dan terakhir menuju Butterworth Railway Station.. Walaupun secara durasi perjalanan, ETS lebih cepat, tapi karena pakai naik ferry, dll, jatuhnya sama saja dengan naik bus.. Kalau naik bus mah hanya perlu duduk manis karena bus akan melewati Penang Bridge.. Dan buat yang tinggal di seputaran Komtar, ada bus juga yang berangkat dari Komtar, jadi ga perlu capek2 pergi ke Sungai Nibong Bus Terminal..

Karena saya memilih untuk naik bus dari Komtar, maka saya memesan tiket bus di New Asian Travel & Transport (Newsia).. Newsia ini cukup recommended.. Tiket-nya bisa dipesan secara online dan pembayarannya juga bisa menggunakan kartu kredit.. Bahkan saat memesan tiket bisa langsung pilih no kursi.. Pemesanan online di website Newsia bisa dilakukan mulai dari 30 hari sebelum keberangkatan.. Dalam sehari ada sekitar 8 trip dari Komtar Penang menuju kota yang kami tuju.. Selain rute ini, Newsia juga melayani rute2 lain termasuk rute lintas-negara seperti ke Singapore dan Thailand.. Harga tiket bus yang harus kami bayar adalah sebesar RM 28 atau IDR 85k dengan durasi perjalanan sekitar 2 jam.. Karena saya menghindari kemacetan di Penang Bridge maka saya memilih jadwal bus yang paling pagi, yaitu pukul 06.30.. Bus KPB Express Coach yang kami tumpangi adalah bus tipe executive (VVIP) dengan formasi kursi 2+1.. Kursinya empuk, AC-nya dingin, dan bus-nya bersih..



Website New Asian Travel & Transport


KPB Express Coach


interior bus yang kami tumpangi


melewati Penang Bridge


Dua jam perjalanan saya habiskan dengan tidur untuk menebus durasi tidur saya yang kurang karena harus bangun jam 3 pagi.. Saya terbangun ketika bus sudah memasuki wilayah Perak, dimana kami akan turun di Terminal Bus Amanjaya di Meru Raya, Ipoh..  Finally, hello Ipoh, nice meeting you..
 
Ada yang penasaran Ipoh itu dimana?? Saya sendiri baru mendengar kata Ipoh dari cerita papa saya setelah beliau membaca bahwa Dahlan Iskan suka berlibur ke Ipoh dan Cameron Highlands.. Penasaran lah kami dan akhirnya browsing2 tentang Ipoh.. Setelah lihat review dan foto2 di internet, fix lah Ipoh masuk ke dalam itinerary kami saat merencanakan RTMT ini..

Ipoh adalah ibu kota negara bagian Perak.. Ipoh merupakan kota terbesar ketiga di Malaysia dan terletak di antara Kuala Lumpur (KL) dan Penang.. Ipoh juga merupakan gateway untuk menuju Cameron Highlands.. Ipoh dulunya adalah pusat industri pertambangan timah.. Kini Ipoh dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Malaysia.. Ipoh juga masuk ke dalam daftar “Best Destinations to Visit in 2016” versi Lonely Planet (posisi ke-6).. Ipoh terkenal akan kulinernya yang tiada duanya, termasuk Ipoh White Coffee yang terkenal seantero Malaysia dan dunia, serta keindahan alamnya..




Welcome to Ipoh




Di Terminal Amanjaya yang modern dan bersih ini, saya sempat kesulitan mencari tempat menunggu bus local yang akan membawa kami menuju pusat kota.. Ternyata lokasinya ada di lantai 2.. Untuk menuju pusat kota, cara paling murah selain taxi tentu, adalah dengan Perak Transit Bus ini (bus no 116).. Bus fare-nya hanya RM 2.30, padahal perjalanan cukup jauh.. Sayangnya kami kurang beruntung.. Hari itu hari Ahad alias Minggu.. Di sepanjang perjalanan kami berjumpa dengan para pekerja (entah kerjanya dimana) yang mungkin ingin menghabiskan hari libur di pusat kota.. Dan sekali naik, jumlahnya bukan 1 atau 2 atau 5 orang, tapi belasan dan puluhan.. Gimana ga makin lama perjalanannya.. Naikin penumpang aja sudah lama karena om2 driver-nya lama buanget narikin uang dan ngeluarin karcis-nya.. Jadi di sebelah driver ada mesin khusus gitu.. Si om tinggal pencet berapa orang, nanti keluar karcisnya.. Si om sebelumnya salah pencet pas saya bayar.. Di mesin hanya ada pilihan 1,2, dan 3 orang.. Karena kami berempat harusnya pilih 2 dan 2 atau 3 dan 1.. Awalnya dia pencet 3 orang, terus yang kedua pencet 2 orang.. Alhasil saya harus membayar RM 2.30 x 5.. hahaha.. Males berdebat, saya diamkan saja.. Toh duitnya juga ga masuk ke kantong si driver karena karcis yang dikasi ke saya memang lima..
Itu mas2 pekerja, juga ga kalah lama.. Masa tiket 2 ringgit bayar pakai uang pecahan 50 ringgit.. Terus ada yang main nyelonong, ga mau bayar tiket ceritanya.. Alhasil si om marah2.. Hebat ya, bisa tahu ada yang belum bayar.. Tapi si om rajin banget berhenti.. Padahal ya kondisi bus sudah penuh.. Seriously, penuh banget.. Wong AC bus saja sudah ga kerasa.. Mau gerak juga ga bisa.. Parah.. Tapi kalau diingat2 lucu juga sih.. Tapi lain kali, ogah naik Perak Transit Bus ini.. hahaha..

Beberapa menit kemudian, bus memasuki area terminal.. Saya tahu itu terminal karena banyak bus2 yang parkir.. Tanya mas2 pekerja, ini Medan Kidd Bus Station atau ga.. Cuma dijawab ini bus terminal.. Halahh.. Akhirnya dengan penuh perjuangan, kami pun berhasil keluar dari bus yang penuh sesak itu.. Ga ada tulisan sama sekali ini terminal bus apaan.. Sampai saya buka Google Maps dan ternyata bener ini Medan Kidd Bus Station.. hahaha.. 

Saya langsung buru2 telepon Mr. Ming yang ternyata lagi otw menuju Medan Kidd Bus Station.. Mr. Ming ini adalah perwakilan dari Kereta Sewa Maju Jaya Ipoh (entah owner-nya atau bukan).. Yang jelas sebelum saya berangkat, saya sudah email2an dengan Mr. Ming ini.. Setelah mencari informasi kesana kemari, ternyata public transportation di Ipoh ini belum sebagus Penang atau KL.. Bus sih ada, ya Perak Transit Bus yang kami naiki itu.. Tapi tidak semua area di Ipoh bisa diakses dengan menggunakan Perak Transit Bus ini, apalagi tempat2 wisata yang ingin kami kunjungi.. Taxi sudah pasti mahal, dan kebanyakan tidak menggunakan argo.. Opsi terakhir ya dengan menyewa mobil, persis seperti ketika kami di Langkawi.. 

Dari sekian banyak perusahaan yang menyewakan mobil di Ipoh, saya memilih Kereta Sewa Maju Jaya Ipoh ini.. Proses-nya gampang banget.. Saya hanya perlu email ke Mr. Ming mau sewa tanggal berapa sampai tanggal berapa, lokasi & waktu serah terima mobil / pengembalian, dan jenis mobil yang diinginkan.. Untuk durasi 1,5 hari dan mobil Perodua Axia (manual), kami deal di harga RM 190.. Untuk urusan SIM, sama seperti di Langkawi, saya juga menggunakan SIM A Indonesia saya.. Oh ya, enak lho sewa mobil sama Mr. Ming ini.. Sebenarnya saya sewa mobilnya mulai dari jam 10.30 dan baru dikembalikan keesokan harinya jam 9 malam.. Tapi sama Mr. Ming dihitungnya 1.5 hari.. Terus ga perlu bayar deposit.. Hanya menyerahkan fotocopy passport dan SIM.. Saat mengembalikan, saya hanya menitip kunci mobil ke receptionist hotel.. wkwkwk..



Website Kereta Sewa Maju Jaya Ipoh


mobil Perodua Axia yang kami sewa




Setelah check-in di MU Hotel Ipoh (review akan saya tulis terpisah), kami langsung keluar hotel untuk mencari makanan.. Cacing di perut kami sudah berteriak akibat hanya diberi mie cup.. Itu pun makannya jam 4 pagi dan 2 cup dibagi 4 orang.. hahaha.. Di seputaran hotel untungnya banyak terdapat tempat makan.. Persis di samping hotel ada food court (kopi tiam), ada juga Chinese food resto dan ada resto kari kepala ikan+nasi briyani juga.. Lengkap banget kan.. hahaha.. Tapi sesuai itinerary yang saya buat, ada tempat makan yang menjadi target kami siang itu.. Sebenarnya saya galau memilih antara Hakka Mee Restaurant Paris atau Xin Quan Fang Curry Mee.. Akhirnya saya masukkan kedua resto ini ke itinerary, dilihat nanti yang mana yang masih buka itu deh yang dipilih.. hahaha.. Kedua resto ini memang buka dari pagi hari dan biasanya sudah habis menjelang siang hari.. 

Kebetulan yang pertama kali kami lewati adalah Xin Quan Fang Curry Mee.. Begitu mencium aroma Curry Mee, kami langsung refleks masuk ke dalam Xin Quan Fang.. Maklum lagi kelaparan.. hahaha.. Setelah mendapatkan meja kosong, kami memesan minuman.. Agak susah juga berkomunikasi dengan Ipohians.. Untuk orang Chinese-nya sendiri kebanyakan mereka menggunakan bahasa Cantonese untuk komunikasi sehari2.. Akhirnya biar gampang pesan Iced Tea dan jelas yang datang adalah Iced Milk Tea.. Lupa bilang Tea O.. hahaha.. 






Iced Tea


Kami menunggu lumayan lama sampai akhirnya uncle-nya datang mengambil orderan kami.. Untung uncle-nya bisa berbahasa Inggris.. Ternyata setelah saya baca2 di internet, memang seperti ini di Xin Quan Fang.. Pengunjung duduk manis saja, nanti ketika gilirannya sudah tiba, uncle-nya yang akan datang untuk taking order..  Jadi jangan order langsung atau manggil2 uncle-nya ya..

Xin Quan Fang, atau orang local menyebutnya Ma Ta Liu Curry Mee, mungkin merupakan Curry Mee yang paling enak dan terkenal di Ipoh.. Mereka sudah berjualan Curry Mee sejak 50 tahun yang lalu.. Pengunjung bisa memilih porsi small atau big dan bisa yang versi “dry” atau berkuah.. Curry Mee-nya Xin Quan Fang ini lebih “strong” dibandingkan Curry Mee di Penang atau KL.. Sama2 enak sih kalau buat saya.. hehehe.. Untuk mee atau noodles-nya bisa pilih mie kuning, beehoon, dan hor fun.. Tapi yang juara bukan Curry Mee-nya kalau menurut saya.. Tapi meat slices-nya yang bisa dipesan secara terpisah.. Jadi kami kemarin memesan 4 porsi Curry Mee (polosan, tanpa topping) dan 1 porsi aneka daging yang disajikan terpisah..  Kami beruntung mendapatkan porsi terakhir meat slices.. Bahkan ada pengunjung yang baru turun dari mobil tapi ditolak oleh uncle-nya.. Satu porsi meat slices terdiri dari steamed chicken, char siew, dan roastead pork (udangnya habis).. Plus di bawahnya diberi blanched bean sprouts (kecambah).. Enak banget, apalagi pas dimakan barengan dengan curry sauce-nya..  Untuk harga, lumayan pricey sih apalagi untuk ukuran Ipoh.. Untuk makanan saja kami membayar sekitar 50-an ringgit.. Tapi memang Curry Mee dan meat slices-nya enak..


Xin Quan Fang Curry Mee


meat slices (sorry, non-halal)


Setelah lunch yang memuaskan, kami kembali ke hotel untuk mengambil mobil dan langsung cuss untuk mulai meng-explore Ipoh.. Seru juga lho pengalaman menyetir di Ipoh.. Kalau di Langkawi sudah pasti sepi banget jadi bisa santai nyetirnya.. Kalau di Ipoh ini lebih ramai, dan yang menjadi masalah adalah jalan2 di Ipoh itu banyak yang satu arah.. Untungnya design kotanya itu seperti kotak2, jadi banyak perempatan2, yang ujung2nya tembus di jalan yang sama.. hahaha.. The “thanks” goes to Google Maps (entah kenapa saya lebih suka Google Maps dibandingkan Waze), yang sukses mengantarkan saya ke banyak tempat di Langkawi dan Ipoh.. Another “thanks” goes to my little sister, yang baru saya ketahui kalau dia jago baca peta.. Pernah sekali, kami berganti posisi.. Saya baca peta, dia yang menyetir.. Ternyata susah lho baca peta itu.. Langsung nyerah saya, mendingan saya disuruh nyetir aja.. hahaha..

Salah satu keindahan alam yang dimiliki Ipoh adalah perbukitan kapur (limestone hills) yang membentang 20km ke utara Ipoh dan 20km ke arah selatan.. Di perbukitan ini banyak terdapat gua-gua, dan salah satu yang paling terkenal adalah Gua Tempurung.. Di Gua Tempurung ini pengunjung bisa mengikuti berbagai tour untuk menikmati keindahan gua.. Berhubung kami bukan caving-enthusiasts, jadi kami memilih untuk mengunjungi cave temples yang tak kalah indahnya dengan Gua Tempurung.. Dari sekian banyak cave temples yang ada di Ipoh, salah satu yang paling terkenal adalah Kek Lok Tong.. 



map rute menuju Kek Lok Tong




Kek Lok Tong, bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris artinya Cave of Ultimate Bliss atau Cave of Great Happiness.. Temple ini konon bisa memberikan perasaan tersebut (great happiness dan ultimate bliss) kepada para pengunjungnya.. Tak heran, Kek Lok Tong ini menjadi favorit banyak orang, baik orang local maupun wisatawan.. Kek Lok Tong terletak di daerah Gunung Rapat, sekitar 15 menit dari pusat kota Ipoh.. 


Kek Lok Tong Temple


Kami tiba sekitar pukul 14.00 dan Kek Lok Tong masih dalam kondisi ramai.. Temple-nya luas dan sangat terawat.. Ada beberapa Buddhist dan Taoist Statues yang saya tidak tahu nama2nya.. hehehe.. Tapi yang paling saya sukai dari temple ini adalah stalaktit-stalaktit di dalam gua dan taman cantik yang berada di belakang gua.. Tak heran, Kek Lok Tong ini menjadi salah satu tourist attractions yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Ipoh..































Dari Kek Lok Tong, kami melanjutkan perjalanan menuju tiga temples lainnya yang masih berada di kawasan Gunung Rapat.. Sekitar 3 km dari Kek Lok Tong, terdapat satu jalan dimana ada 3 temples yang lokasinya bersebelahan.. Ketiga temples tersebut adalah Ling Sen Tong, Nam Thean Tong, dan Sam Poh Tong.. Ketiga temples ini juga menjadi favorit para tourists.. Di Sam Poh Tong, terdapat 246 anak tangga yang akan membawa pengunjung menuju area terbuka di atas bukit, sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan Gunung Rapat dan kota Ipoh.. 



Ling Sen Tong




Nam Thean Tong


Sam Poh Tong








Kami sendiri tidak berlama2 di ketiga temples ini.. Ya supaya sekedar tahu saja, toh sudah jauh2 ke Ipoh.. hahaha.. Dari ketiga temples ini yang menjadi favorit saya adalah Ling Sen Tong.. Ling Sen Tong adalah Taoist temple dan yang membuat temple ini menarik adalah design-nya yang colorful.. Di bagian depan temple juga terdapat aneka statues, seperti Kera Sakti dan teman2nya dari kisah klasik Journey To The West..



To be continued..



Komtar (Kompleks Tun Abdul Razak)
Jalan Penang, Georgetown
Penang, Malaysia



New Asian Travel & Transport
B2-01-36, Ground Floor Komtar, Off Jalan Ria
10000 Georgetown, Penang, Malaysia
Telp  :  +604 261 5558 / +604 261 5598
Email  :  main@newsia.my


Terminal Amanjaya
1, Persiaran Meru Raya 5,
Ipoh, Perak, Malaysia


Perak Transit


Medan Kidd Bus Station
206 Jalan Tun Abdul Razak
30100, Ipoh, Perak, Malaysia


Kereta Sewa Maju Jaya
93 Jalan C.M. Yusuf
30250, Ipoh, Perak, Malaysia
Telp  :  +60 12 520 3588


MU Hotel Ipoh (ex – Ibis Styles Ipoh)
18 Jalan Chung On Siew
30250, Ipoh, Perak, Malaysia
http://muhotel.com/


Xin Quan Fang Curry Mee
174 Jalan Sultan Iskandar
30000 Ipoh, Perak, Malaysia
Opening Hours  :  07.30  -  12.00 (until finish)


Kek Lok Tong
Gunung Rapat (masuk via Jalan Raja Musa Mahadi)
31350, Ipoh, Perak, Malaysia
Opening Hours  :  07.00 – 17.30


Ling Sen Tong, Nam Thean Tong, Sam Poh Tong
Gunung Rapat (300m dari intersection Jalan Raja Musa Mahadi)
31350, Ipoh, Perak, Malaysia
Opening Hours  :  09.00 – 18.00



Monday, June 19, 2017

Round The Malaysia Trip ~ #8 Last Eve in Penang (Chowrasta Market & Gurney Plaza)


Puas jalan2 keliling Georgetown, kini saatnya shopping time.. hehehe..  Masih dengan Bus CAT kami pun menuju Pasar Chowrasta.. Pasar Chowrasta ini adalah tempat terbaik untuk mencari oleh2 khas Penang.. Mau itu baju, pernak-pernik, sampai makanan, semuanya ada di pasar ini.. Biarpun namanya pasar, tempatnya cukup bersih & nyaman.. Harganya juga murah meriah.. hehehe.. Tahun 2015 kemarin kami juga sempat mampir ke Pasar Chowrasta ini (read here)..

Sebelum masuk ke dalam Pasar Chowrasta, kami mampir dulu ke Ban Heang yang berada persis di pertigaan Lebuh Campbell.. Ban Heang ini adalah toko yang menjual makanan atau local snack khas Penang.. Outlet-nya banyak dan tersebar di berbagai penjuru Pulau Pinang..  Ada yang di Gurney Plaza, Gurney Paragon, Jalan Macalister, dan termasuk di Penang International Airport.. Ban Heang terkenal akan Tau Sar Pheah & Heong Pheah-nya, yang sayangnya kurang saya sukai.. Tapi selain pia / biscuit, Ban Heang juga menjual aneka kopi, the tarik, manisan, dan snack2 lainnya yang sayang untuk lewatkan.. Kalau saya, yang wajib dibeli adalah the tarik, kopi o, white coffee, durian coffee, chicken floss (abon ayam), frugurt, dan snack nori-nya.. Dari segi harga, masih terjangkau banget.. Kopi O satu bungkus besar (isi 15 sachet) harganya RM 9.90.. Penang The Tarik satu bungkus besar harganya RM 15.90.. Staff-nya juga helpful dan ramah.. 


 Ban Heang on Penang Road (near Chowrasta Market)





Berhubung beli oleh2nya saya putuskan pas di hari2 terakhir saja, jadi di Pasar Chowrasta saya hanya mampir ke toko langganan (baru masuk di sebelah kiri), untuk membeli bumbu tom yum, terasi atau kalau orang Malaysia menyebutnya belacan, dan minyak urut papa saya.. hahaha.. Ya beginilah kami.. Saking anti main-stream, jadi yang dibeli ya terasi.. hahaha.. Tapi beneran terasi Malaysia itu enak.. Kalau di Indonesia, yang lumayan palingan hanya terasi merk Ny. Siok.. Kalau terasi Malaysia ini ga seberapa bau-nya, ga asin, dan warnanya natural alias ga merah menyala seperti beberapa terasi di sini.. Btw, ini kok jadi ngomongin terasi ya.. hahaha.. 


 Pasar Chowrasta
(kemarin lupa foto, ini foto dari tahun 2015,
tapi sekarang pasarnya sudah di-renov, jadi lebih bersih & modern)


Kelar belanja, kami berjalan kaki menuju Lebuh Keng Kwee yang untungnya hanya beberapa meter dari Pasar Chowrasta.. Sudah jauh2 sampai di Penang, serasa ada yang kurang kalau ga mampir ke Penang Road Famous Teochew Chendul.. Untungnya pas kami datang, antrian ga terlalu panjang.. Berhubung bawaan lagi banyak, ya sudah di bungkus saja.. Buat yang mau makan di tempat, bisa makan sambil berdiri atau masuk ke Joo Hooi Café.. Katanya sih makanan di Joo Hooi Café ini oke2 juga, sayang saya ga pernah nyobain.. hehehe.. Penang Road Famous Teochew Chendul ini selain memiliki beberapa outlet di Penang, juga memiliki outlet di kota2 lain di Malaysia seperti di KL, Johor Bahru, Perak, dll..


 Penang Road Famous Teochew Chendul





Perjuangan ternyata masih belum selesai.. Kami masih harus jalan kaki menuju hotel kami yang kira2 masih berjarak  800 meter dari Lebuh Keng Kwee.. Mana isi naik turun jembatan penyebrangan.. Kalau sudah begini, tiba2 langsung kangen Bali dimana saya bisa nyebrang jalan sesuka hati.. hahaha.. Sebenarnya bisa naik Bus CAT juga dan turun di Komtar.. Tapi dari Komtar tetap harus jalan kaki lagi.. Ya hitung2 bakar kalori.. Dan kalori yang dibakar pastinya double karena kami jalan kaki pas siang bolong.. hahaha..

Setelah tidur2 cantik di kamar hotel kami yang nyaman, sore harinya kami sudah siap untuk jalan2 lagi.. Sebenarnya ga ada agenda khusus buat sore itu.. Jadi akhirnya kami memutuskan untuk ke Gurney Plaza saja..  Untuk menuju Gurney Plaza, cari paling gampang adalah naik Bus Rapid Penang dari Komtar.. Naik yang no 103 dan nanti pulangnya ke Komtar juga naik bus yang sama.. Dari sekian banyak shopping mall di Penang, Gurney Plaza ini adalah favorit saya.. Pilihan toko / outlet-nya banyak, mulai dari yang exclusive brands sampai yang kelas menengah semuanya ada.. Tempat makan apalagi.. Dari kelas resto, food court, semua jenis makanan ada sepertinya.. Ada supermarket Cold Storage juga di lantai B1.. Gurney Plaza juga punya akses langsung menuju Gurney Drive (Persiaran Gurney).. Jadi pengunjung mall bisa langsung menuju Gurney Drive Hawker Center yang tidak saya rekomendasikan itu atau bisa jalan2 santai di pinggir laut.. Sayang sore itu, cuaca lagi tidak bersahabat.. Mendung dan sempat turun hujan juga..


 dapat bus tingkat (double decker)






 Gurney Plaza


Kami yang tanpa arah dan tujuan ini akhirnya keluar masuk toko.. Dari yang niatnya ga pengen belanja, malah jadi belanja ini itu.. Tapi lumayanlah, dapat banyak diskonan di Parkson (department store).. Kami juga mampir ke outlet-nya Fipper.. Sebenarnya harganya 11-12 sama di Indonesia.. Tapi enakan beli langsung di negeri asalnya ya.. hahaha..


 Fipper @ Gurney Plaza



Puas belanja, kami menuju lantai B1 dimana lantai B1 ini adalah gudangnya makanan.. hahaha.. Pertama2 mampir dulu ke Bee Cheng Hiang.. Sedih ketika tahu outlet Bee Cheng Hiang di Jalan Penang dekat Komtar itu sudah tutup.. Tapi untunglah masih ada yang di Gurney Plaza ini.. Mampir juga ke Auntie Anne’s yang saking rakusnya makan, lupa untuk difoto.. hahaha.. Tiga varians favorit saya di Auntie Anne’s adalah Cheese Nuggets, Jumbo Cheese, dan Eclairs. . Sampai2 pas mau pulang bela2in antri di Auntie Anne’s di KLIA2.. hehehe..


 Bee Cheng Hiang @ Gurney Plaza


Next kami mampir ke Empire Sushi.. Empire Sushi ini adalah outlet yang menjual sushi dengan konsep quick-service kiosks.. Kalau biasanya pergi ke toko roti tinggal tunjuk ini itu sama mbak2nya, nah di Empire Sushi sama konsepnya.. Tinggal tunjuk sushi ini sushi itu ke mba atau mas-nya karena setiap sushi dijual per pcs.. Yang bikin special adalah varians sushi-nya yang buaannyakkk.. Konon ada 70 lebih varians sushi yang ditawarkan Empire Sushi ini.. Senangnya lagi, harganya lho murah meriah.. hahaha.. Harganya mulai dari RM 1.10.. Dijamin kalap.. hahaha.. Untuk condiment, bisa dibeli sesuai kebutuhan.. Kalau pengen pakai soyu dan wasabi, silakan ambil dan bayar saat di kasir.. Kebetulan2 sushi2 yang kemarin saya beli sudah enak dimakan gitu aja.. Memang dari segi rasa, sushi2 Empire Sushi ini lebih “bold” rasanya dibandingkan sushi2 yang biasa saya makan.. Kalau saya doyan2 aja, walaupun ada beberapa yang menurut saya kebanyakan mayonnaise.. Empire Sushi ini juga Muslim-friendly, jadi bebas alcohol, pork, lard, dan mirin.. Selain di Gurney Plaza, outlet Empire Sushi juga bisa ditemukan di Gurney Paragon, 1st Avenue, dan shopping mall di kota lain seperti Kuala Lumpur, Putrajaya, Alor Setar, dll.. 


 Empire Sushi @ Gurney Plaza









Walaupun sudah nyemil ini itu, untuk dinner kami menuju Kenny Rogers Roasters yang berlokasi di area outdoor Gurney Plaza.. Kenny Rogers Roasters (KRR) memang sudah ada di beberapa kota di Indonesia.. Tapi kami yang tinggal di Bali kan belum pernah nyobain.. hehehe.. Papa saya yang pertama kali tertarik untuk nyobain KRR semenjak melihat outlet-nya di Queensbay Mall kemarin.. 


 area outdoor-nya Gurney Plaza







 Kenny Rogers Roasters @ Gurney Plaza






Kami memesan paket Kenny’s Wholesome Meal, Garlic Toasties, dan Beef Bolognaise.. Paket Kenny’s Wholesome Meal-nya sendiri terdiri dari Roasted Whole Chicken, 3 porsi Side Dishes, 2 Country-style Chicken Soup, 2 Home-made Muffins, dan 1 Jug Iced Lemon Tea.. Untuk muffin ada 3 pilihan, yaitu Chocolate, Banana, dan Vanilla.. Untuk side dishes, pilihan kami adalah BBQ Baked Beans, Aromatic Rice, dan Chunky Veggie.. Service-nya KRR Gurney Plaza ini rada lambat padahal kondisi restaurant tidak terlalu ramai.. Makanan yang dihidangkan juga ada yang sudah dingin.. Dari segi taste, not bad sebenarnya roasted chicken-nya, tapi sangat tasteless menurut lidah saya.. Bahkan saya minta chili sauce dengan harapan bisa membantu, ternyata kami malah dikasi saos sambal sachet-an yang lebih dominan rasa manisnya dibandingkan rasa pedasnya.. hahaha.. Sebenarnya ayam-nya sendiri bagus kualitasnya kok, di-roasted dengan sempurna.. Dan sebenarnya much better dari ayamnya Le Poulet Roti yang kami makan di Colmar Tropicale.. Tapi dibandingkan dengan Nando’s, saya lebih prefer Nando’s..






 Home-made Muffins (Chocolate, Banana, and Vanilla)


Country-Style Chicken Soup & Garlic Toasties


 Beef Bolognaise


 Roasted Whole Chicken


 Kenny’s Wholesome Meal


Untuk dinner di KRR ini kami harus membayar sekitar RM 125 atau IDR 380k.. Pricey atau tidaknya relatif ya.. Cuma yang saya sayangkan, kami lagi di Penang yang notabene surganya makanan, kami malah makan yang beginian dan ujung2nya tidak sesuai ekspektasi.. hahaha..

Selesai makan dan karena hari sudah semakin gelap, kami meninggalkan Gurney Plaza dan menunggu bus 103 di bus stop yang terletak persis di seberang Gurney Plaza (Jalan Kelawai).. Ini adalah malam terakhir kami di Penang.. Ah sedih rasanya.. Dua hari ga terasa sama sekali.. Kami juga harus tidur lebih awal karena keesokan harinya kami akan menempuh perjalanan darat untuk menuju destinasi selanjutnya..


Hotel Neo+ Penang tampak dari kejauhan

 Penang @ night



To be continued..



Ban Heang
245-247 Penang Road, Georgetown
10100, Pulau Pinang, Malaysia


Pasar Chowrasta
Lebuh Tamil (Jalan Penang), Georgetwon
10100, Pulau Pinang, Malaysia


Penang Road Famous Teochew Chendul
27 Lebuh Keng Kwee, Georgetown
10100, Pulau Pinang, Malaysia
Opening Hours  :  10.30 – 19.00 (Mon-Fri) & 10.00 – 19.30 (Sat-Sun)
Other outlets in Penang  :  
Prangin Mall, Gurney Paragon, Gurney Plaza, Queensbay Mall, etc


Komtar (Kompleks Tun Abdul Razak)
Jalan Penang, Georgetown
Pulau Pinang, Malaysia
http://thetop.com.my/


Bus Rapid Penang
http://www.rapidpg.com.my/


Gurney Plaza
170 Persiaran Gurney, Georgetown
10250, Pulau Pinang, Malaysia
Opening Hours  :  10.00 - 22.00
http://www.gurneyplaza.com.my/en/

Auntie Anne’s @ Gurney Plaza
B1 - K30/K31 Gurney Plaza
http://www.auntieannes.com.my/


Bee Cheng Hiang @ Gurney Plaza
B1 - 09 Gurney Plaza
https://www.beechenghiang.com.sg/


Empire Sushi @ Gurney Plaza
B1 - K7 Gurney Plaza

https://www.facebook.com/empiresushimy/


Parkson @ Gurney Plaza
G - 15/01 - 18/01 Gurney Plaza
http://www.parkson.com.my/


Fipper @ Gurney Plaza
05 - 17 Gurney Plaza
http://fipperslipper.com/


Kenny Rogers Roasters @ Gurney Plaza