Friday, April 28, 2017

Round The Malaysia Trip ~ #1 From Bali to Singapore


Hai.. Jumpa lagi di NatTravelDiaries.. Kali ini dengan judul Round The Malaysia Trip (RTMT).. Jadi seminggu yang lalu saya baru saja kembali dari negara tetangga..


“Malaysia lagi??” Seperti itulah comment dan ekspresi yang saya dapatkan dari teman2 dan keluarga ketika mereka tahu bahwa saya akan berlibur ke Malaysia.. hahaha.. Biasanya comment2 tersebut akan saya balas dengan pandangan sinis sambil ngedumel dalam hati “memang ada yang salah kalau saya dan keluarga suka ke Malaysia”.. wkwkwk.. Sebenarnya pengen sih pergi ke negara lain yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya.. Hanya saja saat berburu tiket Air Asia, saya keseringan tergiur dengan tiketnya yang super duper murah.. Bayangkan, hanya RM 9 per orang per sekali jalan.. RM 9 itu kalau di-Rupiah-kan sekitar IDR 27k.. Setelah ditambah processing fee karena saya bayar pakai kartu kredit jadi RM 17 atau sekitar IDR 51k.. Murahnya kebangetan kan.. Jadinya bayangan akan Ho Chi Minh, Angkor Wat, Phuket, langsung hilang tergantikan dengan Penang, Langkawi, KL, dan masih banyak lagi.. hahaha..


Mengapa trip kali ini saya beri judul RTMT alias Round The Malaysia Trip?? Alasannya adalah karena saya terinspirasi dari Trinity (The Naked Traveler).. Jadi kalau Trinity dulu melakukan 1-Year RTWT (Round The World Trip), saya cukup keliling Malaysia aja, bukan setahun tapi 11 hari.. hahaha.. Tiket pesawat Air Asia saya beri bulan Maret 2016, jadi waktu tunggunya sekitar 1 tahun.. Tapi berhubung September kemarin juga pergi ke Thailand, jadi persiapan RTMT ini cukup singkat.. Itinerary bahkan baru mulai saya siapkan dalam 3 bulan terakhir..


Rute yang saya ambil untuk RTMT ini adalah Singapore – Johor Bahru – Penang – Langkawi – Penang – Ipoh – Kuala Lumpur.. Pergi ke 2 negara dan 6 kota adalah hal yang baru buat saya dan keluarga.. Empat kota dari enam kota yang saya sebutkan, sudah pernah saya kunjungi sebelumnya.. Hanya 2 kota yang belum pernah, yaitu Langkawi & Ipoh.. Ada 5 hotel yang kami singgahi.. Hampir semua model transportasi juga kami coba dalam RTMT ini, mulai dari pesawat, bus, sampai kereta.. Untuk pertama kalinya bahkan kami berani untuk sewa mobil dan menyetir sendiri di kota tujuan.. Packing untuk 11 hari juga menjadi masalah karena saya harus mempersiapkan kostum untuk 11 hari, belum lagi peralatan make up + skin care cewek yang buanyak itu, dan semuanya harus masuk ke dalam ransel kecil saya.. hehehe.. Akhirnya untuk menyiasati, terpaksa saya mengandalkan jasa laundry..  hehehe..


Sebelum melebar kemana2, bagian introduction-nya cukup sampai disini ya.. Sekali lagi apa yang saya tuliskan di Natinbali ini bukan untuk ajang pamer, tapi saya hanya ingin sharing mengenai perjalanan saya.. Semoga apa yang saya bagikan ini bisa menginspirasi dan bermanfaat, khususnya buat teman2 yang sedang merencanakan liburan ke Malaysia.. ^_^

 ______________________


Malam itu tanggal 3 April 2017, saya sedang bersiap2 untuk tidur lebih awal mengingat flight Bali - Singapore saya take-off pukul 07.00 pagi.. Itu berarti saya harus berangkat ke airport sekitar pukul 04.30 pagi.. Entah kenapa malam itu saya bilang ke mami saya (yang kebetulan malam itu tidur dengan saya) untuk tidak mematikan handphone-nya.. Benar saja, sekitar pukul 23.30 saya tiba2 terbangun setelah mendengar ada bunyi sms masuk ke hp mami saya.. Dan ternyata itu adalah SMS dari Air Asia yang menginformasikan bahwa flight QZ502 saya di-reschedule menjadi pukul 11.00.. Saya langsung lemas terduduk di pinggir tempat tidur saya.. Langsung teringat itinerary padat merayap yang saya susun akibat hanya punya beberapa jam di Singapore..

Flashback sedikit, saya awalnya berencana untuk menginap 1 malam di Singapore dan 1 malam di Johor Bahru.. Tapi apa daya, flight Johor Bahru - Penang hanya promo di tanggal 5 April 2017.. Jadi saya hanya punya 1 hari 1 malam untuk dihabiskan di Singapore dan Johor Bahru.. Next destionation kami setelah Johor Bahru adalah Langkawi.. Jadi saya memilih rute Johor Bahru - Penang - Langkawi.. 

Berangkat pukul 11.00 berarti kami akan tiba di Changi Airport sekitar pukul 13.30, sedangkan sorenya sebelum pukul 17.00 saya sudah harus ke Johor Bahru.. Saya coba buka website-nya Air Asia untuk cari nomer Call Centre-nya, ternyata ada keterangan jam operasional-nya, alias tidak 24jam.. Tambah lemes.. Masalahnya info re-schedule ini hanya via SMS, biasanya Air Asia akan info via email ketika ada re-schedule atau perubahan.. Saya jadi mengira2 apakah flight saya ini beneran di-reschedule atau tidak.. Akhirnya saya coba telepon ke Call Centre.. Awalnya ga nyambung2, dan akhirnya 15 menit kemudian, akhirnya tersambung juga.. 

Saya langsung menanyakan kebenaran info re-schedule ini, yang ternyata dibenarkan oleh petugas call center Air Asia.. Saya sedikit complain karena re-schedule-nya yang lumayan lama (4jam).. Lalu saya bertanya, flight Bali-Singapore yang pukul 08.55 di-reschedule juga ga?? Sama mas-nya dikira saya mau minta pindah ke jam 08.55.. Malah dibilang kalau mau pindah, bisa tapi dicoba check seat availability-nya terlebih dahulu.. Dan ternyata setelah di-check, masih bisa untuk 4 orang.. Kemudian saya tanya kena biaya ga?? Dan ternyata free alias gratisss.. Jadi saya baru tahu, kalau Air Asia me-re-schedule flight kita lebih dari 3jam, kita bisa minta pindah flight untuk rute yang sama, untuk periode keberangkatan sampai 7 hari ke depan.. Mas-nya kemudian bilang, kalau pemindahan ini harus tunggu approval dulu.. Saya diminta telepon ke call center lagi untuk check perkembangannya.. Selesai telepon, email Air Asia masuk ke hp saya.. Ternyata benar jika di-reschedule lebih dari 3 jam, kita bisa memilih 3 opsi.. Yang pertama adalah pindah flight seperti yang saya lakukan, refund berupa credit shell yang bisa digunakan untuk membeli produk Air Asia lainnya, dan terakhir, refund dalam bentuk cash yang akan ditransfer ke rekening kita..

Seriously, menunggu dalam segala ketidakpastian di tengah malam itu sungguh menyiksa.. Satu jam berlalu, saya telepon ke call center lagi dan ternyata sudah di-approved.. Saya hanya perlu melakukan web check-in ulang.. Langsung lega rasanya.. Berangkat 08.55 tetap lebih baik dibandingkan berangkat pukul 11.00, setidaknya kami masih punya 2 jam ekstra untuk dihabiskan di Singapore.. Mungkin karena kasihan dengan kami yang dibuat stress tengah malam, Tuhan memberikan kami seat di baris kedua yang merupakan Hot Seat.. Kalau beli Hot Seat, harus bayar 95k, kali 4 orang sudah 380k.. Lumayan, rejeki.. hahaha..

Singkat cerita, sampailah kami di Ngurah Rai International Airport.. Berhubung hanya membawa ransel atau backpack, jadi kami bisa langsung ke imigrasi dan gate.. Oh ya, kali ini Air Asia sudah mulai memperketat urusan bagasi kabin.. Jumlah tas yang boleh dibawa ke kabin hanya 2 (untuk wanita termasuk handbag) dengan total berat maksimal 7kg.. Di pintu masuk, petugas Air Asia akan langsung mencegat para penumpang yang dicurigai membawa bagasi lebih dari 7kg, dan korbannya banyak juga ternyata.. Bule2 biasanya pada bawa backpack yang jumbo2 itu kan, sekarang semua harus masuk ke bagasi.. Mak2 rempong yang bawa koper besar2, juga ga bisa sesuka hati dibawa ke atas cabin.. Ada sisi positifnya juga sih.. Proses boarding jadi lebih cepat.. hahaha.. Proses boarding-nya juga dibagi menjadi 3 zone.. Zone 1 untuk penumpang yang duduk di hot seat, Zone 2 untuk row 20-31, dan Zone 3 untuk row 6-19.. Jadi harusnya lebih tertib ya.. 




 Ngurah Rai International Departure


 Gate 1A


 Air Asia Boarding Zone


Berhubung di rumah ga bakalan sempat sarapan, jadi saya memesan prebook meals yang untungnya masih sesuai pesanan walaupun kami pindah flight.. Kali ini yang saya pesan adalah Nasi Lemak Pak Nasser, Nasi Minyak Palembang, Nasi Padang Uda Ratman, dan Nasi Kuning Manado.. Semuanya enak kecuali Nasi Minyak Palembang yang kurang cocok dengan selera saya.. hehehe.. Saya memang selalu pesan makanan-nya pre-book (saat web-check-in).. Per porsi kenanya 34k, jauh lebih murah dibandingkan beli langsung di pesawat.. Selain itu bakalan dapat free minuman (air mineral / soda / kopi) dan dilayani lebih dulu oleh cabin crew-nya..


 Nasi Padang Uda Ratman (34k)


 Nasi Kuning Manado (@ 34k)


 Nasi Lemak Pak Nasser (@ 34k)


Setelah mengudara selama 2.5 jam, mendaratlah kami dengan selamat di Changi International Airport.. Hello Xinjiapo, long time no see.. hehehe.. Sampai di imigrasi, berbekal D/E Card yang sudah diisi di dalam pesawat, kami langsung mengantri dan dengan cepat mendapatkan giliran.. Petugas imigrasi yang saya temui super ramah, beliau bahkan sempat menanyakan masalah gempa yang sempat terjadi di Bali.. hahaha.. Oh ya, buat teman2 yang seperti saya, hanya mampir ke Singapore dan tidak bermalam, saat mengisi D/E Card, di bagian "Address in Singapore" bisa diisi dengan "One Day Tour" dan sebutkan tempat2 tujuan kita selama di Singapore.. 


 Changi International Airport (T1)




Kelar imigrasi dan dengan cueknya skip pemeriksaan di custom, saya langsung menuju Skytrain.. Skytrain ini adalah kereta yang menghubungkan antara Terminal 1, 2, dan 3 di Changi.. Awalnya saya sempat bingung ketika membaca petunjuk yang bertuliskan bahwa MRT Station / Train to City terletak di T3.. Padahal seingat saya ada di T2.. Berhubung Air Asia mendarat di T1, jadi kami harus naik skytrain dari T1 ke T3.. Sampai T3, berhubung baru pertama kali menginjakkan kaki di T3, sempat kebingungan mencari MRT Station.. Sudah keliling, eh malah nyasar ke basement.. Sampai akhirnya ketemu dengan bapak2 yang dengan baik hati mengantarkan kita ke MRT Station.. Siapa bilang orang Singapore cuek2 dan ga ramah?? wkwkwk..




 Skytrain to T3 (free)


Sampai di MRT Station, ya ampun, ternyata MRT Station bisa diakses via T2 dan T3.. Tau gitu kan tadi ke T2, jadi bisa mampir ke Paris Baguette.. Lesson learned, jadi walaupun sudah sering mengunjungi suatu tempat, sebelum berangkat alangkah baiknya tetap meng-update semua data yang diperlukan.. 

 Changi MRT Station


Berhubung EZ-Link saya masih berlaku dan bersaldo, jadi saya hanya top-up masing2 kartu senilai SGD 10.. EZ-Link ini sangat recommended buat orang yang bakalan sering berkunjung ke Singapore.. Kalau tidak, mungkin lebih cocok pakai Singapore Tourist Pass (STP) atau kalau ga sering naik MRT bisa beli single journey ticket di mesin2 yang tersedia..

Our first destination is Chinatown.. Sebelum di-reschedule, awalnya tujuan pertama saya adalah Garden By The Bay (GBTB).. Padahal cita2 saya sebenarnya ingin naik OCBC Skyway dan berkunjung ke GBTB saat malam hari.. Semuanya gagal.. Hiks.. Dari Changi MRT Station untuk menuju Chinatown MRT Station, pertama2 saya mengambil MRT Green Line dan turun di Tanah Merah Station.. Kemudian naik MRT Green Line jurusan Joo Koon dan turun di Bugis Station.. Di Bugis Station, kami harus pindah MRT Line, dan ini lumayan jauh jalannya.. Ga heran orang Singapore langsing2 ya.. hahaha.. Lanjut kemudian naik MRT Purple Line jurusan Chinatown, dan turun di Chinatown Station.. Kalau mau ke GBTB atau Marina Bay Sands bisa ambil jurusan yang sama, tapi turun di Bayfront Station (sebelum Chinatown Station).. Di Chinatown Station, saya mengambil Exit A untuk menuju Pagoda Street..


 MRT Map


 di dalam MRT



Pagoda Street ini adalah salah satu spot favorit saya di Chinatown.. Pagoda Street ini adalah gudangnya pernak-pernik yang cocok untuk dijadikan oleh2.. Mulai dari t-shirt, tas, gantungan kunci, accessories, semuanya ada.. Harganya juga murah banget.. Jauh lebih murah bila dibandingkan dengan Bugis dan Lucky Plaza.. Bahkan di Pagoda Street ini ada juga toko yang namanya 1$ Shop.. Jadi semua barang yang dijual harganya SGD 1 saja..


  Pagoda Street





Tujuan kami ke Pagoda Street adalah untuk mampir ke outlet Bee Cheng Hiang.. Si Papi sudah pasti kegirangan lihat makanan kesukaannya… Untuk harga, masih lebih murah di KL, tapi untuk varians, lebih lengkap di Singapore.. Dari Pagoda Street, kami berjalan kaki menuju People’s Park Centre, setelah sebelumnya foto2 di depan Chinatown Point dan Bliss Hotel.. Ya hitung2 nostalgila mengenang trip kami tahun 2014 kemarin.. hahaha..


 Bee Cheng Hiang @ Pagoda Street






 Chinatown Point





Jadi kami jauh2 dari Changi ke Chinatown hanya untuk makan siang di People’s Park Hawker Center.. Di sini ada 2 gerai atau stall favorit kami, yang kelezatannya selalu terbayang sehingga membuat kami selalu ga sabar untuk balik ke Singapore.. Sayang 1 dari stall tersebut, Ho Kee Pau, hari itu lagi tutup.. Kecewa.. Tapi untungnya stall yang lagi satu buka, dan stall ini namanya Fish Porridge.. Jadi stall ini memang menjual aneka jenis Fish Soup dan Fish Porridge.. Favorit saya tentu Fish Porridge-nya.. Fish Porridge-nya itu lebih mirip nasi yang dibanjiri dengan soup ikan.. Soup ikannya sendiri ga amis dan rasanya minimalis.. Ikan-nya sudah dipotong2 dan di-fillet jadi memudahkan kita yang memakannya.. Ikannya juga fresh dan porsinya juga generous banget.. The best lah..



 People's Park Hawker Center





 "Fish Porridge" Stall






 Fish Porridge (@ SGD 5)


 Fish Soup (@ SGD 5)




People’s Park Hawker Center ini memang salah satu tempat makan terbaik yang saya rekomendasikan.. Tempatnya seperti foodcourt, tapi bersih dan harganya sangat terjangkau untuk ukuran Singapore.. Selain People’s Park Hawker Center, tempat makan lain yang saya rekomendasikan adalah Maxwell Food Center (di Chinatown juga) dan Albert Center di Bugis.. Jadi siapa bilang makan di Singapore mahal?? Makanan2 di People’s Park Hawker Center ini rata2 SGD5.. Itu sudah dapat Chicken Rice dengan potongan ayam berlimpah atau Fish Porridge yang saya makan ini... Di dekat stall Fish Porridge malahan ada stall yang menjual paket2 Nasi Lemak seharga SGD2.5.. Jadi semua tergantung pintar2nya kita mencari tempat makan dan ini juga yang menjadi alasan kenapa saya paling senang tinggal di daerah Chinatown..






 Chicken Rice (@ SGD 5)


 "Nasi Lemak" Stall


 Sugarcane Juice (@ SGD 1.5)





Setelah makan siang, tujuan kami selanjutnya adalah Orchard Road.. Sebenarnya dari Chinatown menuju Orchard Road bisa ditempuh dengan menggunakan MRT.. Tapi dengan backpack di pundak, saya terlalu malas untuk jalan keluar masuk MRT Station, ditambah lagi kami juga harus ganti MRT Line di Dhoby Ghaut Station.. Jadi saya lebih memilih naik bus.. Bus Station-nya ada di seberang Chinatown Point (di Eu Tong Sen Street).. Untuk menuju Orchard Road bisa naik bus no 124 atau 190.. Kebetulan saat itu ada bus 190 yang datang, jadi kami langsung menaiki bus.. Berhubung tujuan kami adalah Ngee Ann City Mall, jadi kami turun di bus stop yang berada persis di samping Ngee Ann City Mall.. Naik bus di Singapore memang rada tricky buat kita travelers.. Saya dulu pernah bablas juga kok.. Jadi seharusnya saya sudah turun di salah satu bus station.. Sayanya malah tetap duduk manis di dalam bus… hahaha.. Cara paling gampang adalah dengan menghitung jumlah stop-nya.. Kalau searching di Google Maps atau di gothere.sg pasti ada keterangannya, misal 5 stops later atau 7 stops later.. Kalau masih ragu, bisa tanya ke orang local.. Mereka pasti dengan senang hati akan memberi tahu..


 Eu Tong Sen Street (halte bus-nya itu yang di sebelah kiri)


 Ngee Ann City Mall




Di Ngee Ann City Mall kami hanya muter2 sebentar kemudian langsung menyebrang ke Paragon.. Beberapa kali ke Singapore, saya malah belum pernah mampir ke Paragon.. Alasan kenapa kali ini saya mampir, adalah Da Paolo Gastronomia.. Tempat yang satu ini memang menjadi incaran saya, ya a must visit place lah.. hahaha.. Dari dulu saya selalu ngiler lihat foto2 makanan dan cake2 di Da Paolo Gastronomia ini.. hehehe.. 


 Paragon


 Da Paolo Gastronomia



Yang must-try tentu cake2-nya yang memang sengaja diletakkan di plastic-container dan cup.. Jadi kalau mau take-away tinggal ambil dari chiller.. Mau makan di tempat juga bisa.. Pilihan cake-nya banyak banget, setelah cukup lama berpikir, adik saya akhirnya memilih Tiramisu & N-Cake yang konon menjadi best-seller di Da Paolo Gastronomia… Selain cake, kami juga nyobain pizza dan salad-nya.. Pizza dan salad-nya menurut saya biasa saja.. Pilihan salad-nya memang banyak banget, tapi taste-nya so-so.. Harganya juga lumayan mahal.. Sepiring kecil salad berisikan beetroot, brussels-sprouts, artichokes, dan pumpkin harganya SGD 16 atau hampir IDR 150k.. Sepertinya yang harus dicoba adalah aneka pastanya.. Untuk cake-nya, memang enak menurut saya, terutama Tiramisu-nya.. Untuk N-C ake, masih kemanisan kalau buat saya.. 
 











Mint Mocha (SGD 6.50) & Zesty Red (SGD 6.50)


Sausage Pizza (SGD 8.10)


Mixed Salad (SGD 16)


Tiramisu Cup (SGD 8.70) & N-Cake (SGD 9.50)





Keluar dari Paragon, kami melihat orang2 pada ngantri Uncle Ice Cream dan tergodalah kami.. wkwk.. Belum ke Singapore memang kalau belum makan ice cream yang fenomenal ini.. Akhirnya kami ikutan ngantri juga… hahaha.. Sayang karena saking larisnya, pas giliran kami, sudah banyak rasa yang habis.. Harganya masih SGD 1.20, belum berubah dari 3 tahun yang lalu.. hahaha..




 Uncle Ice Cream (@ SGD 1.20)



Uncle Ice Cream done, masih ada 1 kewajiban lagi buat saya dan keluarga jika berlibur ke Singapore, yaitu mampir ke outlet Hang Ten di Lucky Plaza.. hahaha.. Kali ini lumayan bagus pilihan kaos2nya dan lagi banyak promo juga.. Sayang kami ga berani borong, karena sisa perjalanan masih 10 hari.. Toh di Malaysia juga ada pikir saya.. Dan ini adalah keputusan yang salah.. Ternyata setelah sampai Malaysia, tokonya sudah tutup.. hiks..


 HangTen @ Lucky Plaza



Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00, itu berarti sudah saatnya kami berangkat menuju Johor Bahru.. Saya memang menghindari jam pulang kantor.. Kami pun menuju ke Orchard MRT Station dan menaiki MRT Red Line tujuan Jurong East.. Walaupun bukan jam pulang kantor, tapi kondisi MRT sudah full.. Jadi perjuangan banget harus berdiri dengan ransel di pundak dan melewati 14 stations sebelum tiba di Kranji MRT Station.. Rencana awal untuk singgah di Kopi Tiam dan menikmati Chicken Rice yang enak itu, akhirnya batal karena kami masih kekenyangan setelah kalap di Da Paolo Gastronomia..


Di luar Kranji MRT Station, ada bus2 yang siap mengantar kami melewati perbatasan Singapore – Johor Bahru.. Pilihan bus-nya ada 2, yaitu SBSTransit (punya Singapore) dan CausewayLink (punya Malaysia).. Karena saya punya EZ-Link, maka saya lebih memilih menggunakan SBSTransit karena hanya perlu tap kartu.. 


Sepuluh menit kemudian, bus yang saya tumpangi memasuki kawasan Woodlands Checkpoint (CIQ).. Di sini kami harus turun dari bus dan membawa semua barang bawaan kami.. Kami naik ke lantai 2 dan mengantri di bagian imigrasi untuk mendapatkan cap keluar dari Singapore.. Setelah itu kami turun ke lantai 1 dan mengantri bus lagi.. Jika sebelumnya naik SBSTransit maka harus mengantri di antrian SBSTransit juga.. Karena kalau naik bus yang berbeda, maka kita harus bayar lagi.. Perjalanan menyebrangi perbatasan Singapore – Johor Bahru untungnya lancar jaya.. Padahal rute sebaliknya macet total.. Tak lama kemudian, bus akhirnya memasuki kawasan JB CIQ.. Di sini kami harus naik ke lantai 2 dan mengantri di imigrasi untuk mendapatkan cap masuk Malaysia.. Ini merupakan kali kedua kami menyebrangi perbatasan Singapore – JB.. Untuk perjalanan pertama kami bisa dibaca di read here.. Kalau sebelumnya masih salah antri, cemas ini dan itu, kali ini sudah lebih pintar dong.. hahaha..


So welcome to Johor Bahru and the “Round The Malaysia Trip (RTMT)” has officially begun..





To be continued..



Ngurah Rai International Airport
Jalan Raya Gusti Ngurah Rai, Bali 80362, Indonesia


Air Asia
http://www.airasia.com/


Changi International Airport
Airport Blvd, Singapore
http://www.changiairport.com/


MRT Singapore
https://www.smrt.com.sg/


Google Maps
https://www.google.co.id/maps?source=tldsi&hl=en 


Gothere.sg
https://gothere.sg/maps


Ngee Ann City Mall
391 Orchard Road, Singapore
Opening Hours  :  10.00 - 21.30
https://www.ngeeanncity.com.sg/

 
Paragon
290 Orchard Road, Singapore
Opening Hours  :  10.00 - 22.00
https://www.paragon.com.sg/
 

Da Paolo Gastronomia
Paragon Orchard B1-K8
Opening Hours  :  08.00 - 22.00
http://www.dapaolo.com.sg/


Lucky Plaza
304 Orchard Road, Singapore
Opening Hours  :  08.30 - 22.30
http://www.luckyplaza.com.sg/

 
Hang Ten
Lucky Plaza Orchard #01 20-23
https://hangten.com/