Sunday, June 11, 2017

Round The Malaysia Trip ~ #7 Exploring Georgetown




Setelah kemarinnya sibuk berkeliling Pulau Pinang, mulai dari Penang Hill sampai Batu Ferringhi, hari  kelima ini sengaja saya khususkan untuk berkeliling kota Georgetown.. Georgetown merupakan capital state dari Pulau Pinang atau Penang.. Georgetown dulunya merupakan salah satu pelabuhan utama di Selat Malaka dan dibuka oleh British East India Company di tahun 1786.. Saat ini Georgetown menjelma menjadi salah satu destinasi wisata yang terkenal di Malaysia.. Georgetown juga dinobatkan sebagai kota warisan budaya dunia (world heritage site) oleh Unesco sejak tahun 2008.. Beberapa orang juga menyebut Georgetown, dalam hal ini Penang, sebagai The Food Capital of Malaysia.. No wonder sih, secara kuliner Penang memang top banget.. Perpaduan antara kuliner khas Melayu, Chinese, Indian, dan yang lainnya, menjadikan Penang sebagai surga bagi para foodie, termasuk saya dan keluarga..



Pagi2 sekitar pukul 07.30 kami sudah rapi, cantik & ganteng, dan bersiap menuju Komtar.. Kali ini kami menunggu Bus CAT (Central Area Transit) bukan Bus Rapid Penang seperti biasanya.. Bus CAT ini adalah bus gratis yang disediakan pemerintah Penang.. Yang naik boleh tourist macam kami dan juga orang local.. Rute Bus CAT ini hanya di seputaran Georgetown, tapi justru melewati berbagai tempat2 wisata dan tempat2 menarik lainnya yang wajib dikunjungi saat berada di Georgetown.. Keberadaan Bus CAT ini sungguh membantu bagi para wisatawan.. Ga perlu keluar uang untuk bayar bus fare.. Apalagi beberapa tempat wisata di Georgetown, nanggung2 jaraknya.. Dibilang jauh banget juga ga.. Tapi kalau jalan kaki, bisa gempor.. hahaha..



Seperti tahun 2015 kemarin.. Gara2 parno baca cerita tourist yang dijambret di Bus CAT, saya keukeuh ga mau naik Bus CAT.. Alhasil saya dan keluarga bela2in jalan kaki keliling kota Georgetown di bawah terik matahari dan jerebu.. Serasa mau pingsan saking panasnya.. hahaha.. Pas sudah ga kuat jalan, kami nunggu bus di bus stop dekat Fort Cornwallis.. Kata bapak2 yang kami temui, semua bus pasti akan menuju Komtar.. Ternyata bus yang pertama kali berhenti adalah Bus CAT.. Kata bapaknya, “ini bas percuma” alias gretong.. Ternyata ga seburuk yang saya bayangkan.. Bus-nya bersih.. Kalau weekend  dan jam tertentu memang ramai banget.. Jadi harus desak2an, walaupun masih kategori nyaman sih.. Lagian namanya gratisan, pasti banyak peminatnya ya.. Sekarang tentu saya lebih memilih naik Bus CAT ini kemana2.. Berhubung gratis, jadi bisa naik turun sesuka hati.. Waktu tunggunya juga ga lama2 banget, maksimal 15 menit-an.. Ya daripada jalan kaki, sudah capek, gosong pula kena sinar matahari.. hahaha..



Bus CAT Penang Route




Our very first destination was Tai Tong Restaurant.. Pertama kali tahu Tai Tong Restaurant ini dari video-nya Mark Wiens dan postingan Trinity di IG.. Penasaran lah saya.. Baca di internet, katanya ramai banget, jadi pakai ngantri.. Jadilah saya dan keluarga bela2in pagi2 ke Tai Tong demi menghindari antrian ini.. Kami tiba di Tai Tong Restaurant sekitar pukul 08.00.. Kami beruntung mendapatkan meja kosong yang terakhir.. Kondisi resto sudah full banget padahal masih pagi hari.. hahaha.. Tai Tong Restaurant ini berlokasi di Lebuh Cintra.. Saya memilih untuk naik Bus CAT dari Komtar dan turun di depan Pasar Chowrasta.. Dari Pasar Chowrasta hanya perlu jalan kaki sekitar 400 meter untuk menuju Lebuh Cintra..







Tai Tong Restaurant






Begitu duduk, ada aunty yang menawarkan kami Chinese Tea.. Kemudian aunty yang lain datang sambil mendorong kereta yang berisi bubur.. Karena bukan penggemar bubur, jadi kami hanya pesan 1 porsi.. Buburnya lumayan enak.. Kemudian aunty yang lain datang, kali ini kereta yang didorongnya penuh berisikan aneka dimsum.. Yup, Tai Tong memang terkenal akan aneka dimsum-nya yang lezat.. Selain bisa order langsung di counter, akan ada aunty2 yang berkeliling menawarkan dimsum ke meja2 dengan menggunakan kereta.. Jadi pengunjung hanya perlu duduk manis di meja.. hahaha..



aunty with her cart full of yummy dimsum




Jarang ber-dimsum ria, kami pun kalap.. Semua dipesan.. hahaha.. Rata2 dimsum-nya memang enak dan bahan yang digunakan juga fresh.. Salah satu jenis dimsum favorit saya adalah Hakau.. Hakau di Tai Tong ini kulitnya tipis, udangnya fresh dan masih krenyes2 gitu.. Lo Mai Gai-nya juga enak banget.. Dimsum2 ini dijual per porsinya dengan harga mulai RM 2.40 – RM 5.00.. Kebanyakan dimsum yang kami pesan harganya RM 4.50 atau IDR 13k.. Aunty2 yang melayani kami juga ramah2 banget.. Overall, Tai Tong Restaurant ini recommended banget.. Untuk menghindari antrian mending datangnya pagi2.. Lagian dimsum juga enakan dipakai buat breakfast kan.. hehehe..













Setelah breakfast yang cukup berat, berat karena walaupun dimsum tapi pesannya belasan porsi, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Lebuh Armenian / Armenian Street..  Jadi walaupun di tahun 2015 kemarin kami sudah hunting street-art dan puas bernarsis ria (read here), tapi ada 1 mural / street-art yang tidak berhasil kami kunjungi.. Celakanya, ini adalah mural yang bisa dikatakan mural paling terkenal di Georgetown.. Mural itu tak lain adalah mural “Kids on Bicycle” karya Ernest Zacharevic.. Sebenarnya di tahun 2015 kami sudah mendatangi lokasi mural ini berada.. Sayang saat itu lagi ramai banget, mau foto aja antriannya sudah mengular.. Alhasil mural ini kami terpaksa kami skip.. 


Berhubung masih pagi, jadi Lebuh Armenian juga masih sepi banget.. Toko2 belum pada buka.. Oh ya, alasan lain saya ingin kembali ke Lebuh Armenian, karena beberapa bulan yang lalu, saya nonton film-nya Fan BingBIng yang berjudul One Night Surprise.. Dan di bagian ending-nya ternyata lokasi shooting-nya di Lebuh Armenian ini.. Ya penasaran aja sih.. hehehe.. 




Lebuh Armenian


Yap Kongsi









mural “Kids on Bicycle”






Dari Lebuh Armenian, kami menuju ke Cheah Kongsi di Lebuh Pantai / Beach Street.. Kemudian mampir sebentar ke mural “Boy on Motorbike” di Lebuh Ah Quee dan berakhir di depan Masjid Kapitan Keling.. Di sini kami menunggu Bus CAT untuk menuju daerah Padang Kota Lama.. Sebenarnya bisa jalan kaki juga.. Jaraknya sekitar 800 meter dari Lebuh Armenian, tapi berhubung kami terlalu malas, jadi mendingan nunggu bus gretongan.. hahaha..




Cheah Kongsi



mural “Boy on Motorbike”


Masjid Kapitan Keling






bus stop Bus Cat near Masjid Kapitan Keling




Tujuan kami yang sesungguhnya adalah Sri Weld Food Court yang berada di Lebuh Pantai dan dekat dengan Queen Victoria Memorial Clock Tower.. Di Sri Weld Food Court ini ada penjual Nasi Lemak favorit saya, namanya Ali Nasi Lemak Daun Pisang.. Stall Nasi Lemak ini persis berada di depan pintu masuk Sri Weld Food Court.. Pagi2 begini sudah ngantri lho.. hahaha.. Jadi Nasi Lemak-nya itu porsinya mini2 dan dibungkus dengan daun pisang.. Persis seperti Nasi Kucing di Jawa atau Nasi Jinggo di Bali.. Satu bungkus harganya RM 1.80.. Pilihan lauk / topping-nya juga beragam.. Ada Ikan Asin (orang sana menyebutnya ikan masin) + Telur, Ikan Bilis (mirip teri) + Telur, Udang, Ayam, dan Sotong.. Makan satu sudah pasti kurang.. hahaha.. Selain Ali Nasi Lemak Daun Pisang ini, di Sri Weld Food Court juga ada beraneka ragam makanan yang bisa dicicipi..










Ali Nasi Lemak Daun Pisang


Beach Street










Queen Victoria Memorial Clock Tower






Setelah membeli beberapa bungkus Nasi Lemak, kami kembali menaiki Bus CAT dan kali ini turun persis di depan St. George’s Church.. Sebenarnya di sekitar Padang Kota Lama (Lebuh Light) banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi.. Di antaranya ada Queen Victoria Memorial Clock Tower, Fort Cornwallis, Penang 3D Trick Art Museum, Penang Town Hall, dan masih banyak lagi..

St. George’s Church ini adalah Gereja Anglican yang dibangun di abad ke-19.. Gereja ini adalah Gereja Anglican tertua yang ada di Asia Tenggara dan terbesar di Malaysia.. Setahu saya, pengunjung bisa mengikuti tour yang diadakan pihak Gereja.. Yang mau pre-wed juga bisa loh.. hahaha.. Kami sendiri hanya foto2 di depan gereja-nya.. hahaha.. 



St. George’s Church




Di sebelah St. George’s Church juga terdapat Penang Muzium dan Church of The Assumption.. Church of The Assumption ini adalah Gereja Katolik tertua ketiga di Malaysia.. Sayang saat kami datang, gereja-nya sedang di-renovasi.. 




Church of The Assumption











To be continued..





Komtar (Kompleks Tun Abdul Razak)
Jalan Penang, Georgetown
Penang, Malaysia
http://thetop.com.my/ 



Bus CAT


Tai Tong Restaurant
45 Lebuh Cintra, Georgetown
10100, Pulau Pinang, Malaysia
Opening Hours  :  06.00 – 14.30  &  18.15 – 23.30


Ali Nasi Lemak Daun Pisang
Sri Weld Food Court
21 Lebuh Pantai, Georgetown
10200, Pulau Pinang, Malaysia
Opening Hours  :  09.00 – 17.00


St George’s Church
1 Lebuh Farquhar, Georgetown
10200, Pulau Pinang, Malaysia
Opening Hours  :  10.00 – 16.00


Church of The Assumption
Jalan Love Lane, Georgetown
10200, Pulau Pinang, Malaysia
  




2 comments:

  1. Nice info... Menarik yah di Malay,sy waktu di sana juga kagum walaupun Melayu tetapi etnis Chinese, India dan Melayu berimbang. Dan budaya nya pun akur. Jadi malu ma yg di Tanah Air, etnis Chinese dan India nya tidak terlihat padahal dulu waktu masih kecil, sy sering lihat etnis Chinese dengan tradisinya dan masih banyak orang India di kampung halaman. Di KL waktu magang kerja, para teman kantor malah tidak bisa bhs Melayu. Rata2 menggunakan Inglish dan bhs ibu nya (Mandarin atau India). Tetapi mereka tidak masalah... Unik... Nanti Lebaran Juni acara kemana lagi nih (^_^)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget.. Lebaran ga kemana2.. Justru biasanya kalau Lebaran saya jarang liburan, tiket + hotel mahal karena high season.. Jadi enakan tidur di rumah, karena kalau di Bali palingan hanya libur 2-3 hari.. hahaha..

      Delete