Saturday, July 22, 2017

Round The Malaysia Trip ~ #11 Ipoh Old Town & Gunung Lang Recreational Park



Sama seperti Penang, Ipoh juga cenderung lebih ramai di saat weekend karena banyak tourists baik local maupun mancanegara yang berkunjung ke Ipoh.. Jadi untuk menghindari antrian dan keramaian di beberapa tempat incaran saya di Ipoh, saya sengaja mengatur itinerary agar tempat2 tersebut saya kunjungi di hari kedua yang notabene adalah hari Senin.. hehehe..

Setelah breakfast yang sangat memuaskan di MU Hotel Ipoh, kami berangkat menuju Jalan Datuk Onn Jaafar.. Di dekat persimpangan Jalan Datuk Onn Jaafar dan Jalan Sultan Iskandar terdapat satu alley (gang kecil) dimana di kedua sisi gang tersebut dipenuhi oleh aneka murals (lukisan dinding atau street-art).. Seperti halnya Penang, Ipoh juga terkenal akan street-art-nya.. Bahkan Ernest Zacharevic, the artist behind Penang’s famous murals, juga meninggalkan jejaknya di Ipoh.. Ada 7 murals yang dibuat Ernest di Ipoh.. Murals di gang kecil ini, atau yang dikenal sebagai Mural Art’s Lane, dibuat oleh seorang guru seni dan murid2nya.. Murals-nya keren banget dan ga kalah bagus dengan murals-nya Ernest.. Bahkan menurut saya murals ini lebih kreatif dan colorful..  Karena masih pagi dan hari Senin, jadi gang-nya masih sepi banget, bahkan kami satu2-nya pengunjung.. Bagus sih jadi bisa leluasa ber-foto ria.. hehehe..



Mural Art’s Lane






























Mural Art’s Lane ini juga terletak tak jauh dari Masjid Panglima Kinta di Jalan Masjid.. Jadi saat kami melanjutkan perjalanan, kami tidak sengaja melewati Masjid ini.. Masjid-nya bagus banget dengan perpaduan warna biru dan putih, yang matching dengan langit Ipoh yang walaupun masih pagi, tapi sudah puanass.. wkwkwk.. Kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju Taman Rekreasi Gunung Lang atau Gunung Lang Recreational Park yang terletak sekitar 25 menit dari Ipoh Old Town..


Masjid Panglima Kinta






Taman Rekreasi Gunung Lang ini dibuka pertama kali pada tahun 2000 dengan luas area mencapai 30 hektar.. Yang menjadi highlight dari Taman Rekreasi Gunung Lang ini adalah danau dan air terjun buatan yang iconic itu.. Taman Rekreasi Gunung Lang ini dibagi menjadi dua area yang dipisahkan oleh danau.. Jadi untuk mencapai area tersebut, pengunjung harus menaiki boat dengan biaya RM 3 atau sekitar 10 ribu rupiah..


Taman Rekreasi Gunung Lang


















boat @ Taman Rekreasi Gunung Lang


















Kami hanya sebentar di Taman Rekreasi Gunung Lang ini.. Kami hanya foto2 sambil menikmati danau dan perbukitan kapur yang indah itu.. Sayang saat kami tiba, air terjun buatan yang menjadi icon Taman Rekreasi Gunung Lang ini lagi tidak “mengalir”.. Pengunjung kecewa jadinya, termasuk saya.. hehehe.. Niat awal ingin naik boat menyebrangi danau juga saya batalkan setelah membaca review travelers lain di TripAdvisor.. Banyak yang bilang di seberang danau itu ga ada apa2, bad-maintained, dan banyak nyamuk.. Bahkan ada travelers yang baru beberapa menit sudah diserbu nyamuk, jadi mereka buru2 balik.. Dan celakanya, boat-nya juga tidak stand-by terus.. Jadi ada interval waktunya..  Oh ya, di dekat Taman Rekreasi Gunung Lang juga terdapat Loong Thow Ngam Temple.. Saya sih ga masuk ke dalam temple, hanya foto2 dari luar saja.. hehehe..


Loong Thow Ngam Temple






Dari Taman Rekreasi Gunung Lang, kami kembali ke kota dan menuju Jalan Yang Kalsom.. Salah satu tempat makan yang menurut saya wajib banget dicoba saat di Ipoh adalah Nasi Ganja.. Jangan terkecoh dengan namanya yang seram ya.. Nasi Ganja ini sebenarnya adalah Nasi Kandar, yang merupakan Nasi Campur-nya Malaysia.. Kenapa dinamakan Nasi Ganja?? Konon katanya setiap orang yang makan Nasi Ganja ini pasti akan ketagihan, sama seperti efek yang dihasilkan ketika mengkonsumsi ganja.. Nasi Ganja atau Nasi Kandar Ayam Merah ini terletak di Kedai Kopi Yong Suan di Jalan Yang Kalsom.. Saking terkenalnya Nasi Ganja ini, pengunjung pun harus rela antri.. 

Saya sengaja datang di weekdays dan sebelum jam makan siang.. Itu pun masih harus ngantri sekitar 5 orang.. Sebenarnya kalau mau makan di tempat (dine in), selama ada meja kosong, bisa langsung duduk dan nanti akan ada yang mendatangi kita dan mengambil orderan.. Kalau take away, memang harus antri dan langsung order di depan.. Karena ga tahu menu-nya apa saja dan biar ga salah pesan, kami tetap antri dan memilih sendiri menu-nya.. Menu2 yang tersedia sama seperti resto2 Nasi Kandar lainnya yang ada di Malaysia.. Ada aneka lauk pauk yang dihidangkan dengan nasi, sayuran, dan diguyur dengan kuah curry.. Yang paling terkenal adalah Ayam Goreng Merah-nya.. Jadi saya memilih Ayam Goreng Merah, Sotong Curry, Telur Masin (telur asin), Ocra, dan request khusus tidak pakai kuah curry.. hehehe.. Padahal kalau orang lain, justru minta extra curry, atau istilah orang local “kuah banjir’.. wkwkwk..




Nasi Ganja / Nasi Kandar Ayam Merah






Ternyata memang benar, Nasi Ganja ini enak banget.. Sekilas rasanya tidak se-strong Nasi Kandar lainnya yang pernah saya coba.. Semua lauk pauk-nya fresh, enak, dan jumbo2 ukurannya… Harganya?? Murah meriah kok.. Seporsi Nasi Ganja dengan lauk ayam (1pcs), sotong (3pcs), telur masin (1/2 butir), dan sayuran harganya RM 10 atau IDR 31k saja.. Ga heran deh, laris manis.. hahaha..






enakkkk


After a big lunch at Nasi Ganja, it’s time for some desserts.. Off we go to another must-visit places in Ipoh, Funny Mountain Soya Bean.. Funny Mountain ini terkenal akan Tau Fu Fah dan Soy Milk-nya yang enak banget.. Walaupun bukan penggemar Tau Fu Fah, tapi saya suka banget minum Soy Milk.. Funny Mountain ini terletak di Jalan Theatre.. Sama seperti Ayam Garam Aun Kheng Lim, Funny Mountain ini juga menyediakan jasa drive-thru.. Pengunjung yang lagi mager (alias males gerak), bisa memarkir mobil-nya di space yang telah disediakan, nanti akan ada staff Funny Mountain yang datang, ambil orderan, dan nanti pesanannya akan diantarkan ke mobil.. Praktis banget ya.. hahaha.. Saya sendiri awalnya ga tahu, jadi tetap parkir seperti biasa.. Selain Tau Fu Fah dan Soy Milk, ada juga menu Ais Kacang dan Ais Lengkong.. Harganya murah meriah.. Semangkok Tau Fu Fah harganya hanya RM 1.50 dan Soy Milk (botol kecil) harganya RM 2.50.. Soy Milk-nya enak, sayang karena sudah dibotol2-in jadi ga bisa request less-sugar, sedikit kemanisan kalau buat saya.. Di sisi yang lain, Tau Fu Fah-nya yang hadir dalam porsi imut2 itu ternyata enak banget.. Jahe-nya ga begitu kerasa, sesuai selera saya.. hehehe.. Tau Fu Fah-nya juga smooth banget dan bisa request ga terlalu manis.. Recommended..


Funny Mountain Soya Bean












Tau Fu Fah (@ RM 1.50)



Dari Funny Mountain, kami kembali menuju Jalan Sultan Iskandar dan berhenti di Ching Han Guan, yang hanya berjarak 200 meter.. Sebenarnya banyak tempat2 di Ipoh yang berdekatan.. Wong pusat kotanya ya di daerah Old Town ini.. Jadi kami hanya muter2 di situ2 aja.. hehehe.. Dan ternyata enak juga bawa mobil begini.. Ga usah jalan kaki panas2.. Tinggal duduk manis di mobil dan nyalain AC.. hahaha.. 

Ching Han Guan ini adalah salah satu toko penjual biscuits yang paling terkenal di Ipoh.. Sebenarnya di seberang jalan, ada juga Guan Heong yang sama terkenalnya.. Sama seperti Nam Heong dan Sin Yoon Loong, setiap orang punya favorite-nya masing2.. Entah kenapa saya lebih tertarik untuk mampir ke Ching Han Guan.. Tokonya sederhana saja dan dipenuhi oleh berbagai snacks yang dari looks-nya saja sudah kelihatan enak.. hehehe.. Biscuits yang dimaksud disini bukan seperti biscuit2 yang dijual di supermarket ya, tapi lebih mirip pia kalau di Indonesia atau disebut Tau Sar Piah (Chinese mung-bean pastry) kalau di Malaysia.. Ada 4 pilihan biscuits yang dijual di Ching Han Guan, yaitu Meat-Floss Lotus Paste Original Biscuit, Meat-Floss Lotus Paste Pandan Biscuit, Meat-Floss Lotus Paste Egg Yolk Biscuit dan Barbecue Meat Biscuit.. Per box-nya berisi 5 pcs biscuits dan dibandrol mulai RM 8 sampai RM 12.. Di bagian belakang toko, kami juga bisa melihat proses pembuatan biscuits yang sudah dilakukan dari 68 tahun yang lalu itu.. Selain biscuits, kami juga membeli aneka snacks yang setelah dicoba, ternyata enak2 semua.. Menyesal hanya beli sedikit.. hehehe.. Biscuits-nya juga ternyata enak.. Favorit saya yang Barbecue Meat Biscuit.. Padahal biasanya saya kurang suka dengan tipe2 pia seperti ini.. Biscuits ini juga saya jadikan oleh2 buat keluarga dan teman2, dan semua pada suka..




Ching Han Guan




Dari Ching Han Guan, kami menuju Jalan Bandar Timah.. Jalan Bandar Timah ini mungkin merupakan salah satu area favorit para tourists yang berkunjung ke Ipoh.. Di jalan ini terdapat Funtasy House Trick Art, resto & café cantik, tempat makan yang enak2, serta the famous Concubine Lane..  Salah satu yang menjadi favorit dan lagi “happening” adalah Plan B.. Bagi sebagian orang, Plan B ini masuk sebagai destinasi wajib di Ipoh.. Kemudian ada juga Thean Chun, old-style Chinese resto yang terkenal akan Chee Cheong Fun, Caramel Custard, dan makanan lainnya yang enak2.. Bisa juga mampir ke Bits & Bobs yang menjual snack jaman dulu, Ice Ball atau Ais Kepal.. Sayang karena perut sudah full dan kondisi Papa saya yang lagi sakit, jadi kami hanya jalan2 di sekitar Concubine Lane..


Plan B



Concubine Lane atau Lorong Panglima adalah sebuah jalan kecil yang terletak di Jalan Bandar Timah.. Ada beberapa versi cerita mengenai asal usul nama Concubine Lane ini.. Konon nama Concubine Lane ini muncul karena dulunya tempat ini adalah tempat dimana para saudagar kaya dan British officers “menyimpan” concubines/mistress/kekasih mereka puluhan tahun yang lalu.. Kini Concubine Lane menjelma menjadi salah satu tempat wisata di Ipoh Old Town.. Di sepanjang Concubine Lane ini terdapat deretan toko2 antik yang sekilas seperti membawa kita kembali ke puluhan tahun yang lalu.. Saat kami tiba, Concubine Lane-nya sepi2 saja.. Mungkin ramainya pas weekend kali ya.. Di Concubine Lane ini kami juga mampir ke salah satu toko yang menjual local snack dan oleh2 khas Ipoh, Lim Heong Yuen Confectionery.. Tokonya kecil saja, tapi cukup lengkap.. Saya membeli beberapa bungkus kopi, terutama Sin Yoon Long White Coffee yang dijual per pack seharga RM 13.90.. Lumayan bisa dijadikan oleh2 keluarga dan teman2 di Indonesia..


Concubine Lane









Lim Heong Yuen Confectionery






aneka kopi di Ipoh






Han Chin Pet Soo Museum



Walaupun pagi-nya sudah berburu street-art, saya masih penasaran dengan murals-nya Ernest Zacharevic.. Dari tujuh murals tersebut, yang paling ingin saya kunjungi adalah “Old Uncle with White Coffee”.. Berhubung mural “Old Uncle with White Coffee” ini berlokasi di Jalan Tun Sambanthan, maka pergilah kami menuju Padang Ipoh.. Mural ini persis berada di depan Perak Tourist Information Centre dan di samping Old Town White Coffee Padang Ipoh.. Kami juga tidak sengaja menemukan mural Ernest yang lain, yaitu “Paper Plane” dan “Hummingbird“(ga kefoto).. Buat yang ingin berburu ketujuh murals-nya Ernest bisa baca dua blog ini ya: read here & read here..


“Paper Plane” Mural



“Old Uncle with White Coffee” Mural



Perak Tourist Information Centre


Kemudian kami juga berputar-putar di sekitar Padang Ipoh sambil melihat keindahan Ipoh Old Town.. Salut banget dengan pemerintah Ipoh yang berhasil menjaga kelestarian bangunan2 bersejarah.. Beberapa bangunan bersejarah masih dipertahankan originalitas-nya yang pada akhirnya menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke Ipoh.. Favorit saya tentu the famous Ipoh Railway Station.. 


Dewan Bandaran Ipoh






Ipoh Railway Station








Di perjalanan pulang menuju MU Hotel, kami juga mampir ke Church of St. Michael yang berada persis di seberang Ipoh Parade.. Karena keterbatasan waktu, kami tidak mengikuti misa, hanya berdoa sebentar dan Gereja ini merupakan Gereja ke-6 yang kami kunjungi di Malaysia..
 


Church of St. Michael

















To be continued..




Taman Rekreasi Gunung Lang
Jalan Damai
30100, Ipoh, Perak, Malaysia
Opening Hours  :  08.30 - 12.00 & 14.00 - 18.00


Nasi Ganja / Nasi Kandar Ayam Merah
@ Kedai Kopi Yong Suan
2 Jalan Yang Kalsom
30300, Ipoh, Perak, Malaysia
Opening Hours  :  09.30 – 17.00


Funny Mountain Soya Bean
49 Jalan Theatre
30300, Ipoh, Perak, Malaysia
Opening Hours  :  10.30 – 18.00 (closed on Tues)


Ching Han Guan Biscuits
145 Jalan Sultan Iskandar
30000, Ipoh, Perak, Malaysia
Telp  :  +605 254 5126
Opening Hours  :  09.30 – 18.30 (closed on Tues)


Lim Heong Yuen Confectionery
39 & 41 Jalan Yau Tet Shin
(in the entrance of Concubine Lane)
30300, Ipoh, Perak, Malaysia


Church of St. Michael
24 Church Road
30300, Ipoh, Perak, Malaysia
Telp  :  +605 254 0176 / +605 242 8077
Email  :  smcipoh@gmail.com
Mass Schedule  : Mon, Wed, Thurs, Fri @ 17.30 - Tues @ 07.00
Saturday @ 19.00 & Sunday @ 08.00, 10.00, 17.30
Mon, Wed, Thurs, (certain Fridays)  :  17.30



6 comments:

  1. Hi natinbali. I enjoy ur blog so muchhhh. Really helpfull and informative. Tapi diulas dg bahasa sehari2 yg bikin kita ga bosan untuk membacanya jd seolah2 ngerasa ikut bertualang dsana dan ngerasain keseharian kamu..hehe.. Keep writing yaaa 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ferent.. terima kasih sudah menjadi pembaca blog ini ya.. Your comment really made my day, thank you for the lovely words & encouragement.. salam dari Bali.. ^_^

      Delete
  2. hai Nat mau tny klo beli tiket kereta ETS dari KL sentral ke ipoh bisa on the spot? bisa pilih kursi juga ga? soalny ga berani beli online tkt delay pswtny atau ad kendala apa pas hr H, makasih sblmny

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai.. tiket ETS bisa langsung beli on the spot.. bisa pilih kursi juga..
      cuma perlu diingat, ketika holiday season terkadang tiketnya bisa sold out.. karena tiket ETS sendiri sudah bisa dipesan 1 bulan sblm travel date, baik di counter maupun online.. tapi kalau dlm kondisi normal, beli on the spot sepertinya oke2 saja..

      Delete
    2. terimakasih byk utk infonya GBU n fam :)

      Delete
    3. you're welcome.. Gbu too and have a great holiday..

      Delete