Monday, August 28, 2017

Round The Malaysia Trip ~ #15 Petaling Street & End of The Journey


Hari ke-10 dalam RTMT ini kami awali dengan mengikuti misa harian di St. John’s Cathedral (also known as Cathedral of St. John).. St. John’s Cathedral ini terletak di Bukit Nanas, tak jauh dari hotel kami di Bukit Bintang.. Sebenarnya untuk menuju St. John’s Cathedral ini, kami bisa naik GoKL Bus yang gratis itu.. Hanya saja, karena misanya dimulai pukul 06.30, maka kami harus berangkat pukul 06.00.. Sedangkan GoKL Bus baru beroperasi mulai pukul 06.00, dan entah jam berapa bus-nya sampai di Bukit Bintang.. Saya coba order Uber & Grab, tapi ga dapat driver melulu.. Terpaksa deh jalan ke depan hotel dan stop taxi yang lewat.. Untung dapat driver yang baik.. Kami di-charge RM 15 atau sekitar 40ribuan.. Jaraknya memang dekat, tapi 3 tahun yang lalu saya pernah di-charge lebih mahal lagi.. Saya dikenakan RM 20 dari Pudu Sentral menuju Izumi Hotel Bukit Bintang, yang notabene jaraknya hanya 1.5km.. Naik taxi di KL, memang susah2 gampang.. Kebanyakan ga mau pakai argo.. Jadi kehadiran GoKL Bus dan taxi online itu sangat membantu.. hehehe..


St. John’s Cathedral ini berada persis berada di belakang Muzium Telekom.. Jadi kalau naik bus, bisa turun di depan museum.. Walaupun berstatus Katedral (Mother Church), St. John’s Cathedral ini di-design sangat sederhana.. Gereja ini dibangun di tahun 1954.. Persis di depan altar, terdapat makam Archbishop Dominic Aloysius Vendargon, the first Archbishop atau Bapa Uskup-nya Kuala Lumpur.. Misa hariannya berlangsung cukup singkat, sekitar 25 menit, dan dalam Bahasa Inggris.. Selesai misa, kami menuju Muzium Telekom yang masih tutup itu (buka jam : 09.00 – 17.00) untuk menunggu GoKL Bus..


St. John’s Cathedral 








Muzium Telekom






Sesampainya di Bukit Bintang, kami tidak langsung kembali ke hotel, melainkan menuju Tous Les Jours di Wolo Bukit Bintang Hotel.. Wolo Bukit Bintang Hotel ini adalah salah satu hotel yang menurut saya paling strategis lokasinya.. Mau kemana2 deket banget.. Rate-nya memang di atas Izumi Bukit Bintang dan saya kurang suka dengan konsep bed-nya yang ala2 Japanese style.. Selain lokasi, yang bikin hotel ini keren adalah keberadaan Tous Les Jours di lantai bawah hotel dengan aneka roti & pastry yang menggoda iman itu.. Karena kami memesan kamar tanpa breakfast di Izumi, jadilah kami breakfast di Tous Les Jours ini.. Karena kepagian, jadinya ada beberapa menu dan item yang belum ready.. Untuk minuman, kami memesan kopi seperti Cappuccino dan Latte.. Dan untuk partner kopi, kami juga memesan Pizza Toast, Croque Monsieur, Choco Pillow, dan BELT Sandwich.. 


Wolo Bukit Bintang Hotel


Tous Les Jours




Cappuccino (RM 10.28) & Latte (RM 10.28)


Croque Monsieur (RM 7.45)


Pizza Toast (RM 6.28) & Choco Pillow (RM 6.18)






Sekitar pukul 10, kami berangkat menuju Petaling Street atau Chinatown-nya KL dengan GoKL Bus Purple Line.. Besok kami akan pulang ke Bali, jadi it’s time to buy some oleh2.. hehehe.. Petaling Street adalah tempat terbaik untuk membeli souvenir atau oleh2 di Kuala Lumpur.. Dari Petaling Street, kita juga bisa menyebrang ke Central Market (Pasar Seni) dan Kasturi Walk yang letaknya berdekatan itu.. Di Petaling Street, saya random berhenti di salah satu stall yang menjual aneka souvenir, turned out owner-nya baik dan ramah banget.. Harganya juga lebih murah bila dibandingkan dengan stall lain.. Untuk t-shirt berwarna dengan kualitas yang cukup baik, harganya berkisar antara RM 15-30.. Kalau mau yang lebih murah, ada juga t-shirt putih yang dijual dengan harga RM 10.. Selain souvenir khas Malaysia, banyak juga dijual barang2 KW, seperti tas, jam tangan, dompet, baju, dll.. Kalau saya pribadi, saya malah ga pernah beli barang2 seperti ini di Petaling Street.. Selain kualitasnya yang saya ragukan, kita juga harus pintar2 menawar.. Kalau saya, lebih memilih untuk belanja barang2 seperti ini di Berjaya Times Square atau sekalian di KWC.. 


Petaling Street aka Chinatown KL




find this guy for good price souvenirs




Oleh2 done, saatnya berburu makanan.. Beberapa stall favorit saya di Petaling Street ini antara lain Madam Tang Muah Chee, Air Mata Kucing Mou Tak Ding, Kim Soya Bean, dan Stall Buah Berangan (Roasted Chesnut).. Selain stall2 tersebut, di Petaling Street ini juga terdapat banyak tempat makan yang sayang untuk dilewatkan.. Beberapa yang recommended, ada Hon Kee Porridge, Kim Lian Kee Chee Cheong Fun, Portuguese Grilled Fish, etc..


Madam Tang Muah Chee




Buah Berangan (Roasted Chesnut)


Air Mata Kucing Mou Tak Ding


Sebelum menyudahi acara belanja2 di Petaling Street, kami tentu tak lupa untuk mampir ke outlet Bee Cheng Hiang di Jalan Sultan (tembus dari Petaling Street).. Belinya agak banyakan supaya bisa dipakai stock untuk beberapa bulan ke depan.. hahaha.. 


Bee Cheng Hiang








Kelar belanja, kami menuju Shin Kee Beef Noodles untuk lunch.. Shin Kee ini menjual salah satu beef noodles terenak yang pernah saya makan.. Menunya simple saja, hanya beef noodles, yang dihidangkan dalam 2 versi, yaitu dry (kering) dan soup (berkuah).. Noodles-nya juga bisa kita pilih, ada Bee Hoon, Mee (mie kuning), dan Lou Shu Fun (mie yang bentuknya seperti cendol).. Beef noodles-nya hadir dengan topping meriah, ada minced beef (daging cincang), irisan daging sapi segar, dan meatballs (bakso).. Daging sapi segarnya itu diiris super tipis, jadi akan cepat matang ketika disiram dengan kuah panas.. Semua punya preference masing2, kalau papa saya, beliau lebih suka versi berkuahnya.. Sedangkan saya dan yang lainnya lebih suka versi kering.. Dan biasanya kami juga order extra meatballs karena meatballs-nya enak banget.. Harga seporsinya menurut saya masih terjangkau, yaitu RM 8 atau IDR 25k.. 




Shin Kee Beef Noodles


Beef Noddles versi Dry dengan Mee


Beef Noddles versi Dry dengan Lou Shu Fun


kalau pesan versi dry, daging, bakso, dan kuahnya dipisah


beef noodles versi soup (berkuah)




Sore harinya, kami kembali menuju Berjaya Times Square untuk final shopping.. hahaha.. Untuk dinner, kami memilih bersantap di restoran langganan kami di Jalan Alor, Restaurant Sai Woo.. Kali ini kami memesan Wantan Mee, Banana Leaf Grilled Fish, Black Pepper Beef, Yang Chow Fried Rice, Oyster Omelette, dan Stir-Fry Broccoli.. Dan seperti biasa, semuanya enak pakai banget.. hahaha.. Makan di Sai Woo memang ga pernah mengecewakan.. Dari segi harga juga termasuk terjangkau untuk ukuran Jalan Alor.. Makan ber-4 dengan menu sebanyak ini, total bill kami sekitar RM 110 atau IDR 340ribu..

Jalan Alor


Restaurant Sai Woo






Wantan Mee (RM 6-8)


Yang Chow Fried Rice (RM 9)


Stir-Fry Broccoli (RM  15)


Oyster Omelette (RM 13)


Black Pepper Beef (RM 25)


Banana Leaf Grilled Fish (RM 33)






Sebelum kembali ke hotel, kami juga mampir ke Loong Kee yang berada di ujung Jalan Alor.. Walaupun kami lebih suka Bee Cheng Hiang, di Loong Kee ini banyak dijual snack atau makanan lain.. Untuk bakkwa yang berbahan dasar daging ayam, Loong Kee ini lebih enak bila dibandingkan dengan Bee Cheng Hiang.. Saya biasanya beli Mini Dried Chicken yang sudah dikemas kecil2 (per potong), jadi cocok kalau dijadikan oleh2 buat teman2 kantor atau dipakai sebagai cemilan pas lagi ngantuk.. hahaha.. Buat yang ga suka makan pork, selain chicken, Loong Kee juga menawarkan bakkwa yang berbahan dasar beef..


Loong Kee




  



Anyway, curhat sedikit tentang Jalan Alor.. Kami agak sedikit kaget mendengar penuturan driver Uber kami, yang bercerita kalau Jalan Alor itu sekarang terlalu touristy dan mahal.. Padahal pengalaman2 kami sebelumnya, Jalan Alor oke2 saja tuh.. Eh ternyata, yang dikatakan driver itu bener lho.. Padahal baru berselang 6 bulan dari kunjungan kami sebelumnya ke KL.. Sekarang apa2 mahal.. Beli air mineral atau minuman lainnya mending di minimarket resmi seperti  7-Eleven yang sudah ada harganya.. Kalau masuk ke toko2 biasa, malah jauh lebih mahal, dan harganya bisa di mark-up karena tidak tercantum.. Buah2an yang dijual per potong, yang kalau di Penang dijual 1 ringgit itu, di Jalan Alor dijual 3 ringgit.. Bukan harganya yang jadi masalah.. Namanya juga beli buah, jelas dong kalau kita milih terlebih dahulu.. Mama saya lagi asyik milih2 pepaya, malah dimarahin sama penjualnya.. Dan ternyata setelah dimakan, buah2nya itu dicampur dalam 1 plastik.. Jadi ada yang enak dan manis, ada yang belum matang (sampai susah dikunyah) atau kecut.. Belum lagi kalau pas jalan, semua pada nyodorin buku menu dan segala bahasa dikeluarkan mencoba untuk menarik minat kami masuk ke restaurant mereka.. Saya sih biasanya pasang tampang lempeng aja.. Dan mereka yang bingung, semua bahasa, mulai dari Mandarin, Inggris, Melayu, sampai Jepang dikeluarkan.. hahaha..




Keesokan harinya adalah hari ke-11 dalam rangkaian perjalanan kami, yang saya sendiri lebih suka menyebutnya RTMT atau Round The Malaysia Trip (perjalanan keliling Malaysia).. Di day-11 ini kami baru keluar hotel sekitar pukul 12.00.. Paginya kami beli sarapan di depan hotel (Jalan Berangan), yang ternyata kalau pagi banyak yang jualan makanan.. Ada stall Nasi Lemak yang enak banget, sayang lupa difoto.. Belinya take away dan makan di kamar hotel.. hahaha.. Seporsi harganya mulai dari RM 4, dengan pilihan lauk sotong, ayam, telur, dll.. Di samping hotel, juga ada uncle yang jualan semacam Yong Tau Foo.. Ini enak juga tapi kalau disuruh memilih, saya lebih suka Nasi Lemak-nya.. Enak banget.. hahaha..











Setelah selesai proses check-out dan titip tas di hotel, kami naik GoKL Bus Green Line menuju Suria KLCC, seperti yang sudah saya ceritakan di Part 13 (read here).. Sekitar pukul 17.00, kami kembali ke hotel dan ternyata driver Uber sudah menunggu kami di lobby.. Jadi beberapa kali naik Uber / Grab, kami sering banget ditawarin tour kesana kemari dan transport untuk menuju airport saat pulang nanti.. Dari sekian banyak driver Uber / Grab, akhirnya kami memilih Mr. Arie.. Mr. Arie ini orangnya ramah dan baik.. Nawarin transport juga ga maksa yang ujung2nya annoying kayak beberapa driver taxi yang saya temui.. Mr. Arie juga ngajarin kami, tips & trick-nya naik Uber atau Grab.. Jadi ga selamanya naik Grab bakal lebih murah daripada naik Uber, dan begitu juga sebaliknya.. Tapi yang jelas kalau mau ke KLIA atau KLIA2, pas jam2 sibuk atau rush hours, lebih baik naik Grab karena rate-nya flat.. Saya sendiri kemarin ga order via aplikasi lagi.. Sama Mr. Arie sudah deal di rate RM 115 dan sudah include highway (biaya tol).. Murah banget kan.. KLIA2 lho jauh banget.. Kalau naik KLIA Ekspres malah kenanya RM 220 (4 tiket), dan itu belum termasuk ongkos ke KL Sentral-nya.. Buat yang berminat menggunakan jasa Mr. Arie ini, saya berikan detailnya di bagian bawah postingan ini ya..


Sesampainya di KLIA2, setelah baggage-drop di counter Air Asia, kami muter2 sebentar di Gateway @ KLIA2, shopping mall yang connect langsung dengan KLIA2 Airport.. Pertama2 kami menuju Nando’s untuk take-away Peri-Peri Chicken-nya ke Bali.. Sekali2 ayamnya Nando’s biar naik pesawat lintas negara.. hahaha.. Setelah itu beli sedikit Garrett Popcorn dan Auntie Anne’s untuk dibawa pulang.. Last but not least, isi perut di Shihlin Taiwan Street Snacks dan take away beberapa potong ayamnya untuk dibawa ke Bali..  


Gateway @ KLIA2


Nando’s


Garrett Popcorn




Auntie Anne’s


Shihlin Taiwan Street Snacks 


Oyster Mee Sua (RM 9.80)


Happy Rice Box (RM 14.80)


XXL Crispy Chicken (RM 9.80)




To be honest, ga banyak sih yang bisa saya ceritakan di hari ke-10 dan ke-11 dalam RTMT ini.. Entah kenapa, rasanya sudah capek dan ditambah lagi kondisi dompet yang lebih capek lagi.. hahaha.. Tapi beneran deh, baru kali ini traveling dan saya pengen cepet2 balik ke Bali.. Kelamaan kali ya traveling-nya.. hahaha.. 


KLIA2


waiting to board


my favorite view when at KLIA2





Pesawat Air Asia dengan flight number XT 555 yang kami naiki, sukses mendarat dengan sempurna di Ngurah Rai International Airport setelah 3 jam mengudara dari Kuala Lumpur.. Walaupun midnight, airport di Bali mah ga pernah sepi.. Belum lagi nunggu bagasi yang super lama itu.. Pas pemeriksaan custom, tumben2 kami kena checking.. Untung yang diperiksa hanya 1 tas yang isinya baju kotor dan minuman sachet (milo, kopi, etc).. hahaha.. Sekitar pukul 02.30 dini hari, kami pun sampai di rumah dan disambut oleh kedua anjing kesayangan kami yang mungkin bertanya2 ini 4 orang pada kemana ya.. hahaha..


~~~~~The End~~~~~
 


Nat’s Travel Diaries edisi RTMT ini saya akhiri sampai di sini ya.. Buat teman2 yang sudah mengikuti dari Part 1, a special thanks goes to all of you.. Maafkan kalau part-nya buanyakk banget.. Semoga tidak membosankan.. hehehe.. Travel diaries ini juga tidak saya tulis sebagai ajang pamer (siapa tahu ada yang negative thinking).. Saya hanya ingin berbagi tentang pengalaman saya mengunjungi 5 kota di Malaysia dan juga Singapore selama 11 hari.. Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi buat kalian.. Anyway, buat yang mau tanya2 atau masih galau dalam menyusun itinerary (lol), please don’t hesitate to drop a comment below or send me an email..  Sampai jumpa di Nat’s Travel Diaries berikutnya..




Kisses from Bali..




St. John's Cathderal
5 Jalan Bukit Nanas
50250, Kuala Lumpur, Malaysia
Telp  :  +603 2078 1876
Masses Schedule : 
Mon - Thurs  :  06.30
Friday  :  13.00
Saturday  :  18.30
Sunday  :  07.30, 10.45 , and 18.00


Tous Les Jours
@ Wolo Bukit Bintang Hotel
Corner of Jln Bukit Bintang & Jln Sultan Ismail 
55100, Kuala Lumpur, Malaysia
Opening Hours  :  


GoKL Bus


Petaling Street / KL Chinatown
Jalan Petaling
50000, Kuala Lumpur, Malaysia
Opening Hours  :  06.30 - 22.30


Bee Cheng Hiang 
87 Jalan Sultan
50000, Kuala Lumpur, Malaysia
Telp  :  +603 2070 5400
Opening Hours  :  10.00 - 22.00


Shin Kee Beef Noodles
7A Jalan Tun Tan Cheng Lock
50000, Kuala Lumpur, Malaysia
Opening Hours  :  10.30 - 20.30
 

Sai Woo Restaurant
55 Jalan Alor, Bukit Bintang
50200, Kuala Lumpur, Malaysia
Opening Hours  :  08.00 - 23.00
 

Loong Kee
79, Jalan Alor, Bukit Bintang
50200, Kuala Lumpur, Malaysia
Telp  :  +603 2143 0392
Opening Hours  :  08.00 - 23.00 


Mr. Shahri / Arie (Uber / Grab / Private)
+6018 3612070
City Tours (KL, Melaka, Johor, Penang)


KLIA2 / LCCT KL
Terminal KLIA2, KL International Airport, Sepang 64000, Malaysia
http://www.klia2.info/


Gateway @ KLIA2
Nando's  :  L3-51
Garrett Popcorn  :  L2-112
Auntie Anne's  :  L2-40
Shihlin Taiwan Street Snacks  :  L2-34



3 comments:

  1. Hai.. betul banget.. saya memang lebih sering traveling dengan menggunakan maskapai Air Asia.. tips dari saya untuk mendapatkan harga promo adalah memesan jauh2 hari dengan memanfaatkan promo free seats dr Air Asia.. saat ini sdg berlangsung promonya lho.. periode pemesanannya adalah sd tgl 17 sep dan periode terbangnya 1 mar -21 nov 2018.. promonya memang tidak semua tanggal dan ada kuota yg disediakan.. jd hrs extra sabar demi mendapatkan harga terbaik.. slh satu cth tiket jkt-singapore dijual seharga 150k (all in) (bagasi cabin 7kg).. utk lbh mudahnya saya sarankan utk download aplikasi air asia di mobile phone.. jauh lbh simple dibandingkan buka websitenya.. kalau msh ada yg mau ditanyakan, bs krm email ya.. sekalian bs saya attach screenshot-nya.. ^_^

    ReplyDelete
  2. setahu saya, baik website maupun app air asia skrg sdh tdk asa daftar harga tiket masing2 tujuan.. jadi memang harus memasukkan kota keberangkatan dan tujuan..

    ReplyDelete
  3. untuk list promo-nya bisa dilihat di sini : https://www.airasia.com/id/id/promotion.page?rr=rr3370311,rr3370311b,rr3370311p,rr3370311pb
    Kalau saya pribadi, sblm membeli tiket, pasti sudah punya destinasi incaran dan tanggal keberangkatan yang diinginkan.. jadi lebih mempercepat proses pembelian tiket.. ^_^

    ReplyDelete