Wednesday, October 26, 2016

Thailand & Malaysia Trip 2016 ~ #4 Shopping Spree in Bangkok



Sesuai judul postingan part 4 ini, it’s shopping time.. Bangkok memang terkenal dengan wisata belanjanya.. Apalagi kami stay-nya di daerah Siam yang merupakan pusat perbelanjaan di kota Bangkok.. Tak terhitung jumlah mall yang ada di kawasan Siam ini.. Maka dari itu saya khusus menjadwalkan hari kedua kami ini untuk shopping all day long.. hahaha.. Berhubung jumlah mall-nya banyak banget, jadi saya pilih2 dulu, mall2 mana saja yang mau dikunjungi.. Ya begini deh kalau perginya cuma sebentar.. Next time mau seminggu aja ke Bangkok-nya.. hehehe.. Dari sekian banyak mall, yang menurut saya wajib untuk dikunjungi adalah Platinum Fashion Mall & Pratunam Market, Central World, Siam Paragon, dan MBK.. Kalau punya waktu extra, bisa tuh mampir ke Siam Discovery, Siam Center, Siam Square, Gaysorn, Amarin Plaza dan mall2 lainnya..

Sebelum shopping, kami memulai hari kedua kami dengan mengunjungi salah satu Gereja Katolik yang ada di Bangkok.. Sebenarnya ada dua Gereja yang lokasinya ga terlalu jauh dari Ibis Siam Bangkok.. Yang pertama adalah Assumption Cathedral di daerah Bangrak.. Sebenarnya pengen banget pergi ke Assumption Cathedral ini.. Lihat foto2nya di internet, Gereja-nya bagus banget.. Sayang jadwal misa-nya hanya ada sore kalau untuk misa harian.. Gereja kedua adalah Holy Redeemer Church.. Gereja ini terletak di daerah Pathumwan, tak jauh dari Lumphini Park dan US Embassy.. Kalau di Holy Redeemer Church ini jadwal misa hariannya banyak, banyak banget malahan.. hahaha.. Dalam sehari ada 4x misa, yaitu di pukul 06.30 (Thai), 07.00 (English), 08.00 (English), dan 17.30 (English)..  Untuk jadwal misa hari Sabtu & Minggu bisa dilihat di website Gereja (click here)..




Ibis Siam Bangkok


Kami memilih untuk mengikuti misa yang jam 08.00 pagi.. Dari Ibis Siam Bangkok kami memesan taxi online untuk menuju Gereja.. Perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit dengan biaya THB 120 atau sekitar IDR 48k.. Cukup murah.. Driver-nya ramah walaupun tidak bisa berbahasa Inggris dan kami mendapat mobil jenis sedan..


Holy Redeemer Church


Misa-nya sendiri berlangsung cukup singkat, sekitar 30 menit.. Baru di Holy Redeemer Church ini saya melihat design Gereja yang berbeda dengan gereja-gereja yang pernah saya kunjungi sebelumnya.. Baik dari architecture, maupun design interior-nya, sangat kental nuansa Thai-nya.. Tapi overall, senang banget bisa menambah daftar gereja di luar Indonesia yang pernah kami datangi.. Bersyukur juga sudah bisa ikut misa pagi-nya sekaligus berterimakasih kepada Tuhan karena akhirnya sampai juga kami di Thailand.. hahaha..


Holy Redeemer Church (outside look)


Holy Redeemer Church (inside look)




Dari Holy Redeemer Church, kami kembali memesan taxi online.. Kali ini kami dapat driver yang lucu banget karena nge-fans banget sama Teresa Teng.. Sepuluh menit di awal, kami masih ga sadar kalau yang dimaksud itu Teresa Teng, penyanyi terkenal asal Taiwan itu.. Tahu sendiri kan orang Thailand rada susah ngomong “R” belum lagi English-nya yang hanya bisa dimengerti 50%-nya saja.. hahaha.. Jadi sepanjang perjalanan kami diputarkan lagu2 dan video-nya Teresa Teng plus artis Thailand yang katanya mirip banget dengan Teresa Teng..

Tapi driver ini baik hati lho.. Ketika kami hampir sampai di Central World, beliau bilang kalau di Pratunam Junction itu pasti bakalan macet.. Jadi mending turun di depan Central World, nanti akan ada jembatan penyebrangan atau skywalk yang menuju ke Platinum Fashion Mall dan Pratunam Market.. Dan beneran aja, begitu kami tiba di Central World, sudah mulai terlihat kemacetan.. Padahal itu baru jam 09.00 pagi lho.. Jadilah kami memutuskan untuk turun di depan tangga naik ke skywalk, persis di depan Big C Supercenter..


Big C Supercenter (opp. Central World)


tangga naik menuju skywalk


Skywalk-nya bersih dan cukup nyaman.. Kelihatannya ga jauh, tapi ketika dijalani, ya lumayan juga, terutama buat saya yang ga pernah olahraga ini.. hahaha.. Sebenarnya dekat kok, ga sampai 10 menit juga sampai.. hehe..



skywalk which connect Central World & Platinum Fashion Mall




 jam 09.00 pagi dan sudah mulai macet


Platinum Fashion Mall sendiri adalah sebuah mall, yang merupakan versi indoor-nya Pratunam Market dan Cathuchak Weekend Market.. Ya mirip seperti ITC kalau di Indonesia.. Platinum Fashion Mall atau Platinum (biar lebih singkat) ini adalah gudangnya baju, tas, sepatu, dan aksesoris lainnya.. Dengan 2 gedung yang saling connecting, di Platinum terdapat lebih dari 2.500 toko yang menawarkan aneka clothing, baik untuk pria maupun wanita, dengan harga yang murah tapi dengan model dan kualitas yang baik.. Untuk yang shopaholic, dijamin bakalan terpuaskan belanja di Platinum ini.. Banyak juga pemilik butik2 dan ol-shop yang “kulakan” di Platinum ini.. Mereka biasanya belanjanya langsung bawa koper.. Kebayang kan berapa banyak baju yang dibeli.. wkwkwk.. 

Skywalk yang kami lewati ini akan langsung connect ke dalam Platinum Fashion Mall.. Nah dari skywalk, tinggal pilih.. Kalau masuk ke bangunan kiri, itu Platinum yang Building A (Zone 1-2) dan kalau masuk ke bangunan kanan, itu yang Building B (Zone 3).. Kalau mau ke Pratunam Market atau ke Pantip Plaza, bisa turun dari skywalk ketika di depan Pratunam Junction..


Pratunam Junction




Kami tiba di Platinum sekitar pukul 09.15 dimana hanya beberapa toko saja yang sudah buka.. Akhirnya kami melipir dulu ke food court-nya yang berada di lantai 6.. Food court-nya lumayan besar, ada beberapa stall yang kelihatannya enak dan ada KFC pula.. Pertama2 saya mampir ke counter-nya PopCo, awalnya tertarik karena ada promo buy 2 get 1 free.. Maklum suka goyah kalau lihat yang promo2..  hehehe.. Jadi untuk 3 popcorn cuma perlu bayar THB 140 atau 55k.. Jadi belilah saya 3 popcorn dengan rasa durian, butter, dan sour cream.. Turned out rasanya enak.. Cuma kalau bawa popcorn begini memang rada makan tempat di tas.. hehehe..


PopCo


Setelah top up kartu, langsung deh kami menyebar dan kembali ke meja dengan masing2 makanan yang dipilih.. Beberapa makanan yang kami coba antara lain Khao Gaeng, Pad Thai, Som Tam.. Kami juga nyobain gorengan yang entah apa namanya dan baby pineapples yang ga kefoto.. wkwk.. Semua makanan tersebut cukup enak, dengan harga yang juga sangat terjangkau.. Highlight-nya adalah Khao Gaeng atau Rice with Curries.. Stall Khao Gaeng yang saya datangi, menyediakan banyak sekali pilihan sayur dan lauk yang semuanya kelihatan enak.. Pilihan akhirnya jatuh ke Thai sausage yang dimasak dengan timun, sayur labu yang saya kira pare, sayur terong, dan Thai fish custard (Hor Mok).. Semuanya enak, apalagi Hor Mok-nya.. Yumm.. 



stall Som Tam & Pad Thai 


stall gorengan


stall Khao Gaeng


Hor Mok


Som Tam & Pad Thai


gorengan udang & Khao Gaeng


Urusan perut selesai, kini saatnya shopping.. Keluar dari food court kami menemukan outlet-nya TaoKaeNoi Land… Adik saya yang penggemar berat TaoKaeNoi sudah pasti langsung masuk ke dalam dengan mata berbinar2.. hahaha.. Pilih ini pilih itu, akhirnya keluar dengan 1 buah tas besar full dengan rumput laut dan aneka snack lainnya.. Tapi TaoKaeNoi Land ini recommended banget.. Apalagi buat kalian yang penggemar TaoKaeNoi atau rumput laut atau seaweed.. Selain rumput laut, mereka juga jual aneka permen, manisan, buah kering, sampai snack2 lainnya yang cocok untuk dijadikan oleh2.. Kemarin saya juga beli aneka permen durian, manisan buah, pocky, dan mie instant merk TaoKaeNoi.. Semuanya enak dan murah meriah.. hahaha..


TaoKaeNoi Land


aneka Pocky


ada yang malu ketahuan borong di TaoKaeNoi Land (lol)


Di sebelah TaoKaeNoi Land (masih 1 lantai dengan food court) banyak juga terdapat toko2 kecil yang menjual souvenir khas Thailand.. Kami memang tidak berencana untuk beli souvenir banyak2.. Jadi kami hanya beli beberapa scarf, gantungan kunci, dompet, dan beberapa miniatur gajah.. Dari segi harga, harga souvenir di Thailand ini cenderung lebih mahal bila dibandingkan dengan souvenir2 serupa yang dijual di Indonesia, Singapore, dan Malaysia.. Tapi sekilas kualitas yang ditawarkan memang lebih baik.. Berhubung belinya juga sedikit alias ngepas, akhirnya saya malah ga dapat jatah sama sekali.. Semuanya habis dibagi2.. Padahal dompetnya bagus, gantungan kuncinya juga bagus.. Ah, nyesel banget ga beli lebih banyak.. wkwk..


souvenirs


Di dekat toko2 souvenir juga ada toko yang menjual t-shirt Thailand, nama tokonya LineThai.. T-shirt-nya bukan yang model “I Love Thailand”, tapi yang lebih “elegan”.. wkwk.. Harganya sekitar 100ribuan kalau dirupiahkan.. Tapi design-nya oke dan bahannya bagus..


t-shirt @ LineThai


Selebihnya kami hanya beli printilan2 seperti accessories dan beberapa baju.. Adik saya cuma beli celana pendek dan dress.. Saya, mami-papi saya malah ga beli baju.. Ternyata benar lho, di Indonesia pakai size M, di Thailand bisa jadi size XL.. hahaha.. Selain itu, yang bikin males belanja adalah karena Platinum ini lebih cocok buat reseller.. Semuanya dijual dengan harga grosir.. Jadi misalnya beli 1 harganya @ 100k, beli 3 harganya @ 75k, beli di atas 5 harganya @ 50k.. Males banget kan kalau beli 1, karena dapatnya harga yang mahal banget.. Tapi kalau beli banyak, mau dibuat apa juga.. hahaha.. Tapi bagus juga sih, dompet jadi aman terkendali.. wkwkwk..

Oh ya, kami akhirnya batal ke Pratunam Market.. Di Platinum aja ga ada yang bisa dibeli, jadi ngapain susah2 nyebrang dan panas2an di Pratunam Market.. Basically yang dijual sama aja kok.. Kalau saya sih lebih memilih belanja di Platinum.. Ada AC, pastinya lebih nyaman.. hehehe..






Kami menyudahi acara belanja2 di Platinum sekitar pukul 12.00 dan langsung menuju Central World dengan kembali menyusuri skywalk yang sama.. Sampai di depan Central World, kami bukannya masuk ke dalam mall, tapi kami lebih tertarik dengan deretan penjual makanan yang “mangkal” di depan Central World.. Jadilah kami ikut2an antri dengan mba2 kantoran yang lagi istirahat makan siang.. Banyak makanan2 yang menggiurkan.. Cuma rada susah kalau mau makan di tempat, karena tempat makan yang disediakan sangat kecil dan pengunjung juga lagi ramai.. Jadilah kami hanya beli beberapa makanan untuk di take-away dan dimakan di hotel.. Saya beli semacam siomay / dumpling, Thai-style fried chicken (Gai Tod), lime juice, Naem (Thai sausage), dll.. Gai Tod yang dijual di pinggir jalan bukanlah suatu hal yang baru, mengingat di Indonesia juga banyak banget penjual ayam goreng.. Tapi ayam goreng di Thailand ini beda banget.. Ayamnya enak pakai banget, crispy dan bumbunya meresap..  Ayamnya bukan tipe ayam yang gede2 sampai kita eneg sendiri kalau makan.. Ayamnya juga juicy tapi ga berlemak, dan sama sekali ga ada bulunya (penting, hahaha).. Satu potong paha bawah harganya THB 20 atau sekitar IDR 8k.. Naem yang dibeli papi saya juga enak banget.. Sayang ga kepikiran untuk balik lagi dan beli untuk dibawa pulang ke Bali.. hehe.. Kalau malam hari, bakalan lebih banyak lagi penjual makanan di sepanjang Central World ini.. Cuma karena keterbatasan waktu, kami ga bisa balik lagi pas malam harinya..


skywalk dari Platinum ke Central World


Central World dilihat dari Platinum Fashion Mall


Central World


pedagang makanan di depan Central World


Gai Tod (Fried Chicken)



semacam siomay / dumplings


Naem

Dari Central World, kami melanjutkan perjalanan menuju Siam Paragon.. Kalau dilihat dari map atau dilihat dari posisi gedungnya, kayaknya dekat banget.. Tapi kalau dijalanin, ya lumayan juga.. hahaha.. Sekitar 10-15 menit lah.. Di Ratchaprasong Junction, saya melihat Erawan Shrine dari kejauhan.. Saya memang berniat ga mampir.. Setelah bom dan car accident, saya lebih memilih melihat Erawan Shrine dari kejauhan saja.. hahaha..


Ratchaprasong Junction


Erawan Shrine from distance


Central World


Saya sampai di Siam Paragon dengan kaki yang sudah berat banget untuk dipakai melangkah.. Mungkin kalau kaki saya bisa bicara, sudah complain dan marah2 kali ya.. Lha wong diajak jalan dari pagi.. hahaha.. Tujuan kami ke Siam Paragon adalah demi Gourmet Market yang katanya terbesar di Bangkok.. Dan benar aja, Gourmet Market-nya super besar dan food is everywhere..


Gourmet Market @ Siam Paragon


Masuk ke Gourmet Market, kami disambut dengan aneka makanan yang dari tampilannya aja, sudah kelihatan enak.. Kayaknya semuanya pengen dibeli.. wkwkwk.. Makanannya macam2, mulai dari Western, Chinese, sampai traditional Thai juga ada.. Papi saya nyobain salad bar-nya yang dari varians-nya aja sudah puluhan macam.. Semuanya fresh dan kelihatan tempting.. Nanti semuanya akan ditimbang, jadi semakin banyak yang dimasukkan ke dalam box, akan semakin mahal harganya.. Yang kemarin kami beli, hampir full 1 box harganya sekitar THB 100 atau IDR 40k.. 











 


Di Gourmet Market ini juga ada buah2an import yang ga pernah saya temukan sebelunya.. Ada anggur Delaware dari Jepang yang kecil2 banget, pengen nyobain, tapi harganya mahal banget.. Kalau dirupiahin udah ratusan ribu aja.. wkwkwk.. Saya juga borong aneka minuman merk Nestea di sini.. Selain Nestea Thai Tea yang terkenal itu, Nestea juga ada varians yang Mix Berries Tea dan Lemon Tea.. Snack-snack Thai juga banyak banget pilihannya.. Saat ingin membeli minuman prebiotik (seperti Yakult kalau di Indonesia), kami kaget bukan main ketika lihat minuman2 itu dijual dalam ukuran besar.. Kemarin yang saya temukan, paling besar dijual dalam ukuran 400ml.. Tapi katanya ada yang ukuran 1 liter juga lho.. Ga kebayang deh gimana minumnya.. hahaha..


 Anggur Delaware












Membayangkan kami harus jalan kaki lagi & melewati  dua mall (Siam Center & Siam Discovery) untuk bisa menuju hotel, akhirnya kami lebih memilih untuk naik BTS.. Toh Siam Paragon langsung connect ke Siam BTS Station.. Dengan tiket BTS seharga THB 16 atau 6k, sampailah kami di National Stadium BTS Station dan beberapa langkah kemudian sampailah di Ibis Siam Bangkok..

Setelah istirahat beberapa jam, sorenya kami keluar hotel lagi.. Kali ini tujuan kami ga jauh2 kok.. Cuma ke MBK yang persis berada di seberang hotel.. MBK Center atau MBK atau Mahboonkrong adalah sebuah shopping mall besar yang terletak persis di samping Nasional Stadium Bangkok.. Dibuka sekitar 30 tahun yang lalu, kini MBK menjadi salah satu mall legendaris di kota Bangkok, yang tidak hanya dipenuhi orang local, tetapi juga tourists.. Terdiri dari 8 lantai, terdapat lebih dari 2000 toko di MBK ini.. 
Untuk menuju MBK dari Ibis Siam Bangkok, hanya perlu menyebrangi skybridge yang terletak persis di depan Bangkok Art & Culture Center.. Kalau dari National Stadium BTS Station lebih gampang lagi, karena akan langsung keluar di skybridge tersebut.. 


skybridge menuju Siam Discovery & MBK




Siam Discovery


 Ibis Siam Bangkok from MBK


Misi pertama kami begitu sampai MBK adalah mencari money changer.. Yup, baru hari kedua tapi kami sudah kehabisan baht.. hahaha.. Saran saya, kalau ke Bangkok, siapkanlah budget extra, karena dijamin akan kalap.. wkwk.. Keliling dari satu money changer ke money changer lain, lho kok pada ga terima Rupiah ya.. Sedih rasanya.. Sebegitu kecil kah nilai mata uang Indonesia sampai ga bisa ditukarin di sana.. hahaha.. Beruntung kami punya Ringgit Malaysia yang memang kami bawa karena sehabis dari Thailand, kami akan ke Malaysia.. Jadilah Ringgit2 itu yang menyelamatkan kami.. Tukar RM 400 dapatnya THB 3,240.. Padahal udah terlintas di pikiran bakalan makan mie instant terus selama di Pattaya karena persediaan Baht menipis.. wkwkwk.. Jadi buat teman2 yang berencana pergi ke Thailand, alangkah baiknya membawa cadangan uang dalam bentuk USD.. hehehe..


MBK


Baht sudah di tangan, mari belanja lagi.. hahaha.. MBK itu terkenal banget karena konon semuanya ada di MBK..  Memang bener sih, mall yang satu ini komplit banget.. Dari aksesoris hp, elektronik, gadget, makanan, baju, toko emas, oleh2, semuanya ada.. Kami sendiri hanya window shopping dan mampir ke beberapa toko.. Pertama2 kami mampi ke penjual Thai-style crepes (Khanom Buang).. Warnanya sih colorful, harganya juga murah meriah, tapi rasanya tidak seenak tampilannya.. hehehe..
 
Kemudian kami juga mampir ke toko penjual snack2 Thailand.. Lumayan lengkap snack2 yang dijual.. Mulai dari aneka kacang, aneka manisan, dan snack khas Thailand lainnya.. Kemudian lanjut ke toko yang menjual aneka t-shirt Thailand..  Kebanyakan t-shirtnya dijual dengan harga THB 100 atau IDR 40k, tapi ada juga yang di atas THB 100, tergantung ukuran dan kualitas t-shirt-nya.. Overall, t-shirt THB 100 itu lumayan oke bahannya.. Ga kayak kaos partai kok.. wkwkwk.. 


toko snack @ MBK


Thai-Style Crepes (Khanom Buang)




Kemudian kami menuju MBK Food Island yang berada di lantai 6.. Food court-nya tidak seluas dan semenarik food court2 sebelumnya, tapi masih okelah.. Kami hanya pesan 3 dish, yaitu dari stall Khao Gaeng, Beef Tendon Soup, dan Pad Kra Pao..


MBK Food Island


 Khao Gaeng (THB 65), Beef Tendon Soup (THB 80), 
& Pad Kra Pao (THB 50)


Sebelum kembali ke hotel, kami mampir dulu ke Tops Market yang berada di GF-nya MBK.. Kali ini dalam rangka mencari Naem-nya adik saya… Jadi ya tiap masuk supermarket, pasti salah satu dari kami langsung mendatangi salah satu mbak2 atau mas2 dan nunjukin foto Naem yang ada di hp saya.. Naem itu udah kayak koleksi-nya adik saya.. Tahu2 sampai Bali, berbagai macam dan merk berhasil dibeli.. wkwkwk.. Oh ya satu lagi yang menurut saya wajib banget untuk dibeli ketika di Thailand, adalah aneka bumbu khas Thailand.. Jadi kalau kangen makanan Thailand, bisa buat sendiri di rumah.. Harganya juga ga mahal dan bisa juga dijadikan oleh2… hehehe.. Di Tops Market ini lumayan lengkap juga bumbu2nya.. Tapi dari sekian banyak supermarket yang saya datangi, yang menjadi favorit saya adalah Big C dan Gourmet Market..


Tops Market


aneka bumbu khas Thailand


Keluar dari MBK, kami menuju skybridge yang sama dan ternyata Bangkok malam itu lagi diguyur hujan yang cukup lebat.. Beruntung saat kami keluar, hujannya tiba2 sedikit mereda.. Kami pun berlarian menuju hotel.. Tapi sebelum masuk ke hotel, kami masih sempat mampir ke penjual makanan di depan hotel.. Kami beli ayam goreng (lagi), mangga, dan sate babi.. Walau hujan, yang namanya makanan tetap ga boleh dilewatkan.. hahaha.. Persis di depan hotel Ibis Siam Bangkok, ada satu penjual sate yang cukup ramai.. Kami pun penasaran dan akhirnya ikutan ngantri.. Yang dijual adalah aneka sate, mulai dari sate ayam yang daging, sampai yang jeroan juga ada.. Terus ada juga sate babinya.. Kemarin saya pesan yang sate babi, karena kebanyakan orang pesannya yang sate babi atau kalau dalam bahasa Thai Moo Ping.. Harganya per tusuk hanya THB 10 atau IDR 4k.. Dagingnya benar2 lean tanpa lemak, juicy, dan bumbunya benar2 meresap.. Enak banget.. Makan Moo Ping memang paling enak dengan Khao Niao atau sticky rice yang per bag-nya dijual seharga THB 5.. Makanan murah meriah yang wajib banget dicoba kalau lagi di Thailand.. 


Moo Ping (@ THB 10)


Nah pas lagi beli sate ini, saya iseng2 coba komunikasi pakai bahasa Thai.. Mulai dari nanyain ini sate apa, pesan 10 tusuk, dll.. Semua berjalan dengan lancar, sampai ke bagian total harga yang harus dibayar.. Si ibu ngomongnya ga jelas dan listening skill saya kan juga masih pemula.. Akhirnya saya keluarin uang THB 100, ibunya bilang, sate 10 tusuk THB 10x10, Khao Niao-nya THB 5x2, jadi totalnya THB 110.. Langsung deh saya iyakan sambil nyengir sambil nyodorin sekeping THB 10 ke si ibu.. hahaha.. malu.. wkwkwk..Tapi lumayan lah, papi, mami, dan adik saya sampai heran2.. Kata mereka harusnya di-video-in pas saya lagi ngomong bahasa Thailand.. hahaha.. Rugi dong belajar bahasa Thailand kalau ga dipraktekin.. hahaha..
 

aneka sate


Tiba di kamar, kami pun menikmati makanan2 yang kami beli sambil menikmati gemerlap lampu kota Bangkok yang indah itu dari jendela kamar kami.. Ini adalah malam terakhir kami di Bangkok.. Besok pagi2 kami sudah harus berangkat menuju Pattaya.. Perkenalan kami yang sangat singkat dengan kota Bangkok, tapi cukup membuat kami jatuh cinta.. Sekarang kalau ditanya, kalau dapat tiket gratis atau tujuan liburan selanjutnya mau kemana, pasti jawaban kami adalah BANGKOK.. ^_^




To be continued..




Holy Redeemer Church
123/15 Ruam Rudi Lane  5, Witthayu Rd
Lumpinee, Pathumwan, Bangkok, Thailand


Platinum Fashion Mall
222 11th Floor Petchburi Road, Thanon Petchburi, 
Ratchthevi, Bangkok, Thailand
Opening hours  :  09.00 – 20.00


Central World
999/9 Rama I Rd, 10330, Thailand
Opening Hours  :  10.00 – 22.00 


Siam Paragon
991/1 Rama I Rd, Bangkok 10330, Thailand
Opening Hours  :  10.00 – 22.00


BTS
http://www.bts.co.th/


Ibis Siam Bangkok
Rama 1 Wangmai, Pathumwan
Bangkok 10330, Thailand


MBK Center
444 8th Fl. MBK Center Phayathai Rd., Pathumwan Bangkok 10330
Opening Hours  :  10.00 – 22.00




11 comments:

  1. Wah sy juga penggemar Taokaeinoi (filmnya juga udah nonton judulnya the billionaire). Harganya lebih murah ngga ? Kalau di sini kan sekitar Rp20rban.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. filmnya bagus.. hehe..
      Lebih murah dong.. Jauh lebih murah malah.. Dan variansnya juga lebih banyak.. Kemarin menyesal banget cuma beli sedikit.. hehehe..

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. Di thailand makanan enak2 dan murah2. favorit aku oyster omelette/ hoy tod. secara di indonesia fresh oyster mahal kan..disana harganya berkisar 20k~35k aja. dan sosis2 dan sate2 yg dijual dipinggir jalan ayam goreng juga πŸ˜‹..ahh nyesel juga cuma 5 hari di bangkok n pattaya. πŸ˜…πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, saya malah ga nemu penjual oyster omelette.. secara itu makanan favorit saya kalau di Penang.. brarti hrs segera balik ke bangkok nih.. wkwkwk..

      Kemarin stay di daerah mana? baru pertama kali ke Bangkok.. sebentar pula.. jadi belum puas.. hahaha..

      Delete
    2. Stay sekitar pratunam/ 10 menit jalan kaki ke bts victory monument,, tp agak apes hotelnya agak tua jadi goyang2 bangunannya πŸ˜‚πŸ˜‚. Di foodcourt gampang nemuin oyster omelete,,kan ada pajangan dummy food..modelnya kaya telur dadar crispy ada oyster/mussel..ditaburin kecambah n kucai πŸ˜‹πŸ˜‹. Kemarin aku malah cus duluan ke pattaya baru bangkok..di pattaya dan bangkok sama juga aku suka masuk Big C supermarket beli cemilan n buah2 sepuasnya 😁😁

      Delete
    3. hahaha.. padahal lokasinya strategis ya..
      iya, kmrn ga kepikiran nyobain oyster omelette.. yang duluan dicari palingan som tam, pad thai, sm yang model nasi campur itu.. hahaha.. kemarin ga sempat mampir ke Big C yang besar di depan Central World itu.. wkwkwk..

      Delete
  5. great blog about traveling and shopping experience. Thank for sharing

    ReplyDelete
  6. nice blog about traveling and shopping experience. Thank for sharing

    ReplyDelete